PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN SWASTA DITAHUN 2022 DALAM MENCAPAI SDGs 2030

Saat ini tata kelola sebuah perusahaan tumbuh dari tuntutan pertumbuhan dan keberlanjutan, baik ditinjau dari sisi perusahaan, industri, maupun negara. Dari sisi yang lebih luas, demi kepentingan bersama dan didasari oleh semangat niat baik yang dilakukan secara sukarela yaitu dimensi penopang tata kelola perusahaan. Kemudian asepek-aspek dimensi lainnya adalah suatu kondisi khusus yang disebut “comply or explain” (patuh atau jelaskan), kondisi dimana meminta perusahaan untuk mematuhi standart tata kelola yang tercantum dalam pedoman tata kelola atau JIKA TIDAK maka perusahaan harus menjelaskan, mengapa hal ini tidak dipatuhi dengan harapan dapat dijelaskan juga KAPAN perusahaan dapat mulai mematuhi pedoman ini.

Hal lain dalam dimensi penopang tata kelola adalah kontrol publik (stakeholders). Karena para stakeholders memiliki kepentingan dan juga peduli pada situasi dan dampak dari kegiatan usaha perusahaan. Harapan mereka adalah para pelaku usaha tidak hanya melihat target dalam waktu singkat tapi justru melihat dalam jangka panjang dan peduli pada implikasi kepada generasi penerus dan lingkungan.

Pada tahun 2022 dimana tepat Indonesia selama satu tahun yang dimulai pada 1 December 2021 ini memegang tonggak sebagai Presidensi G20, sementara sudah sampai mana capaian kinerja kita dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs 2030), tentu saja ini tidak dapat dicapai tanpa kerjasama dari berbagai pihak, terutama pasca pandemi covid-19 ini private sector harus lebih banyak terlibat untuk capaian ini. Tanpa kerjasama maka capaian SDGs 2030 tidak akan tercapai, dan saya rasa 2022 mendatang sektor swastalah yang harus memegang kepemimpinan pencapaian SDGs sebagai stakeholders bagi Pemerintah, karena itu berarti swasta mendukung apa yang sudah diagendakan oleh Pemerintah bahkan di perpreskan nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perusahaan yang menerapkan CSR dipandang memiliki kepedulian kepada lingkungan sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap stakeholdersnya (karyawan, pimpinan, masyarakat, pemerintah, dan shareholdersnya). Managemen keberlanjutan yang mengusung konsep triple bottom line atau dikenal dengan istilah 3P (People, Profit, Planet) sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karenanya penting sekali bagi perusahaan dapat memberikan keterengan seluas-luasnya kepada para stakeholdernya dalam bentuk sustainability report (laporan berkelanjutan) dan integrated report (annual report).

Salah satu bentuk CSR yang sering diterapkan di Indonesia adalah community development, yaitu penekanan terhadap pembangunan sosial dan pembangunan kapasitas masyarakat setempat yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang serta PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Negara menaruh harapan besar kepada sektor swasta untuk minimalnya disekitar unit bisnis mereka untuk meng-empower masyarakat disekitar unit bisnisnya, sehingga geliat UMKM terus berkembang, terutama UMKM yang memiliki inovasi pada bisnis mereka, karena diera sekarang perusahaan rintisan justru menjelma menjadi raksasa baru dengan modal inovasi. Sehingga para UMKM dapat beradaptasi dimasa sulit ini kearah kemandirian yang berkelanjutan dan kesiapan menghadapi persaingan ekonomi dunia usaha.

Setiap produk CSR yang disalurkan kemasyarakat dikaitkan dengan pilar-pilar pembangunan SDGs karena saya yakin misal ada perusahaan yang memberikan sanitasi air bersih itu artinya sudah menjalankan pilar Lingkungan pada point SDGs No.6 yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak. Lalu ada perusahaan yang berfokus pada investasi dibidang Energi Baru Terbarukan (EBT) berarti masuk pada point 7 (energi bersih dan terjangkau) dan point 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur pada pilar pembangunan ekonomi, serta point 13 (climate action) pada pilar pembangunan lingkungan. Jujur saya sangat mengharapkan pada tahun 2022 nanti seluruh private sector bergabung membuat misalnya Jakarta SDGs Forum, Jawa Barat SDGs Forum dan lainnya disetiap provinsi dan pelaksanaannya di mall agar masyarakat luas terutama generasi Z dan millennial sadar dan teredukasi dengan adanya forum SDGs tersebut dan pemerintah juga bisa melihat sejauh mana efek perpres yang sudah dibuat untuk dilaksanakan diberbagai sektor untuk mencapai SDGs 2030.

AYUNINGTYAS WIDARI RAMDHANIAR, S.I.A.,M.Kesos

SHERPA TRACK PRESIDENSI G20 INDONESIA

PRESIDENSI G20 INDONESIA MERUPAKAN KESEMPATAN SEKALIGUS TANTANGAN MENJAWAB KESIAPAN KITA MENCAPAI SDGS 2030.

Dipenghujung tahun 2021 ini Indonesia mendapatkan kehormatan sekaligus dipercaya untuk memegang Presidensi G20, sebuah forum kerja sama multilateral berpengaruh yang beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa. Sebagai sebuah forum yang anggotanya menyumbang 90% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80% perdagangan dunia, dua pertiga populasi dunia, dan separuh luas lahan yang ada dibumi. Sehingga G20 merupakan platform strategis bagi Indonesia untuk “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” sesuai dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara kita juga masih bergelut untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) pada tahun 2030 mendatang. Akan ada dua jalur pada pembahasan G20 nanti yaitu Finance Track yang membahas isu-isu dibidang ekonomi, keuangan, fiskal, dan moneter. Serta Sherpa Track yaitu yang akan membahas isu-isu ekonomi non keuangan seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Saya lebih tertarik membahas Sherpa Track ini karena isu-isu ekonomi non keuangan ini ada disekitar kita sehari-hari. Bagaimana private sector atau perusahaan swasta memiliki kontribusi yang besar terhadap keberlangsungan bisnis mereka karena melibatkan tenaga kerja apakah sistem penggajiannya sudah sesuai atau belum dengan undang – undang, mengenai jam kerja, mengenai hak dan kewajibannya dan lain sebagainya. Private sector ini memiliki peranan penting terhadap penyerapan lapangan pekerjaan di Indonesia dan Dunia. Karena dengan penyerapan tenaga kerja yang maksimal disetiap daerah di Indonesia tentu saja efek dominonya adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat. Hal ini masuk dalam pilar sosial SDGs yaitu PILAR SOSIAL (Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan yang sehat dan sejahtera, pendidikan yang berkualitas, dan Kesetaraan Gender). Bayangkan dalam satu pembahasan TENAGA KERJA bisa membahas langsung 5 point SDGS sekaligus, ditambah jika tenaga kerja tersebut ada perempuan diposisi strategis perusahaan bukan sebagai objek namun sebagai subjek, perempuan itu adalah konseptor yang dimana ide-ide besar muncul dari dirinya, penguasaan lapangan mampu diatasi, dan dapat memperkuat hubungan internal perusahaan serta membawa good image bagi perusahaan diluar. Sebelum memberikan beasiswa kepada orang lain diluar kantor, perusahaan juga dapat memberikan beasiswa kepada karyawannya mereka, maka tercapailah SDGs no 4 yaitu pendidikan berkualitas, bukan hanya kepada tenaga kerjanya sendiri tapi juga keluarganya dan lingkungan unit bisnis perusahaan.

Sekarang kita bahas isu Energi yang memang menjadi banyak ladang uang bagi private sector, namun perlu diingat bahwa pada 2030 nanti Batu Bara sudah tidak dipakai lagi karena tidak ramah lingkungan, sehingga bagaimana kelangsungan pemilik bisnis tersebut? Menurut Kompas.com pada 21/10/21 Pemerintah berencana memberlakukan pensiun dini (early retirement) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara mulai tahun 2030. PLTU tersebut akan diganti dengan energi yang lebih hijau atau energi baru terbarukan (EBT). Hal ini menyusul komitmen Indonesia dalam National Determined Contribution (NDC) Paris Agreement. Dalam dokumen NDC, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Artinya hal-hal semacam ini jika tidak disosialisasikan dengan baik para pengusaha tidak siap dengan perubahan bisnis mereka, maka mereka juga bisa bangkrut. Maka perlu peralihan bisnis menuju Energi Terbarukan segera.

Kontribusi sektor energi yang ke depan akan menggantikan peran sektor berbasis lahan itu yang harus diperhatikan dengan baik, sementara kita tahu bisnis Energi Terbarukan membutuhkan biaya modal yang cukup besar, bagaima support pemerintah sendiri terhadap capaian upaya tersebut? Mobil listrik saja tidak disubsidi dan masih banyak beredar dijual mobil tidak ramah lingkungan dijual. Komitmen pemerintah juga harus jelas disini. Lalu penggunaan bio diesel sangat sedikit sekali besaran subsidi dari pemerintah untuk bisnis tersebut. Dari pembahasan energi kita sudah bisa maasuk ke isu yang lain juga yaitu perkebunan (kelapa sawit), industri bisnisnya, energi terbarukan ramah lingkungan, tenaga kerjanya, juga bahkan perdagangannya.

Untuk dimasa pandemi saat ini sektor pariwisata juga mengalami efek yang cukup signifikan dan banyak sekali tenaga kerja dari sektor pariwisata. Diharapkan pembahasan G20 ini membawa kebijakan dunia mengenai pariwisata pasca pandemi covid-19 ini agar lebih baik lagi. Karena kunci negara aman dari keributan dan kerusuhan adalah lapangan pekerjaan untuk dapat membiayai hidup mereka, sekolah anak-anak mereka, makan, dan diharapkan juga konsumsi meningkat. Kesehatan juga berpengaruh saat orang kehilangan pekerjaan maka dampak kesehatan pertama adalah psikologi mereka. Oleh karena itu, semua hal ini sangat berkaitan dan sangat penting dibahas dalam G20 nanti.

Penerapan Good Government Governance di sektor pemerintahan pun masih sekedar retorika dan belum terimplementasikan menyeluruh kedalam diri mereka. Juga penerapan Good Corporate Governance pada sektor swasta. Mungkin baiknya di hitung kembali pendapatan dan pengeluaran dari kalangan menengah sampai kalangan miskin. Karena menurut pengamatan saya yang paling berdampak saat pandemi ini justru kalangan masyarakat menengah. Mau naik keatas gak mungkin mau turun kebawah juga sulit karena tagihan cicilan dimana-dimana sementara penghasilan berkurang bahkan hilang. Karena kalau kalangan masyarakat miskin setiap bulan dapat bantuan dari pemerintah minimalnya untuk makan mereka setiap hari pasti ada dan bisa, sementara kalangan menengah banyak yang gak tau bahwa disekitar kita mau makan aja tidak ada uang namun mereka malu untuk mengungkapkan hal tersebut. Hal ini pula dampak dari korupsi yang merajalela disetiap sektor kehidupan kita.

Oleh karenanya pasti dengan Indonesia memegang Presidensi G20 selama satu tahun penuh ini diharapkan adanya manfaat langsung yang dapat dirasakan karena pertemuan tersebut dilaksanakan secara fisik misalnya peningkatan konsumsi domestik, penambahan PDB nasional, pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Yang terpenting dari semua itu adalah mendapatkan kepercayaan dari investor global untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan global yang saling menguntungkan.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, S.I.A.,M.Kesos

Produktivitas Kerja dan Team Work

Setelah 15 tahun bergelut didunia kerja dan bisnis, hal yang selalu melekat adalah produktivitas. Bagaimana saya menciptakan waktu yang produktif semaksimal mungkin baik untuk diri sendiri, lingkungan, dan pekerjaan itu sendiri. Bedanya, saat itu saya masih sendiri dan cenderung telat untuk menikah. Sehingga, saat teman-teman seusia saya sudah memiliki anak besar saya masih bayi-bayi, wah tambah deh PR nya. Tapi waktu yang produktif itu mengikat pada bagaimana KARAKTER MANUSIA nya itu sendiri.

Bagaimana kita menginginkan diri kita menjadi seperti apa dan bagaimana kedepannya akan menentukan hidup kita akan menjadi produktif atau tidak. Sejak kecil saya tidak memiliki gank, tidak ada sahabat yang benar-sahabat, tapi siapapun yang mau bertemu dengan saya dan saat itu bisa bertemu ya kenapa tidak untuk bertemu. Tapi saya memutuskan untuk tidak melakukan pembicaraan sebagai berikut : ghibah alias membicarakan orang lain, fitnah alias menuduh orang lain yang belum tentu dilakukan, serta curhat tentang masalah saya pribadi. Ketiga hal tersebut menjadi GARIS bagi saya menentukan arah pembicaraan. Orang-orang mungkin bisa melihat saya bertemu dengan A-Z siapapun mereka tapi pada saat berbicara ketiga hal tersebut tidak akan saya layani dan dengan tegas saya menjawab dengan bijak.

Hal itulah yang akhirnya membawa kepada seleksi alam. Ingatlah bahwa Allah memyatukan orang-orang yang sama, itu adalah ENERGI. Orang baik bertemu dengan orang baik, orang tidak baik akan bertemu dengan orang tidak baik. Jadi bagi saya, sebelum mengharapkan ingin berteman dengan siapa atau lingkungan yang seperti apa, lihatlah pada diri sendiri, sudah cukupkah kita dengan mental seperti yang kita inginkan dari orang lain. Karena meminta seusatu itu selalu mudah, tapi tidak dengan kejujuran terhadap diri sendiri.

Karena melawan EGO ke-Aku an itu begitu sulit sehingga itulah yang membuat dunia belum mencapai kedamaian. You know what, jika Anda menginginkan Dunia menjadi lebih baik, perbaikilah diri Kita sendiri, karena percayalah merubah orang lain jauh lebih sulit daripada merubah diri sendiri.

Saat ini, Allah mulai menyeleksi pertemanan saya dengan orang-orang paling produktif. No ghibah, No Fitnah, No Curhat. Isinya aseli hanya SHARING Knowledge, bisnis, dan opportunity. Thanks to Covid, memang kita perlu sejenak dijauhkan dari semua manusia agar lebih dapat intropeksi kedalam dan melihat dengan jelas keluar mana arah yang sebenar-benarnya. Saya memiliki team work yang luar biasa memiliki energi yang sama untuk membesarkan perushaan dan organisasi bersama-sama.

DNA kami seolah bersatu dalam lingkungan kerja yang produktif bahkan dihari weekend kami bisa tetap megurus keluarga masing-masing sambil membicarkan peluang serta perbaikan kedepan bagi perusahaan dan organisasi.

THANK YOU ALLAH, ENGKAU MAHA BAIK

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, SIA., M.Kesos

Have a courage and be kind

Kalau Anda tipe orang yang tidak punya keberanian, Anda selalu menyerah setiap kali hidup mempermainkanmu. Jika Anda tipe seperti itu, seumur hidup Anda hanya cari aman, melakukan hal-hal benar, menyelamatkan diri untuk peristiwa yang tidak akan pernah terjadi. Anda pun akan meninggal sebagai orang tua yang membosankan. Anda punya banyak teman yang benar-benar menyukai Anda karena Anda pekerja keras yang baik. Namun, sebenarnya Anda membiarkan hidup membuatmu menyerah. Dilubuk hati terdalam Anda takut mengambil resiko. Anda benar2 ingin menang, tapi rasa takut akan kekalahan lebih besar daripada sukacita kemenangan. Jauh di dalam hati, Anda dan hanya Anda yang tahu bahwa Anda tidak berusaha mencapai kemenangan. Anda memilih bermain aman.

Kalau Anda berpikir orang lain penyebab masalah Anda maka Anda harus mengubah orang lain tersebut. Tapi kalau Anda sadar bahwa Andalah masalahnya, maka Anda bisa mengubah diri Anda, belajar sesuatu, dan menjadi lebih bijaksana. Kebanyakan org ingin dunia berubah, tapi diri mereka tidak. Let me tell u something, Lebih mudah mengubah diri sendiri daripada mengubah orang lain!

Robert Kiyosaki

Hal diatas banyak sekali terjadi pada setiap orang, entah dalam dunia pernikahan, percintaan, pekerjaan, pertemanan, bisnis, dan lain sebagainya. Tidak ada hal apapun sebenarnya yang perlu ditakutkan, karena sebenernya hal yang ditakutkan belum tentu terjadi. Ingat itu hanya ada di kepala mu saja!!!!!

Aneh… kenapa Anda lebih takut manusia daripada takut Tuhan?? Kenapa Anda khawatir berkata jujur tentang apa adanya yang terjadi dalam hidup Anda kepada pasangan Anda atau rekan bisnis Anda karena setiap kebohongan akan ada kebohongan lain, bayangkan berapa banyak dosa yang sanggup Anda pikul. Kalau saya lebih memilih jujur dan ribut besar sebentar tapi dan semua jelas, tinggal ambil keputusan. Daripada berbohong dan berkepanjangan masalah tak kunjung selesai.

Ingatlah, lebih baik dibohongi daripada dicap PENIPU / PEMBOHONG. BE GENTLE yaaa guys… saya orangnya kayak orang bule soalnya sih apa-apa lebih suka terus terang tapi no heart feeling, ga perlu berlarut-larut berbohong dan move on. karena bagi saya jujur berarti memperlakukan orang lain dengan baik alias respect.

Jadi, BERANILAH dan TETAP BERBUAT BAIK pada setiap orang, karena jujur lebih baik meski menyakitkan daripada bohong dengan kalimat manis.

-Tyastar-

#JPAWR #AWRJP #Ateam #A4

Encourage Generasi Z di Era Digitalisasi

Saya tiba-tiba mau berbagi kisah saya menerima keluhan-keluhan anak2 generasi Z nih. Kebetulan saya pernah menjadi Manager di suatu perusahaan BUMD jadi saya memiliki anak buah yang sampai sekarang masih berkomunikasi baik. Seperti seorang ibu kepada anaknya aja, mendengarkan cerita mereka dan memberikan nasehat sekaligus sharing pengalaman, baik pengalaman saya langsung maupun dari sekitar saya yang saya lihat sendiri.

Bahkan ada juga mereka yang belum kenal saya secara face to face tapi bisa curhat tentang kisah mereka. Kebanyakan soal dunia perkuliahan, pekerjaan, lingkungan sosial, hingga percintaan yang paling sedikit. Karena urusan percintaan itu urusan yang sangat personal biasanya mereka sudah tau jawaban saya, bahwa saya orang yang sangat open mind dalam hal tersebut. Selama saling menyayangi tidak ada yang salah dalam cinta. Sisanya ya menghadapi kerikil lika liku percintaan itu sendiri. Cenderung lebih cepet jawab soal itu karena saya selalu kembalikan ke mereka, yang penting memiliki hubungan bukan sekedar diatas kertas atau status karena selain dosa kalau sudah saling menyakiti juga gak ada manfaatnya mempertahankan gengsi, kan meninggal juga sendirian di dalam kubur nanti. Simple asal jangan banyak gengsi. Karena zaman sekarang perempuan dan laki-laki divorce udah biasa ngapain harus gengsi, toh coba kalian liat kebanyakan mereka yang berjuang sendiri pasti lebih sukses dan lebih kuat jiwa nya alias gak manja dan pola cara berpikirnya lebih tajam kan, hehehe… jadi, hal seperti itu banyak positifnya. Terlatih hidup sendiri dan memanage waktu dan segalanya sendiri itu bukan hal yang mudah loh, tapi sangat menyenangkan.

Oke, kembali membahas bagaimana saya meng-encourage generasi Z dalam dunia digitalisasi seperti sekarang ini. Mereka cenderung kebanyakan liat medos bagaimana kemewahan itu ditonjolkan sehingga pola pikir mereka hanyalah bagaimana “cepet” sukses, kaya, hidup enak, dan lain sebagainya. Hey, inget yaaaa

KESUKSESAN, KEBAHAGIAAN, KESEJAHTERAAN, KESUKSESAN itu bukan pemberian tapi harus didapatkan / diperjuangkan dengan usaha kita sendiri. Gak mungkin tiba-tiba ada Presdir Perusahaan Tbk ngasih perusahaannya begitu aja sama kalian, bahkan sama anak-anaknya pun perlu melalui seleksi tersendiri.

-Tyastar-

Jadi anak-anak generasi Z ini loh hobbynya seneng-seneng belanja d mall, nongkrong di mall, padahal duit masih minta orang tua. Astaga,,, kalian gak malu harus seperti itu menikmati hidup kalian seumur hidup? Meski terlahir kaya tetap aja kalian harus memperjuangkan untuk mendapatkan kepercayaan keluarga untuk mengelola bisnis mereka dikemudian hari. Apalagi kalian yang hidupnya menegah ke bawah. Sekedar cukup aja gak bisa hidup kerjaannya cuma nongkrong-nongkrong. Listen to me…

Jangan pernah gengsi itu membunuh kamu dikemudian hari, lebih baik saat ini kamu prihatin menunda senang-senang kamu bersama temen-temen yang ngajakin nongkrong-nongkrong cantik, namun suatu hari kamu bisa bangga karena dapat menghasilkan uang sendiri dan membahagiakan orang tua dari keringkat jerih payah sendiri. kamu akan bangga karena kamu gak membuang uang orang tua untuk melakukan hal-hal yang gak bermanfaat.

Saya sendiri sudah mulai masuk dunia kerja di usia 19 tahun, ayah saya pejabat di Pemda DKI, kakek saya salah satu politisi terkemuka di negeri ini, tapi saya gak pernah mengandalkan itu, karena sejak SMP saya sadar bahwa saya harus memulai semua dari kaki saya sendiri. Sejak SMA saya mulai berpikir “APAPUN YANG SAYA LAKUKAN JIKA ITU BERHASIL DAN BAIK, SEMUA ORANG HARUS MELIHAT SAYA KARENA SAYA SENDIRI BUKAN EMBEL-EMBEL SIAPA ORANG TUA ATAU GARIS KETURUNAN SAYA, TAPI KARENA SAYA MAMPU!!!” Itu tekad saya sejak SMA saat tinggal bersama Ayah saya dan Ibu tiri saya (Bunda) setiap saya sebelum tidur.

Saya kuliah masuk di Universitas Indonesia dimulai dari D3, S1, dan akhirnya S2 setelah 6 tahun lulus S1. Saya gak pernah tuh ngerasain liburan kuliah, saya bener-bener berjuang setiap liburan sebulan atau 3 bulan saat naik tingkat saya selalu magang. Ya kalau S2 saya malah lagi hamil sekaligus kerja plus nyetir sendiri, naik turun tangga berat-berat bawa laptop dan buku-buku tebelnya kampus. Kalo anak UI paham deh betapa luar biasanya tugas mingguan kita huhuhuhu sering kok pengen nangis hahahhaaha tapi terus punya tekad kuat. Ga ada yang menghalangi saya untuk memperjuangkan saya merealisasikan mimpi saya, minimalnya gak merepotkan orang tua deh meski belum berkelimpahan.

Zaman sekarang baru gagal masuk ujian aja langsung drop, saya berapa kali test PNS gagal terus dan lihatlah saya gak berhenti bermimpi, saya tunjukan bahwa diposisi saya yang bukan PNS pun dapat banyak keuntungan yang mereka inginkan ketika mereka melihat saya. Dan terbukti kok kegagalan itu Tuhan mau kasih kita yang lebih baik.

Hidup itu gak selalu sesuai pesanan. Jadi anak gen Z itu tantangannya lebih besar karena media sosial gak semua orang bisa memanfaatkannya untuk hal positif tapi justru untuk hal negative. Misalnya, untuk isi waktu luang mereka buka2 medsos hanya untuk lihat content artis atau teman-temannya. Buat saya, isi waktu luang lebih baik browsing ilmu yang kita butuhkan untuk meraih impian-impian kita dan tahu bagaimana menggunakannya.

-Tyastar-

Tanpa rasa semangat dan rasa ingin tahu yang bersar, tanpa membuka hati dan pikiran kamu hanya akan menjadi generasi Z yang gitu-gitu aja. Gak jaminan kok orang yang kamu lihat di medsos hidupnya sebahagia itu, karena kalo mereka bener-bener bahagia dan nikmatin hidupnya ya mereka ga ada waktu lagi buat isi konten. Karena hal terindah dalam hidup tak sepatutnya dibagikan, begitu pula hal buruk.

Lebih bijaksana menggunakan sarana dan prasarana yang ada. Yang penting open mind dan tidak boleh mudah menjudge orang, inget kita terlahir ke dunia ini bukan diutus Tuhan untuk menggantikan Malaikat. Satu-satunya yang berhak menjudge adalah TUHAN, dan bukan kita makhluk tempat banyak salah dan keterbatasan ruang dan waktu.

Terima kasih 2021

30 April 2021

Ini wajah saya tepat 30 April kemarin saat ulang tahun. Tdk spt kebanyakan orang. Ulang tahun sll aku jadikan kontemplasi diri maka dari itu seperti yg kalian lihat mata saya bengkak krn nangis ga berhenti2 sejak menjelang jam 12 malam sampai pagi.

Banyak hal yg sudah aku lewati, dari semua hal ujian mungkin kebanyakan orang ga pernah tau bahwa aku pernah mengalami masa sulit sampai anak sakit aja gak ada uang buat ke RS tapi Allah itu sangat dekat aku sangat percaya. Dia mengirimkan orang2 terbaik dalam hidupku yg menolongku saat2 tersulit dalam hidupku.

Dari semua ujian dan hal2 yg mungkin belum aku capai namun ternyata LEBIH BANYAK HAL yang aku syukuri daripada yang aku sesali. Karena dari segala ujian aku menemukan tempat untuk belajar.

Kadang Tuhan mengirim orang atau kejadian hanya untuk menguji hati kita, kekuatan, dan keimanan kita. Aku bersyukur dapat selalu bangkit saat terjatuh dan bangkit lbh tinggi lagi… dan aku bersyukur aku lebih menghargai diriku sendiri dan menetapkan skala prioritas dalam hidupku.

Terima kasih semuanya kalian keluarga dan para sahabatku yg selalu aku sebut dalam setiap doaku terutama di sepertiga malamku. Karena apa yg kalian lakukan saat aku terjatuh lebih berarti daripada saat aku bersenang2 dg yang lain.

2021 kamu tahun terbaik dalam hidupku!!!! 💙 #AWRJP #A3 #JP

#JP yang nemenin lahiran buat pertama kalinya dalam hidup sekaligus pertama kalinya dampingi perempuan hamil. Aku bersyukur banget ada kamu. Meski wataknya luar biasa solehnya hehe… terima kasih ya Ayy… sudah menerimaku apa adanya!

New Year 2021

𝗧𝗵𝗶𝘀 𝗺𝗲𝘀𝘀𝗮𝗴𝗲 𝗶𝘀 𝘁𝗼 𝗰𝗼𝗻𝘃𝗲𝘆 𝗺𝘆 𝗵𝗲𝗮𝗿𝘁𝗳𝗲𝗹𝘁 𝗴𝗿𝗲𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝘀 𝘁𝗼 𝘆𝗼𝘂 𝗮𝗻𝗱 𝘆𝗼𝘂𝗿 𝗳𝗮𝗺𝗶𝗹𝘆.

A new year is a chance to make new beginnings and letting go of old regrets.

Let’s make our New Year resolution to be there for each other and help fellow human beings in need even if we don’t know them personally. So come let’s spread some kindness and cheer!

𝚆𝚒𝚜𝚑𝚒𝚗𝚐 𝚎𝚟𝚎𝚛𝚢𝚍𝚊𝚢 𝚘𝚏 𝚝𝚑𝚎 𝙽𝚎𝚠 𝚈𝚎𝚊𝚛 𝚝𝚘 𝚋𝚎 𝚏𝚒𝚕𝚕𝚎𝚍 𝚠𝚒𝚝𝚑 𝚂𝚞𝚌𝚌𝚎𝚜𝚜, 𝚑𝚊𝚙𝚙𝚒𝚗𝚎𝚜𝚜, 𝚊𝚗𝚍 𝚙𝚛𝚘𝚜𝚙𝚎𝚛𝚒𝚝𝚢 𝚏𝚘𝚛 𝚢𝚘𝚞.

𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓝𝓮𝔀 𝓨𝓮𝓪𝓻 2021!

.
.
.

AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #strategicparthership #opengovernmentpartnership #communitybased #humanrights #makingothersbetter #womenwithvoices #everyonetobeinvolved #makeabetterworld #happiness #happilyeverafter #love #shiningbright #networker #lobbyist #newyear #happynewyear #happynewyear2021 #2021goals #2021planner #2021

Greetings from Founder

Hidup No Drama

BAGAIMANA SIH CARA biar tahu kalau kamu punya hubungan yang beracun atau gak? Gampang saja, perhatikan bagaimana perasaan kamu apakah  happy  atau gak?  Toxic relationship  itu bisa jadi kamu mendapat kekerasan fisik, depresi, sedih, cemas, atau marah. Gak cuma kadang-kadang, tapi sering.  

Banyak juga orang yang gak sadar kalau mereka ternyata menjalani toxic relationship atau abusive relationship. Kasar (abusive) gak cuma main fisik lho. Kalau pasangan sudah menghina, merendahkan, dan mempermalukan, sampai kamu merasa kecil dan sulit untuk dicintai, itu termasuk emotionally abusive. Dan itu gak sehat.

Cemburu berlebihan, mengancam untuk bunuh diri kalau diputusin, control freak, melarang kamu mencapai mimpi dan cita-cita, juga termasuk tanda hubungan beracun. Kalau dia memperlakukanmu dengan buruk, maka ada yang gak beres dengan dirinya. Karena orang normal tuh gak seenaknya menghancurkan orang lain, apalagi pasangan yang katanya dia cintai. Gini deh, orang yang ingin melihat kamu menderita demi kepuasannya itu bahkan dari awal seharusnya gak pernah masuk dalam hidupmu.

Ada banyak alasan kenapa seseorang mau bertahan meski jelas hubungan yang dijalani gak bikin bahagia atau bahkan merusak. Bisa jadi karena takut hidup sendiri atau menjadi single lagi, masalah finansial, males untuk mengenal orang baru dan membangun hubungan dari awal lagi, atau masalah yang lebih rumit dari itu. Sedih sih tapi nyata, gak sedikit orang memilih sakit ketimbang memulai babak baru. 

Memutuskan untuk sementara sendiri itu memang perlu keberanian. Tapi percaya deh, single itu lebih baik daripada berada dalam hubungan beracun. Malahan nih, dengan menjadi single berarti kamu bisa membuka jalan untuk orang lain yang benar-benar akan mencintai dan menghargaimu. Seperti untuk menghidupkan kembali kamar yang kusam, lembab dan gelap, kamu perlu membuka jendela dan pintu biar udara segar dan cahaya matahari masuk. 

Sayang bangetlah kalau hidup kamu habiskan dengan menderita sampai kamu mati. 

Gak perlu takut untuk jatuh cinta lagi karena dari awal cinta memang gak pernah melukaimu. Orang yang kamu cintailah yang melakukannya. Tapi ingat, gak semua orang itu bajingan, sama seperti gak semua jeruk itu rasanya asam. Kamu cuma perlu pilih-pilih saja.

Toxic relationship itu kayak hidup satu kamar dengan ular berbisa. Kamu akan selalu merasa terancam sampai akhirnya kamu keluarkan ular itu, atau kamunya sendiri yang keluar dari kamar. Dibutuhkan keberanian buat menyelamatkan diri, tapi setelah berhasil kamu akan berterima kasih kepada dirimu sendiri. Ingat kata-kata saya barusan.  

Gak apa-apa kok menjauh dari orang yang menjatuhkanmu, menjauh dari pertengkaran yang gak selesai- selesai, menjauh dari orang yang gak pernah menganggapmu berharga. Menjauh bukan berarti kamu pengecut atau menjadikanmu buruk. Bukan juga karena kamu marah atau dendam dengan mereka, tapi karena kamu peduli dengan dirimu, dengan kesehatan mentalmu. Karena pada dasarnya, you are the priority.

Gak ada yang mau hidupnya menderita. Tapi kalau kejadian, kamu selalu punya pilihan untuk keluar dari situasi itu, and it’s all up to you. No one will do that for you.

SADAR

KITA LAHIR SENDIRI , mati sendiri, hidup pun dijalani sendiri. Pastikan semua keputusan atau pilihan dalam hidup berasal dan atas seizin diri sendiri. Sadar atau  conscious  itu sangat penting dalam mengambil keputusan, yang ujungnya menentukan akan seperti apa hidup kita nanti. Masa lalu, masa kini dan masa depan itu saling berkaitan. Dan pilihan menjadi elemen penting yang menjadi lemnya. 

Masa kini adalah hasil dari perbuatan dan pilihan-pilihan kita di masa lalu, dan masa depan ditentukan oleh perbuatan dan pilihan-pilihan kita di masa kini.  

Mau hidup sendiri atau dengan pasangan, pada dasarnya hidupmu adalah milikmu sendiri. Cuma kamu kok yang bisa merasakan bahagia atau gaknya menjalani hidup. Bahkan kita gak pernah bisa berbagi perasaan dengan pacar atau suami/istri. Itu faktanya. Karena masing-masing individu punya hati dan perasaan masing-masing. Gak ada lho orang yang mampu menggantikan seseorang untuk merasakan sesuatu.

Hidup seorang manusia menjadi tanggung jawab manusianya itu sendiri. Kualitas hidupnya pun ditentukan oleh kualitas usahanya. Jadi kalau ada orang yang merasa hidupnya terpuruk, orang pertama yang perlu dia minta pertanggungjawaban adalah dirinya sendiri. Seberapa besar dan kuat usahanya untuk memperbaiki hidupnya buat menjadi lebih baik? 

Sedih terjadi di dalam diri kamu. Bahagia terjadi di dalam diri kamu. Semua itu gak pernah terjadi di luar diri kamu. Apa yang terjadi di dalam diri (emosi, pikiran, dsb.) sepenuhnya ditentukan oleh kamu. Apa yang terjadi di sekitar kamu gak akan pernah 100% ditentukan oleh kamu.

OK, katakan kamu berpikir hidup kamu sekarang susah karena perbuatan orang lain. Kamu menjalani hidup yang bukan kemauan sendiri. Pertama, dengan membiarkan orang lain memilih untuk kamu, itu saja sudah menjadi pilihan. Kedua, itu gak otomatis membenarkan kamu untuk terus hidup susah. Kamu masih punya pilihan buat move on dan memperbaiki hidup. 

Ketika sesuatu melukai kamu, hanya ada dua pilihan yang bisa kamu ambil. Apakah kamu memilih untuk terluka? Atau kamu memilih untuk menjadi bijaksana?

Kalau mau diurutkan ke belakang, kita bisa berakhir seperti hari ini karena keputusan dan pilihan di masa lalu. Itulah kenapa penting untuk selalu sadar dan bijak dalam mengambil keputusan dan pilihan. Raise your consciousness. 

Kutipan dari: “Muda Bahagia No Drama” oleh Jelita Sopani.

STOP PHUBBING

HINDARI PHUBBING

Phubbing adalah istilah sibuk main HP dan mengabaikan orang di hadapan kita, itulah yang terjadi, pola anti sosial.

Stop phubbing kalau kita sedang berhadapan atau sedang dalam pertemuan. Ini kata baru dan sedang diadakan campaign / kampanye anti phubbing.

JAUHI PHUBBING

Enam tahun silam, tepatnya pada bulan Mei 2012 para ahli bahasa, sosiolog, dan budayawan berkumpul di Sidney University. Hasil pertemuan tersebut melahirkan satu kata baru dalam tata bahasa Inggris.

Kata tersebut adalah phubbing. Yaitu sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget ditangannya, sehingga ia tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di dekatnya.

Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, dunia sampai memerlukan sebuah kata khusus untuk penyebutannya. Kini kata phubbing secara resmi sudah dimasukkan dalam Kamus Bahasa Inggris di berbagai negara.

Sampai saat ini Bahasa Indonesia belum memiliki kata serapan dari phubbing ini. Padahal kita sendiri sering berbuat phubbing. Misalnya saat berbicara dengan petugas teller di bank, tangan kita sambil memainkan gadget.

Ketika menemani anak-anak mengerjakan tugas sekolah, setiap satu menit sekali kita melirik layar handphone kalau-kalau ada notifikasi yang masuk.

Pada momen makan berdua di restoran dengan istri/suami/pacar/temen/ anak… yang terjadi sekarang.. hp diletakkan sedekat mungkin di sisi kita dan mampu menyela obrolan apapun ketika ada suara pesan dari medsos.

Ya.. Kita sudah menjadi phubber sejati.

PHUBBING = kependekan dari kata : PHONE and SNUBBING; diciptakan oleh Alex Haigh seorang Australia. Dalam penelitiannya menemukan fakta mengabaikan sesama dalam masyarakat dan keluarga saat bertemu.

Saudaraku, mari kita benahi diri sendiri. Tidak berarti kita berhenti gunakan HP, tapi setidaknya kurangi phubbing sebisa mungkin.

HORMATILAH ORANG – ORANG DISEKITAR ANDA, JANGAN SAMPAI ANDA DIKATAKAN TIDAK MEMPUNYAI SOPAN SANTUN OLEH ORANG DISEKITAR ANDA

Jangan sampai handphone yang kita beli dengan keringat hasil usaha sendiri ini, justru memisahkan kita dengan teman, dengan sahabat, bahkan memisahkan kita dari saudara, orangtua, anak dan suami atau istri

Bamsoet Gandeng ILUNI UI Review Berbagai Produk UU

JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) akan bekerjasama meninjau kesesuaian berbagai produk undang-undang (UU) terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Program tersebut merupakan kelanjutan dari legislative review yang pernah digagas Bamsoet saat dirinya menjabat Ketua DPR RI.

“Sejak didirikan pada tahun 2003, hingga tahun 2020 ini Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 2.088 perkara uji materi terhadap 699 UU. Produk UU di Indonesia jumlahnya sangat banyak sekali, tak menutup kemungkinan masih akan ada lagi yang dibawa ke MK. Sejauh mana kesesuaian ribuan UU tersebut dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, perlu ditelusuri lebih jauh. MPR RI sebagai bagian dari ‘penjaga konstitusi’ punya kepentingan memastikan nafas Pancasila dan UUD NRI 1945 selalu berada dalam setiap UU yang dihasilkan, sehingga tak memberatkan beban kinerja MK,” ujar Bamsoet saat menerima pengurus ILUNI UI 2019-2022, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Rabu (19/8/20).

Pengurus ILUNI UI 2019-2022 yang hadir antara lain, Ketua Umum Andre Rahadian, Bendahara Umum Ratu Febriana Erawati, Wakil Sekjen Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, Policy Center Rizky, Project Officer Devandra Maula Zakki, dan Ketua ILUNI Fakultas Hukum UI Ashoya Ratam.

Mantan Ketua DPR RI ini menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Ketua ILUNI Fakultas Hukum UI Ashoya Ratam membahas seputar pandemi Covid-19 yang telah membuat dunia kerja terhambat. Salah satunya menimpa profesi pelayanan di bidang hukum.  Berbeda dengan pengacara yang bisa memberikan pelayanan konsultasi secara online, serta pelaksanaan proses peradilan melalui elektonik sebagaimana Surat Edaran Mahkamah Agung No.1 Tahun 2020, untuk profesi Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) belum tersentuh kemudahan melakukan pekerjaan secara online.

Alasannya, karena ketentuan kehadiran fisik dalam membacakan dan penandatanganan akta. Jika dilihat lebih jauh, ketentuan kehadiran fisik tersebut sebenarnya tak tertuang secara langsung dalam UU No. 12/2011 yang kemudian diubah dengan UU No.15/2019 tentang Jabatan Notaris.

Pasal 16 ayat 1 hurup m menyatakan bahwa Notaris wajib membacakan Akta dihadapan penghadap dengan dihadiri oleh paling sedikit dua orang saksi, atau empat orang saksi khusus untuk pembuatan Akta wasiat di bawah tangan, dan ditandatangani pada saat itu juga oleh penghadap, saksi, dan Notaris. Ketentuan keharusan hadir secara fisik terdapat dalam bagian Penjelasan Pasal 16 ayat 1 hurup m.

“Karena pandemi Covid-19 membuat kita harus menerapkan social and physical distancing, maka ketentuan harus hadir secara fisik yang terdapat dalam bagian Penjelasan, seyogyanya bisa juga ditafsirkan hadir secara virtual. Sedangkan tanda tangan basah, bisa diganti dengan tanda tangan elektronik yang tersertifikasi. Toh tak mengurangi esensinya, sebagaimana juga sudah diterapkan oleh profesi Notaris di berbagai negara seperti Australia,” tandas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, agar tak menjadi permasalahan hukum di kemudian hari terhadap produk hukum yang dihasilkan Notaris terhadap kehadiran virtual dan tanda tangan elektronik, Kementerian Hukum dan HAM perlu membuat peraturan tersendiri. Sebagaimana MA mengeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung No.1 Tahun 2020 tentang legalitas peradilan elektronik, maupun Kejaksaan Agung yang mengeluarkan Instruksi Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2020 tentang Kebijakan Pelaksanaan Tugas dan Penanganan Perkara Selama Masa Pencegahan Penyebaran COVID-19 Di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

“Dengan demikian Notaris dan PPAT tak perlu dilema menjalankan tugasnya. Mereka tetap bisa bekerja melayani kebutuhan hukum masyarakat di tengah pandemi Covid-19 tanpa perlu takut terpapar virus. Masyarakat serta Notaris dan PPAT sama-sama terlindungi,” pungkas Bamsoet. (*)