Idul Fitri 1443 H

Tugas kita bukanlah menjadi lebih baik dari orang lain. Tugas kita adalah menjadi lebih baik dari diri kita kemarin.

Setiap hari yang masih bisa kita nikmati adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, bukan untuk menyesali apa yang telah terjadi.

Ramadhan terus berlalu, Masih ada waktu untuk terus memperbaiki diri, Karena belum tentu di tahun yg akan datang, kita dapat menemuinya kembali.

Idul Fitri dimaknai sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Kini saatnya terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝘆𝗮 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶 𝟭𝟰𝟰𝟯 𝗛
𝘛𝘢𝘲𝘰𝘣𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘯𝘢 𝘸𝘢 𝘮𝘪𝘯𝘬𝘶𝘮
𝘔𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘶𝘤𝘪𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘵i

A͟͟͟͞͞͞y͟͟͟͞͞͞u͟͟͟͞͞͞n͟͟͟͞͞͞i͟͟͟͞͞͞n͟͟͟͞͞͞g͟͟͟͞͞͞t͟͟͟͞͞͞y͟͟͟͞͞͞a͟͟͟͞͞͞s͟͟͟͞͞͞ W͟͟͟͞͞͞i͟͟͟͞͞͞d͟͟͟͞͞͞a͟͟͟͞͞͞r͟͟͟͞͞͞i͟͟͟͞͞͞ R͟͟͟͞͞͞a͟͟͟͞͞͞m͟͟͟͞͞͞d͟͟͟͞͞͞h͟͟͟͞͞͞a͟͟͟͞͞͞n͟͟͟͞͞͞i͟͟͟͞͞͞a͟͟͟͞͞͞r͟͟͟͞͞͞

Kartini Masa Depan

April … adalah bulan yang penuh arti bagiku. Karena April, bulan dimana kedua anak perempuanku lahir juga suamiku termasuk aku. Anak pertama kami 3 hari sebelum suamiku, lalu tepat seminggu kemudian anak ketiga kami lahir saat puasa tahun 2021 lalu, dan tepat seminggu kemudian lagi, hari lahir saya, jedanya hanya seminggu seminggu. Seistimewa itu April bagi keluarga kecil kami, meski anak laki-laki kami berbeda bulan. Namun, hal yang tambah membuat istimewa sebagai seorang perempuan yang berasal dari Indonesia, saya pun selalu ingat akan Hari Kartini. Karena Kartini masa kini lebih memiliki tantangan dan ujian yang kompleks sebagai seorang perempuan yang mampu menyuarakan kebenaran, keadilan, kebaikan, bekerja menafkahi keluarga, membantu suami saat kesulitan, namun mampu taat terhadap suami disaat kilauan dunia begitu menyilaukan.

Seorang perempuan yang dengan tulisannya mampu merubah masa depan perempuan saat ini. Hal yang harus kita ingat adalah tulisan kita mampu mengubah hidup orang banyak. Karena itulah, jangan pernah berhenti untuk menulis, menulislah apapun yang bisa membawa dampak positif bagi banyak orang. Karena pengetahuan yang kita bagikan merupakan amal jariyah. Kartini pula yang menginspirasi saya untuk terus ingin belajar, jujur sih hobby saya belajar. Rasanya saya ingin memiliki banyak waktu untuk mempelajari banyak hal seperti sekolah bahasa-bahasa Nasional dan dunia, les sekolah perekonomian dan bisnis, les sekolah hukum, les mengaji dan agama juga saya suka karena saya selalu ingin memperbaiki diri dan rasanya tenang sekali saat dekat dengan Allah. Sehingga jika ada hal negatif dihadapan saya pun akan tetap tersenyum menerimanya karena yakin Allah yang menyelesaikannya melalui cara-Nya didunia ini.

Satu kalimatmu mampu mengubah dunia, entah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, itu tergantung apa yang kau tulis, dan ingat tulisanmu bisa menjadi pahala atau dosa jariyah mu. Namun tetaplah menulis karena belajar adalah proses yang tak akan pernah berhenti sampai kita mati.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesos

Kartini Masa Depan… entah kenapa langsung terbesit dikepala saya, dan judul itupun saya gunakan untuk acara di kantor saya. Saya ingin para perempuan muda generasi sekarang yang terbiasa dimanjakan oleh gadget dan kemudahan internet mulai berpikir dan berusaha lebih keras lagi untuk hidup mereka.

Sayangnya, seringkali perempuan justru menjatuhkan perempuan lainnya dan lebih dikuasai oleh emosi daripada logika mereka. Mungkin saya sedikit dari perempuan yang berpikir logis dan berani mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidup. Sejak usia 19 tahun saya sudah memutuskan magang untuk belajar bekerja diperusahaan-perusahaan besar. Saya menyukai setiap pekerjaan yang saya lakukan meski saat itu saya dengan inisiatif pribadi mengajukan untuk membantu para senior disana walau hanya sekedar foto kopi, minta tanda tangan ke VP dan BOD. Ayah saya seorang pejabat negara di Provinsi DKI, namun tidak pernah terlintas dibenak saya untuk menggantungkan hidup padanya dan siapapun. Justru saya bertekad siapapun yang mengenal saya yang suka pada pekerjaan saya, bangga terhadap saya itu karena apa yang saya lakukan bukan siapa dibelakang saya. Jadi hingga saat ini saya bisa menjadi seperti sekarang bukanlah hanya dibangun setahun dua tahun, tapi sejak usia saya 19 tahun (16 tahun yang lalu).

Kartini masa depan, bukan mereka yang menyerah pada keadaan, bukan mereka yang takut akan masa depan saat perubahan datang, bukan mereka yang menjatuhkan orang lain saat ingin berhasil, bukan mereka yang manja dan bergantung pada orang lain. Namun, KARTINI MASA DEPAN adalah mereka yang melihat peluang saat keadaan menghimpit, mereka yang berani menghadapi masa depan apapun resikonya, mereka yang selalu meraih dan mengajak orang lain untuk maju dan sukses bersama, mereka yang mandiri dan memiliki hidupnya sendiri.

Saya harap Anda semua yang membaca tulisan ini adalah Kartini Masa Depan. Perbanyak membaca, memperluas wawasan, bukan hanya bangga berkumpul dengan para sosialita namun isi kepala kosong dan tidak memiliki visi dan misi dalam hidupnya untuk orang lain. Pergaulan dan organisasi hanya ajang untuk unjuk diri eksistensi. Tahukah Anda, bahwa banyak para Kartini yang tidak terekspose namun mereka melakukan hal-hal besar yang luar biasa dalam hidup mereka untuk orang banyak.

Selamat Hari Kartini, habis gelap terbitlah terang. Tajamkan penamu untuk menulis dan menginspirasi orang lain dengan tulisanmu, karena saat kita meninggal dunia, tulisanmu akan berguna bagi mereka yang membacanya.

Ketika kamu SEDIH, KECEWA, dan MENDERITA

Tuhan memang telah meyediakan semua yang kita butuhkan di dunia ini untuk kita nikmati, untuk kita gunakan untuk berbagai keperluan kita. Namun kadang kala, dalam hidup tidak semua hal berjalan sesuai pesanan. Tentu ada masa dimana kita harus berusaha lebih dari yang lain, kita harus berada dibawah dan berada ditempat yang gelap. Namun ingatlah, Tuhan tidak pernah memberi masalah tanpa sepaket dengan jalan keluarnya.

Apa yang sedang kamu doakan, sedang Tuhan kerjakan. Percayalah semua akan indah sesuai waktu NYA. Tiba-tiba secara tidak sengaja aku membuka youtube muncul di home saya video kakak saya tersayang, mentor saya, dan tentu kalian mengenalnya, Merry Riana. Ya… kami sudah saling mengenal sejak tahun 2011 saat usia saya 24 tahun. Ketika awal saya membaca bukunya, saya hanya berkata pada buku itu “kita tidak akan hanya bertemu, tapi kita akan berteman dan saling mengenal”. Ya… itulah kekuatan kata-kata, dan kata-kata adalah doa, selang sebulan kemudian bayangkan dari orang yang tidak saya kenal Tuhan bilang ada acara Merry Riana di Jakarta Barat, saya membeli tiketnya bersama adik ipar saya (istri dari kembaran saya yang sudah berpulang kepada Allah tahun 2019 lalu). Singkat cerita akhirnya dalam hal tertentu saya membantu beliau dan akhirnya kami berteman. Saya diundang keacara beliau sebagai VIP, bahkan saya dikirim ke acara seminar internasional di Singapore. Masa muda saya juga penuh perjuangan, karena meski orang tua saya cukup mampu dan kami dari keluarga cukup namun tidak kaya raya, jadi etos orang tua dalam mendidik sungguh luar biasa, dan saya bersyukur diusia kelas 6 SD hingga kuliah sampai kerja merasakan perjuangan naik turun angkot, ojek, metro mini, bahkan SMA saya harus terpaksa naik kereta api sendirian untuk pertama kalinya karena mau cepat dan irit ke kantor ibu saya, bermodalkan keberanian dan menggunakan seluruh sumberdaya yang Tuhan ciptakan, yaitu pikiran, tenaga, dan mulut untuk bertanya. Tapi, tulisan kali ini bukan tentang itu. Saya sedang tidak ingin menceritakan kisah biografi hidup saya, doakan saja semoga kelak pada waktunya saya akan membuat buku dan menginspirasi dunia seperti Oprah Winfrey hehehe… dan seperti Merry Riana tentunya.

Dalam youtube tersebut, miss Merry berkata : “Kadang banyak hal buruk yang terjadi kepada orang baik, kadang musibah menimpa kepada orang tak bersalah. Kadang hidup merasa tidak adil, dan ketika kita tahu orang yang kita cintai mengalami musibah itu, bahkan ketika kita sendiri mengalami musibah itu sedih sekali rasanya. Kecewa dan hancur hati ini pasti. Dan kalau kamu sedang mengalami masa-masa kelam itu, hari ini saya ingin bilang “ITS OKAY, “ tidak ada yang salah kalau kamu merasa sedih, tidak ada yang salah ketika kamu merasa kecewa, tidak ada yang salah untuk kamu menitikan air mata.

Ketika tantangan datang bertubi-tubi dengan pukulan demi pukulan yang begitu keras dan membuat kamu terluka, ketika hidup seakan-akan mengejarmu dengan begitu banyak permasalahan demi permasalahan, percayalah bahwa sesungguhnya ada pelajaran besar yang terselip bersamanya. Yah… mungkin pukulan keras itu bukan untuk membuatmu terluka, tapi untuk membuatmu berubah. Tuhan bukan sedang menghukummu, tapi mungkin Tuhan sedang mengarahkanmu. Percayalah, kamu akan bertumbuh ditengah masa sulitmu, percayalah ada anugerah dibalik sebuah musibah. Tapi pertanyaan terpentingnya adalah “Apakah kamu mau melalui masa sulit itu?”

Ketika kamu dihadapkan dengan ujian dengan ujian, cobaan dengan cobaan, hinaan demi hinaan. Apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu membiarkan masa yang sulit ini membunuh harapanmu? Apakah kamu membiarkan situasi ini melemahkanmu? Membuatmu terjatuh dan rapuh? Membuatmu ragu dan melumpuhkanmu? Atau sebaliknya? Masa sulit ini kamu hadapi dengan keberanian, masa sulit ini kamu hadapi dengan sebuah keputusan. Keputusan untuk tidak hanya berdiam diri. Keputusan untuk tidak menghindar dan berlari dari kenyataan. Tapi keputusan untuk maju, hadapi segala hal yang terjadi, keputusan untuk bangkit dan terus melangkah dan terus melangkah dan terus melangkah. Keputusan untuk terus berjalan apapun keadaannya. Keputusan untuk tidak pernah menyerah dan keputusan itulah yang nantinya akan mengubah hidupmu selamanya. Terus berjuang!

Ya berjuang, karena bertahan saja tidak cukup untuk mengubah keadaan. You’ve gotta fight! You’ve gotta be strong! Fight till the end and Never give up. Tahukah kamu bahwa perjuangan itu bukan proses penderitaan menuju kemenangan, namun perjuangan itu proses memantaskan diri untuk meraih kemenangan. Kemenangan yang tidak lama lagi akan kamu dapatkan. Jadi, apapun yang sedang terjadi sesulit apapun hal yang sedang kamu hadapi, segelap apapun jalan yang sedang kamu lalui, saya ingin kamu tidak berhenti disini. Saya ingin kamu tahu, bahwa kamu berharga. Saya ingin kamu tahu, bahwa kamu sanggup, kamu mampu, kamu bisa. Ketika kamu menonton video ini itu artinya Hidup masih mau kamu mencoba lagi. Tuhan masih mau kamu bangkit lagi. Percayalah kamu tidak sendiri. Saat ini ada orang-orang yang senantiasa memikirkanmu dan memanjatkan doa untukmu.

Jangan menyerah, jika tidak ada pundak untuk bersandar setidaknya masih ada lantai untuk bersujud. Berdoalah dan jangan pernah berhenti berharap kepadaNYA, dan teruslah berusaha. Berserah tapi tidak menyerah. Tetaplah melangkah dengan iman dan harapan. Saya percaya pasti ada jalan, saya percaya kamu pasti bisa membalikan keadaan.”

Dikutip pada 1 February 2022

Mendengar itu semua, tentunya kita juga tahu, namun tahu saja tidak cukup. Kita manusia, tidak sempurna. Diingatkan alias di charge untuk mendengar hal yang memotivasi diri itu sangat perlu. Karena motivasi alias mood bisa naik turun. Ada orang yang kalau dikasih tahu hal semacam ini hanya berkata “teori” namun bagi saya itu hanyalah orang yang Tuhan tutup hati dan pikirannya untuk mendapatkan petunjuk dan kekuatan dari Tuhan. Jadi, untuk kamu juga yang sedang membaca tulisanku ini, ingatlah tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan sudah mengatur segalanya bahkan sehelai daun jatuh dari pohonnya pun Allah sudah tetapkan. Semoga kamu semakin kuat, positif, dan yakin untuk terus bergerak meraih segala impian yang akan membuatmu bahagia.

Best regards,

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar J.P.

Kegiatan Natal dan Tahun baru 2022 Diesel One Solidarity bersama Forum Pemuda NTT

Sabtu (22/01) merupakan hari yang membahagiakan bagi organisasi Forum Pemuda NTT yang berdomisili di Jabodetabek. Karena hari itu merupakan moment berkumpulnya para tokoh dan kerabat dari NTT untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama, meskipun di laksanakan di Jakarta, tepatnya Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ir. Ahmad Riza Patria, Kepala Kesbangpol DKI Drs. Taufan Bakri, M.Si , dan beberapa tokoh masyarakat seperti Tokoh Muslim Habib Zein Asegaf dan H. Bram. Ketua Umum Forum Pemuda Cendana Wangi NTT Yohanes Hiba Ndale, Masudin Ahmad – Sekretaris Jendral. Onkar On Manimabi-Ketua Pelaksana dan Darius D Deusritus – Sekretaris Pelaksana.

Saya, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar selaku Corporate Secretary Diesel One Group yang mengkoordinir dan bertanggung jawab salah satunya segala bentuk CSR yang disupport oleh Yayasan. Pada saat itu pula saya mewakili Owner / CEO Diesel One Group, Bapak Dicky Yohanes, dimana beliau menitipkan salam dan mengucapkan selamat Natal dan Tahun baru untuk semua yang hadir pada acara tersebut.

Pidato sambutan selaku sponsor utama Diesel One Solidarity yang disampaikan oleh AWR mewakili CEO Bapak DY

Tahun baru adalah sarana bagi kita untuk kontemplasi diri. Mari kita bertumbuh menjadi hamba Allah yang lebih baik. Semoga tahun baru ini rasa syukur kita semakin bertambah dan kebahagian serta kemakmuran selalu menaungi kita semua. Mari senantiasa kita saling tolong menolong, lebih banyak diam saat menaggapi sesuatu, karena di akhir zaman ini begitu banyak fitnah dan ghibah dimana-dimana. Merasa bersalah cukup dengan meminta maaf terhadap diri sendiri, Tuhan, dan yang bersangkutan dengan sungguh-sungguh. Tidak perlu memikirkan bagaimana reaksi orang lain terhadap kesalahan yang pernah kita perbuat, karena Allah Maha Tahu, dan kita hidup bukan di judge oleh manusia. Jadikan semua ujian sebagai bagian proses menjadi manusia yang lebih baik lagi karena ada yang menkoreksi kesalahan kita, dan jadikan tanggapan orang yang berpikir negative tentang kita menjadi pembuka rezeki kita, doakan mereka yang baik-baik saja, seperti Nabi-Nabi pendahulu kita khususnya agama kepercayaan saya islam, Nabi Muhammad S.A.W.

Sesi foto bersama seusai pidato Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus abang saya yang luar biasa baiknya.
Saya dan beberapa tamu VIP pada saat memasuki lokasi acara
Rangkaian Acara Natal dan Tahun Baru
Dihadiri oleh seluruh warga NTT dari Jabodetabek
Acara Laporan Panitia & Sambutan dari Ketua FPNTT, Ayuningtyas Widari Ramdhaniar sponsor utama dari Diesel One Solidarity, Ir. Ahmad Riza Patria selaku Pimpinan Daerah sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta

Terima kasih atas semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan yang luar biasa menyatukan ini. Semoga niat baik kita menjadikan Indonesia lebih tentram dan nyaman sebagai rumah bersama.

Diesel One Solidarity, We Rise by Lifting Others!

Tahun Baru 2022

Happy New Year from AWR

Selamat Tahun Baru 2022 buat semua… terima kasih Ya Allah atas semua yang telah Kau berikan kepadaku, yang sedang Kau berikan kepadaku, dan yang akan Kau berikan kepadaku. Aku bersyukur, jadikan aku pribadi yang lebih baik lagi. Ya Allah Engkau Maha Tahu atas SEGALA kejadian yang terjadi dalam setiap hidup umat MU di seluruh Muka Bumi ini. Engkaulah yang memiliki kami, ubun-ubun (nasib) kami, dan hati serta jiwa raga kami. Tak ada satupun yang kami miliki di dunia ini, karena semua milikMU. Apa yang Kau titipkan padaku hanyalah semu, bukan miliku… baik itu pasangan hidup, bahkan darah daging ku sendiri (anak), harta, jabatan, pekerjaan, dan segalanya, yang hanya akan aku pertanggung jawabkan kelak di akhirat nanti. Jadikan aku manusia yang lebih baik lagi.

Jika ada yang membenciku, aku bertawakal padaMU karena sehelai daun jatuh dari pohonnya pun atas izin Allah, seperti tertuang dalam Al-Quran “dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)…” (Al-An’am:59). Aku serahkan seluruh hidup dan matiku pada MU, biarlah Allah yang mencukupkanku. Karena aku yakin tidak ada satupun dialam semesta ini yang terjadi secara kebetulan. Hal tersebut aku yakini dalam agama keyakinanku, islam. Al-Quran menuliskan “…. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya).” (Ar-Ra’d:2). Dalam ayat lain juga dikatakan “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Qamar:49).

Saat mengingat ayat-ayat NYA hati ini merasa lebih tenang karena segala urusanku yang tak mampu aku hadapi atau terlihat tidak masuk akal Allah lah yang mencukupkanNya. Dan segala kejadian pasti karena kesalahan-kesalahanku, wise man say menyalahi diri sendiri jauh lebih baik dan tenang daripada menyalahkan orang lain. “Tiada suatu bencana pun yang meninmpa di bumi dan (tidak pul) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhful Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Al-Hadiid:22).

Allah lah yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaima berawal dan berakhir. Dia pulalah yang menentukan setiap gerakan bintang-bintang di jagat raya, kondisi setiap makhluk Nyaa di bumi, cara hidup seseorang, apa yang dikatakan dan lakukannya, apa yang akan dihadapinya. Bahkan termasuk Allah yang membiarkan seseorang menjadi tidak beriman atau tidak diberi hidayah. Jadi, semua atas izin-Nya.

-AWRJP-

Dalam tulisan ini aku ingin meminta maaf… semoga hidup disisa usia kita menjadi lebih bahagia dan bermanfaat untuk orang lain dengan meyakini semua atas izin Allah.

Maafkan aku, karena mungkin aku pernah iri menggibahmu hingga aibmu tersebar, pernah menjanjikanmu tapi tak pernah kutepati, pernah membohongimu tak tak pernah kau sadari, pernah meminjam milikmu tapi tak pernah kukembalikan, pernah meremehkanmu hingga dirimu tersingkir, pernah membencimu hingga kuhalangi dirimu, pernah memujimu hingga membuat dirimu riya, pernah mendukungmu tapi bukan pada tempatnya, pernah memberimu saran tapi malah menjebakmu, pernah menasehatimu tapi justru menyesatkanmu, pernah menawari jasaku tapi tak pernah kulaksanakan, pernah memberimu sejuta harapan hingga membuatmu jatuh, pernah memberikanmu sesuatu tapi tak sepantasnya, pernah menghiburmu tapi justru menyedihkanmu, pernah memanfaatkanmu hingga merugikanmu. Tapi… dengna jiwa dan nafas baru yang suci ini.. ku yakin qolbumu terbuka lebar untuk menerima kesalahanku.

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA…

From : Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesos

Hari Penghapusan Perbudakan Internasional diharapkan mampu menghapuskan perbudakan modern di era saat ini.

Setiap tanggal 2 Desember, warga dunia memperingati sebagai Hari Penghapusan Perbudakan Internasional atau International Day for the Abolition of Slavery. Sejarah peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, 2 Desember, menandai tanggal pengadopsian, Konvensi Penindasan Terhadap Orang-orang yang Diperdagangkan dan Eksploitasi Terhadap Orang Lain dalam resolusi Majelis Umum PBB No 317 (IV) pada 2 Desember 1949.

Konvensi ini merupakan salah satu tonggak perjalanan dalam upaya memberikan perlindungan bagi korban, terutama bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak, atas kejahatan perdagangan manusia.

-AWR-


Fokus dari peringatan Hari Penghapusan Perbudakan yakni pemberantasan bentuk perbudakan kontemporer seperti perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, kawin paksa dan perekrutan paksa anak-anak untuk digunakan dalam konflik bersenjata.


Pada dasarnya, ini mengacu pada situasi eksploitasi yang tidak dapat ditolak atau ditinggalkan oleh seseorang karena ancaman, kekerasan, paksaan, penipuan, dan penyalahgunaan kekuasaan.


Bentuk Perbudakan Modern Bentuk-bentuk perbudakan ini adalah hasil diskriminasi yang sudah berlangsung lama terhadap kelompok yang paling rentan dalam masyarakat, seperti kelompok yang dianggap dari kasta rendah, suku minoritas, dan masyarakat adat.

1. Kerja Paksa Di samping bentuk-bentuk kerja paksa tradisional, sekarang terdapat bentuk-bentuk kerja paksa yang lebih kontemporer, seperti pekerja migran, yang telah diperdagangkan untuk eksploitasi dalam berbagai sektor ekonomi seperti: – Bekerja sebagai budak dalam rumah tangga, – Industri konstruksi, – Industri makanan dan garmen, – Sektor pertanian dan, – Prostitusi paksa.

2. Pekerja Anak Secara global, satu dari sepuluh anak di dunia menjadi pekerja anak. Mayoritas pekerja anak yang terjadi saat ini adalah untuk eksploitasi ekonomi. Padahal hal itu bertentangan dengan Konvensi Hak Anak, yang mengakui “hak anak untuk dilindungi dari eksploitasi ekonomi dan dari melakukan pekerjaan apapun yang kemungkinan besar berbahaya atau mengganggu pendidikan anak, atau berbahaya bagi kesehatan anak atau perkembangan fisik, mental, spiritual, moral atau sosial.”

3. Perdagangan Manusia Perdagangan manusia ini memiliki arti perekrutan, pengangkutan, pemindahan, menyembunyikan orang, melalui ancaman atau menggunakan kekerasan atau bentuk-bentuk paksaan lainnya dan memiliki tujuan eksploitasi. Terkait dengan upaya untuk menghapus berbagai bentuk perbudakan, ILO telah mengadopsi Protokol Baru yang mengikat secara hukum yang dirancang untuk memperkuat upaya global untuk menghapus kerja paksa, yang mulai berlaku pada November 2016.


Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan kepada semua negara untuk dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi komitmen mereka, terus memperkuat tekad dan keberanian mereka untuk memerangi perdagangan manusia, dan memperkenalkan sistem hukum yang efektif untuk tujuan ini. Selain itu, lebih dari 150 juta anak dikurangi menjadi pekerja anak, terhitung hampir sepersepuluh anak di dunia.

Berikut beberapa fakta dan angka mengenai kasus perbudakan modern:

1. Diperkirakan total 40,3 juta orang di seluruh dunia telah menjadi korban perbudakan modern, dimana sekitar 24,9 juta telah dipaksa untuk bekerja dan 15,4 juta telah menjadi korban kawin paksa.

2. Untuk setiap 1.000 orang di dunia, 5,4% adalah korban perbudakan modern.

3. Untuk setiap 4 budak, salah satu di antaranya adalah anak di bawah umur, 24,9 juta orang menjadi sasaran kerja paksa, dimana 16 juta di antaranya dieksploitasi di sektor swasta, seperti pekerjaan rumah tangga, konstruksi, atau pertanian; 4,8 juta menjadi sasaran eksploitasi seksual paksa; 4,1 juta dipaksa bekerja oleh otoritas nasional.

Perempuan dan anak perempuan secara khusus terkena dampak kerja paksa, 99% korban di industri seks komersial adalah perempuan, sedangkan di industri lain proporsinya hanya 58%.


Oleh karenanya Mengapa kita perlu memperingati Hari Penghapusan Perbudakan Internasional? karena ini adalah kesempatan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang masalah terkait, yakni pemberantasan bentuk perbudakan modern seperti perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, kawin paksa, dan perekrutan paksa anak-anak untuk digunakan dalam konflik bersenjata.


Akhirnya setiap tanggal 2 Desember, warga dunia memperingati sebagai Hari Penghapusan Perbudakan Internasional atau International Day for the Abolition of Slavery.

PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN PERUSAHAAN SWASTA DITAHUN 2022 DALAM MENCAPAI SDGs 2030

Saat ini tata kelola sebuah perusahaan tumbuh dari tuntutan pertumbuhan dan keberlanjutan, baik ditinjau dari sisi perusahaan, industri, maupun negara. Dari sisi yang lebih luas, demi kepentingan bersama dan didasari oleh semangat niat baik yang dilakukan secara sukarela yaitu dimensi penopang tata kelola perusahaan. Kemudian asepek-aspek dimensi lainnya adalah suatu kondisi khusus yang disebut “comply or explain” (patuh atau jelaskan), kondisi dimana meminta perusahaan untuk mematuhi standart tata kelola yang tercantum dalam pedoman tata kelola atau JIKA TIDAK maka perusahaan harus menjelaskan, mengapa hal ini tidak dipatuhi dengan harapan dapat dijelaskan juga KAPAN perusahaan dapat mulai mematuhi pedoman ini.

Hal lain dalam dimensi penopang tata kelola adalah kontrol publik (stakeholders). Karena para stakeholders memiliki kepentingan dan juga peduli pada situasi dan dampak dari kegiatan usaha perusahaan. Harapan mereka adalah para pelaku usaha tidak hanya melihat target dalam waktu singkat tapi justru melihat dalam jangka panjang dan peduli pada implikasi kepada generasi penerus dan lingkungan.

Pada tahun 2022 dimana tepat Indonesia selama satu tahun yang dimulai pada 1 December 2021 ini memegang tonggak sebagai Presidensi G20, sementara sudah sampai mana capaian kinerja kita dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SGDs 2030), tentu saja ini tidak dapat dicapai tanpa kerjasama dari berbagai pihak, terutama pasca pandemi covid-19 ini private sector harus lebih banyak terlibat untuk capaian ini. Tanpa kerjasama maka capaian SDGs 2030 tidak akan tercapai, dan saya rasa 2022 mendatang sektor swastalah yang harus memegang kepemimpinan pencapaian SDGs sebagai stakeholders bagi Pemerintah, karena itu berarti swasta mendukung apa yang sudah diagendakan oleh Pemerintah bahkan di perpreskan nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Perusahaan yang menerapkan CSR dipandang memiliki kepedulian kepada lingkungan sekaligus mencerminkan kepedulian terhadap stakeholdersnya (karyawan, pimpinan, masyarakat, pemerintah, dan shareholdersnya). Managemen keberlanjutan yang mengusung konsep triple bottom line atau dikenal dengan istilah 3P (People, Profit, Planet) sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Oleh karenanya penting sekali bagi perusahaan dapat memberikan keterengan seluas-luasnya kepada para stakeholdernya dalam bentuk sustainability report (laporan berkelanjutan) dan integrated report (annual report).

Salah satu bentuk CSR yang sering diterapkan di Indonesia adalah community development, yaitu penekanan terhadap pembangunan sosial dan pembangunan kapasitas masyarakat setempat yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang serta PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Negara menaruh harapan besar kepada sektor swasta untuk minimalnya disekitar unit bisnis mereka untuk meng-empower masyarakat disekitar unit bisnisnya, sehingga geliat UMKM terus berkembang, terutama UMKM yang memiliki inovasi pada bisnis mereka, karena diera sekarang perusahaan rintisan justru menjelma menjadi raksasa baru dengan modal inovasi. Sehingga para UMKM dapat beradaptasi dimasa sulit ini kearah kemandirian yang berkelanjutan dan kesiapan menghadapi persaingan ekonomi dunia usaha.

Setiap produk CSR yang disalurkan kemasyarakat dikaitkan dengan pilar-pilar pembangunan SDGs karena saya yakin misal ada perusahaan yang memberikan sanitasi air bersih itu artinya sudah menjalankan pilar Lingkungan pada point SDGs No.6 yaitu Air Bersih dan Sanitasi Layak. Lalu ada perusahaan yang berfokus pada investasi dibidang Energi Baru Terbarukan (EBT) berarti masuk pada point 7 (energi bersih dan terjangkau) dan point 9 mengenai industri, inovasi dan infrastruktur pada pilar pembangunan ekonomi, serta point 13 (climate action) pada pilar pembangunan lingkungan. Jujur saya sangat mengharapkan pada tahun 2022 nanti seluruh private sector bergabung membuat misalnya Jakarta SDGs Forum, Jawa Barat SDGs Forum dan lainnya disetiap provinsi dan pelaksanaannya di mall agar masyarakat luas terutama generasi Z dan millennial sadar dan teredukasi dengan adanya forum SDGs tersebut dan pemerintah juga bisa melihat sejauh mana efek perpres yang sudah dibuat untuk dilaksanakan diberbagai sektor untuk mencapai SDGs 2030.

AYUNINGTYAS WIDARI RAMDHANIAR, S.I.A.,M.Kesos

SHERPA TRACK PRESIDENSI G20 INDONESIA

PRESIDENSI G20 INDONESIA MERUPAKAN KESEMPATAN SEKALIGUS TANTANGAN MENJAWAB KESIAPAN KITA MENCAPAI SDGS 2030.

Dipenghujung tahun 2021 ini Indonesia mendapatkan kehormatan sekaligus dipercaya untuk memegang Presidensi G20, sebuah forum kerja sama multilateral berpengaruh yang beranggotakan 19 negara dan Uni Eropa. Sebagai sebuah forum yang anggotanya menyumbang 90% Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 80% perdagangan dunia, dua pertiga populasi dunia, dan separuh luas lahan yang ada dibumi. Sehingga G20 merupakan platform strategis bagi Indonesia untuk “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial” sesuai dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Sementara kita juga masih bergelut untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) pada tahun 2030 mendatang. Akan ada dua jalur pada pembahasan G20 nanti yaitu Finance Track yang membahas isu-isu dibidang ekonomi, keuangan, fiskal, dan moneter. Serta Sherpa Track yaitu yang akan membahas isu-isu ekonomi non keuangan seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Saya lebih tertarik membahas Sherpa Track ini karena isu-isu ekonomi non keuangan ini ada disekitar kita sehari-hari. Bagaimana private sector atau perusahaan swasta memiliki kontribusi yang besar terhadap keberlangsungan bisnis mereka karena melibatkan tenaga kerja apakah sistem penggajiannya sudah sesuai atau belum dengan undang – undang, mengenai jam kerja, mengenai hak dan kewajibannya dan lain sebagainya. Private sector ini memiliki peranan penting terhadap penyerapan lapangan pekerjaan di Indonesia dan Dunia. Karena dengan penyerapan tenaga kerja yang maksimal disetiap daerah di Indonesia tentu saja efek dominonya adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat. Hal ini masuk dalam pilar sosial SDGs yaitu PILAR SOSIAL (Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan yang sehat dan sejahtera, pendidikan yang berkualitas, dan Kesetaraan Gender). Bayangkan dalam satu pembahasan TENAGA KERJA bisa membahas langsung 5 point SDGS sekaligus, ditambah jika tenaga kerja tersebut ada perempuan diposisi strategis perusahaan bukan sebagai objek namun sebagai subjek, perempuan itu adalah konseptor yang dimana ide-ide besar muncul dari dirinya, penguasaan lapangan mampu diatasi, dan dapat memperkuat hubungan internal perusahaan serta membawa good image bagi perusahaan diluar. Sebelum memberikan beasiswa kepada orang lain diluar kantor, perusahaan juga dapat memberikan beasiswa kepada karyawannya mereka, maka tercapailah SDGs no 4 yaitu pendidikan berkualitas, bukan hanya kepada tenaga kerjanya sendiri tapi juga keluarganya dan lingkungan unit bisnis perusahaan.

Sekarang kita bahas isu Energi yang memang menjadi banyak ladang uang bagi private sector, namun perlu diingat bahwa pada 2030 nanti Batu Bara sudah tidak dipakai lagi karena tidak ramah lingkungan, sehingga bagaimana kelangsungan pemilik bisnis tersebut? Menurut Kompas.com pada 21/10/21 Pemerintah berencana memberlakukan pensiun dini (early retirement) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara mulai tahun 2030. PLTU tersebut akan diganti dengan energi yang lebih hijau atau energi baru terbarukan (EBT). Hal ini menyusul komitmen Indonesia dalam National Determined Contribution (NDC) Paris Agreement. Dalam dokumen NDC, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030. Artinya hal-hal semacam ini jika tidak disosialisasikan dengan baik para pengusaha tidak siap dengan perubahan bisnis mereka, maka mereka juga bisa bangkrut. Maka perlu peralihan bisnis menuju Energi Terbarukan segera.

Kontribusi sektor energi yang ke depan akan menggantikan peran sektor berbasis lahan itu yang harus diperhatikan dengan baik, sementara kita tahu bisnis Energi Terbarukan membutuhkan biaya modal yang cukup besar, bagaima support pemerintah sendiri terhadap capaian upaya tersebut? Mobil listrik saja tidak disubsidi dan masih banyak beredar dijual mobil tidak ramah lingkungan dijual. Komitmen pemerintah juga harus jelas disini. Lalu penggunaan bio diesel sangat sedikit sekali besaran subsidi dari pemerintah untuk bisnis tersebut. Dari pembahasan energi kita sudah bisa maasuk ke isu yang lain juga yaitu perkebunan (kelapa sawit), industri bisnisnya, energi terbarukan ramah lingkungan, tenaga kerjanya, juga bahkan perdagangannya.

Untuk dimasa pandemi saat ini sektor pariwisata juga mengalami efek yang cukup signifikan dan banyak sekali tenaga kerja dari sektor pariwisata. Diharapkan pembahasan G20 ini membawa kebijakan dunia mengenai pariwisata pasca pandemi covid-19 ini agar lebih baik lagi. Karena kunci negara aman dari keributan dan kerusuhan adalah lapangan pekerjaan untuk dapat membiayai hidup mereka, sekolah anak-anak mereka, makan, dan diharapkan juga konsumsi meningkat. Kesehatan juga berpengaruh saat orang kehilangan pekerjaan maka dampak kesehatan pertama adalah psikologi mereka. Oleh karena itu, semua hal ini sangat berkaitan dan sangat penting dibahas dalam G20 nanti.

Penerapan Good Government Governance di sektor pemerintahan pun masih sekedar retorika dan belum terimplementasikan menyeluruh kedalam diri mereka. Juga penerapan Good Corporate Governance pada sektor swasta. Mungkin baiknya di hitung kembali pendapatan dan pengeluaran dari kalangan menengah sampai kalangan miskin. Karena menurut pengamatan saya yang paling berdampak saat pandemi ini justru kalangan masyarakat menengah. Mau naik keatas gak mungkin mau turun kebawah juga sulit karena tagihan cicilan dimana-dimana sementara penghasilan berkurang bahkan hilang. Karena kalau kalangan masyarakat miskin setiap bulan dapat bantuan dari pemerintah minimalnya untuk makan mereka setiap hari pasti ada dan bisa, sementara kalangan menengah banyak yang gak tau bahwa disekitar kita mau makan aja tidak ada uang namun mereka malu untuk mengungkapkan hal tersebut. Hal ini pula dampak dari korupsi yang merajalela disetiap sektor kehidupan kita.

Oleh karenanya pasti dengan Indonesia memegang Presidensi G20 selama satu tahun penuh ini diharapkan adanya manfaat langsung yang dapat dirasakan karena pertemuan tersebut dilaksanakan secara fisik misalnya peningkatan konsumsi domestik, penambahan PDB nasional, pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Yang terpenting dari semua itu adalah mendapatkan kepercayaan dari investor global untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi dan mendorong kemitraan global yang saling menguntungkan.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, S.I.A.,M.Kesos

Produktivitas Kerja dan Team Work

Setelah 15 tahun bergelut didunia kerja dan bisnis, hal yang selalu melekat adalah produktivitas. Bagaimana saya menciptakan waktu yang produktif semaksimal mungkin baik untuk diri sendiri, lingkungan, dan pekerjaan itu sendiri. Bedanya, saat itu saya masih sendiri dan cenderung telat untuk menikah. Sehingga, saat teman-teman seusia saya sudah memiliki anak besar saya masih bayi-bayi, wah tambah deh PR nya. Tapi waktu yang produktif itu mengikat pada bagaimana KARAKTER MANUSIA nya itu sendiri.

Bagaimana kita menginginkan diri kita menjadi seperti apa dan bagaimana kedepannya akan menentukan hidup kita akan menjadi produktif atau tidak. Sejak kecil saya tidak memiliki gank, tidak ada sahabat yang benar-sahabat, tapi siapapun yang mau bertemu dengan saya dan saat itu bisa bertemu ya kenapa tidak untuk bertemu. Tapi saya memutuskan untuk tidak melakukan pembicaraan sebagai berikut : ghibah alias membicarakan orang lain, fitnah alias menuduh orang lain yang belum tentu dilakukan, serta curhat tentang masalah saya pribadi. Ketiga hal tersebut menjadi GARIS bagi saya menentukan arah pembicaraan. Orang-orang mungkin bisa melihat saya bertemu dengan A-Z siapapun mereka tapi pada saat berbicara ketiga hal tersebut tidak akan saya layani dan dengan tegas saya menjawab dengan bijak.

Hal itulah yang akhirnya membawa kepada seleksi alam. Ingatlah bahwa Allah memyatukan orang-orang yang sama, itu adalah ENERGI. Orang baik bertemu dengan orang baik, orang tidak baik akan bertemu dengan orang tidak baik. Jadi bagi saya, sebelum mengharapkan ingin berteman dengan siapa atau lingkungan yang seperti apa, lihatlah pada diri sendiri, sudah cukupkah kita dengan mental seperti yang kita inginkan dari orang lain. Karena meminta seusatu itu selalu mudah, tapi tidak dengan kejujuran terhadap diri sendiri.

Karena melawan EGO ke-Aku an itu begitu sulit sehingga itulah yang membuat dunia belum mencapai kedamaian. You know what, jika Anda menginginkan Dunia menjadi lebih baik, perbaikilah diri Kita sendiri, karena percayalah merubah orang lain jauh lebih sulit daripada merubah diri sendiri.

Saat ini, Allah mulai menyeleksi pertemanan saya dengan orang-orang paling produktif. No ghibah, No Fitnah, No Curhat. Isinya aseli hanya SHARING Knowledge, bisnis, dan opportunity. Thanks to Covid, memang kita perlu sejenak dijauhkan dari semua manusia agar lebih dapat intropeksi kedalam dan melihat dengan jelas keluar mana arah yang sebenar-benarnya. Saya memiliki team work yang luar biasa memiliki energi yang sama untuk membesarkan perushaan dan organisasi bersama-sama.

DNA kami seolah bersatu dalam lingkungan kerja yang produktif bahkan dihari weekend kami bisa tetap megurus keluarga masing-masing sambil membicarkan peluang serta perbaikan kedepan bagi perusahaan dan organisasi.

THANK YOU ALLAH, ENGKAU MAHA BAIK

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, SIA., M.Kesos

Have a courage and be kind

Kalau Anda tipe orang yang tidak punya keberanian, Anda selalu menyerah setiap kali hidup mempermainkanmu. Jika Anda tipe seperti itu, seumur hidup Anda hanya cari aman, melakukan hal-hal benar, menyelamatkan diri untuk peristiwa yang tidak akan pernah terjadi. Anda pun akan meninggal sebagai orang tua yang membosankan. Anda punya banyak teman yang benar-benar menyukai Anda karena Anda pekerja keras yang baik. Namun, sebenarnya Anda membiarkan hidup membuatmu menyerah. Dilubuk hati terdalam Anda takut mengambil resiko. Anda benar2 ingin menang, tapi rasa takut akan kekalahan lebih besar daripada sukacita kemenangan. Jauh di dalam hati, Anda dan hanya Anda yang tahu bahwa Anda tidak berusaha mencapai kemenangan. Anda memilih bermain aman.

Kalau Anda berpikir orang lain penyebab masalah Anda maka Anda harus mengubah orang lain tersebut. Tapi kalau Anda sadar bahwa Andalah masalahnya, maka Anda bisa mengubah diri Anda, belajar sesuatu, dan menjadi lebih bijaksana. Kebanyakan org ingin dunia berubah, tapi diri mereka tidak. Let me tell u something, Lebih mudah mengubah diri sendiri daripada mengubah orang lain!

Robert Kiyosaki

Hal diatas banyak sekali terjadi pada setiap orang, entah dalam dunia pernikahan, percintaan, pekerjaan, pertemanan, bisnis, dan lain sebagainya. Tidak ada hal apapun sebenarnya yang perlu ditakutkan, karena sebenernya hal yang ditakutkan belum tentu terjadi. Ingat itu hanya ada di kepala mu saja!!!!!

Aneh… kenapa Anda lebih takut manusia daripada takut Tuhan?? Kenapa Anda khawatir berkata jujur tentang apa adanya yang terjadi dalam hidup Anda kepada pasangan Anda atau rekan bisnis Anda karena setiap kebohongan akan ada kebohongan lain, bayangkan berapa banyak dosa yang sanggup Anda pikul. Kalau saya lebih memilih jujur dan ribut besar sebentar tapi dan semua jelas, tinggal ambil keputusan. Daripada berbohong dan berkepanjangan masalah tak kunjung selesai.

Ingatlah, lebih baik dibohongi daripada dicap PENIPU / PEMBOHONG. BE GENTLE yaaa guys… saya orangnya kayak orang bule soalnya sih apa-apa lebih suka terus terang tapi no heart feeling, ga perlu berlarut-larut berbohong dan move on. karena bagi saya jujur berarti memperlakukan orang lain dengan baik alias respect.

Jadi, BERANILAH dan TETAP BERBUAT BAIK pada setiap orang, karena jujur lebih baik meski menyakitkan daripada bohong dengan kalimat manis.

-Tyastar-

#JPAWR #AWRJP #Ateam #A4