Earth Day Everyday for Palm Oil

Earth Day 2020 everday is earth day for Palm Oil

Earth Day Everyday!!!

Kebun sawit Indonesia bukan sekedar menghasilkan minyak sawit saja. Kehadiran kebun sawit sebagai penghasil minyak berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup di bumi. Kok bisa?

Pertama, kebun sawit membersihkan sampah karbondioksida pada udara bumi. Sebagaimana diketahui setiap tahun udara bumi kita di kotori dengan gas karbon akibat penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara, gas alam, dll, terutama dari negara-negara maju dan negara padat penduduk. Gas karbon inilah penyebab pemanasan global. Sampah gas karbon tersebut diserap oleh kebun-kebun sawit. Setiap tahun kebun sawit Indonesia menyerap sekitar 2 milyar ton gas karbondioksida dari udara bumi sehingga mengurangi sampah karbon pada udara bumi.

Kedua, Kebun-Kebun Sawit Indonesia setiap tahun menghasilkan sekitar 200 juta ton oksigen setiap tahun. Oksigen tersebut dibagikan secara gratis ke seluruh masyarakat dunia.

Ketiga, minyak sawit merupakan bahan energi berkarbon rendah yang dapat menggantikan energi kotor/berkarbon tinggi seperti minyak bumi, batubara, gas bumi. Selama ini energi kotor tersebut telah menimbulkan polusi lingkungan khususnya emisi karbon pada atmosfir bumi sehingga secara bertahap perlu dikurangi penggunaanya. Minyak sawit merupakan pengganti energi kotor tersebut. Solar diesel digantikan dengan biodiesel, Premium digantikan biopremium, Avtur diganti bioavtur dari minyak sawit. Penggantian energi kotor tersebut dengan bioenergi dari sawit dapat menurunkan emisi karbon sampai 62 persen bahkan lebih.

Keempat, Ketersediaan minyak sawit secara internasional khususnya dalam 20 tahun terakhir,merupakan bahan deterjen bersih yang ramah lingkungan dan dapat terurai secara alamiah (biodegradable). Saat ini sebagian deterjen dan hampir semua produk-produk sabun, shampo, telah menggunakan bahan deterjen bersih yakni minyak sawit. Setiap tahun masyarakat dunia menggunakan ratusan juta ton deterjen, sabun, baik ditingkat rumah tangga, hotel-hotel maupun usaha laundry. Bahan deterjen tersebut adalah petrokimia dari turunan minyak bumi yang tidak dapat terurai secara alamiah (undegradable) sehingga residunya bersifat toksik dan mencemari sungai-sungai/perairan.

Kelima, Ketersediaan minyak sawit dapat menjadi bahan pelumas bersih yang terurai secara alamiah (biopelumas) untuk mengganti petropelumas kotor. Kelapa sawit menggantikan pelumas kotor. Semua mesin -mesin baik bentuk alat transportasi, pabrik-pabrik menggunakan pelumas untuk kelancaran dan keawetan mesin. Selama ini bahan pelumas tersebut adalah produk turunan minyak bumi (petro lubricant) yang residunya tak dapat terurai sehingga mengotori lingkungan. Sampai saat ini memang biopelumas masih relatif sedikit digunakan. Demi kelestarian lingkungan petro pelumas harus dikurangi dan diganti dengan biopelumas sawit.

Keenam, pengganti plastik. Dari biomas sawit seperti tandan kosong sudah dapat diolah menjadi bioplastik yang ramah lingkungan karena dapat terurai secara alamiah. plastik merupakan bahan yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia baik untuk perabot/alat rumah tangga, pembungkus maupun penggunaan lain. Ratusan juta ton plastik digunakan masyarakat setiap tahun. Plastik yang digunakan selama ini juga dari petrokimia (turunan minyak bumi) yang juga tidak dapat terurai secara alamiah, sehingga residunya mengotori lingkungan.

Ketujuh, kebun sawit merupakan tanaman minyak nabati paling tinggi produktivitasnya sehingga relatif hemat lahan atau hemat deforestasi.untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati (baik untuk bahan pangan, energi, biolubrikan, biomaterial, biosurfactan) masyarakat dunia memerlukan tambahan produksi minyak nabati sekitar 6 juta ton. Tambahan kebutuhan minyak nabati tersebut makin meningkat kedepan dengan penggantian petrokimia dengan biomaterial sehingga setidaknya 8 juta ton tambahan produksi minyak nabati dunia harus dihasilkan setiap tahun. Jika tambahan 8 juta ton minyak nabati dunia dibebankan ke 16 jenis minyak nabati (selain sawit) perlu tambahan lahan (deforestasi dunia) seluas 16 juta hektar setiap tahun. Namun jika dipenuhi dari sawit, hanya memerlukan 2 juta hektar setiap tahun bahkan cukup satu juta hektar jika produktivitasnya dinaikkan menjadi 8 ton minyak per hektar.
(Sumber: Gapki)

Dengan Ketujuh kontribusi sawit dalam pelestarian lingkungan hidup global tersebut, kiranya dapat makin meyakinkan kita bahwa sawit ternyata menjadi salah satu solusi dalam pelestarian lingkungan hidup dunia. Tentu saja tatakelola kebun sawit yang berkelanjutan suatu keharusan.

Kolaborasi Petani Plasma Dengan Perusahaan Besar Swasta (PBS) untuk Meningkatkan Produktivitas Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) Perkebunan dilaksanakan dengan mekanisme yang telah ditentukan dalam beberapa peraturan. Mekanisme ini dilakukan dalam empat fase, yaitu 1. Tahap persiapan yang meliputi persiapan proyek; 2. Tahap pembangunan fisik, baik kebun maupun pemukiman serta berbagai prasarana dan kemudahan yang diperlukan; 3. Konversi, yaitu tahap pengalihan pemilikan kebun plasma dan beban kredit kepada petani peserta terpilih; 4. Pasca konversi, yaitu tahap pengembangan yang meliputi masa pelunasan kredit, pembinaan petani dan usaha tani menuju terbentuknya petani yang mandiri.

Konversi bukanlah tujuan akhir pengembangan perkebunan melalui Pola PIR, tetapi merupakan tolak ukur awal keberhasilan Pola PIR Perkebunan. Tahap konversi dianggap berhasil, apabila telah memenuhi standar minimal yang ditetapkan diantaranya status formal peserta yang dikukuhkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II; tersedianya kebun plasma yang sudah memenuhi kriteria siap digarap petani; terlaksananya sertifikasi lahan pokok dan lahan pekarangan; dan adanya egilibitas bank teknis.

Pola perusahaan inti Perkebunan Kelapa Sawit adalah dilakukan dengan mekanisme tertentu yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerjasama. Hal ini dimaksudkan agar maksud dan tujuan utama dalam penerapan Pola PIR Perkebunan Kelapa Sawit bisa tercapai sebagaimana mestinya, yaitu menciptakan yang saling menguntungkan, berkelanjutan, dan hubungan berkelanjutan antara perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Selain itu, pembicaraan mengenai bagaimana meningkatkan nilai kehidupan partisipasi petani sawit dan keluarganya dengan meningkatkan produksi dan pendapatan dari perkebunan dan untuk melestarikan sumber daya alam. Meskipun Pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR) Perkebunan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan perjanjian kerjasama, dalam praktiknya masih ditemukan masalah. Terutama terkait dengan mekanisme hak atas tanah, bantuan kredit untuk petani, perpanjangan untuk peserta petani, dan penjualan buah sawit peserta petani rakyat.

Menurut Data BPS Kalteng (https://kalteng.bps.go.id) memberikan informasi terjadinya penurunan yang signifikan (volume dan luas) dari beberapa komoditas perkebunan, misalnya kopi, kelapa dan lada. Sedangkan komoditas kakao dan kelapa sawit mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2013 ke 2018.

Perkembangan produkai dan luas beberapa komoditi perkebunan di Provinsi Kalimantan Tengah, tahun 2013 dan Tahun 2018 (sumber diolah dari BPS Kalimantan Tengah 2018)

Dari tabel tersebut juga kita bisa melihat bahwa hanya dari satu (1) provinsi di Indonesia yaitu Kalimantan Tengah bahwa Kelapa Sawit memiliki lahan terluas yaitu sebesar 1.516.842 hektar pada tahun 2018 namun hasil produksinya lebih besar dari luas lahannya. Luas lahan kelapa sawit di Kalimantan Tengah merupakan provinsi urutan ke-empat (4) di Indonesia dengan sebelumnya di urutan pertama ada Riau (2,74 juta ha), Sumatera Utara (1,74 juta ha), Kalimantan Barat (1,53 juta ha).

Beberapa contoh perusahaan yang bermitra dengan petani plasma yaitu Astra Agro dan Asian Agri. Sejak 2018 Astra Argo berkolaborasi dengan 77.860 perkebunan inti rakyat yang tergabung dalam 2.736 kelompok tani. Program CSR dari Astra Agro adalah Income Generating Activity (IGA) yang berbasis sawit dan non sawit. Astra Agro melakukan pendampingan di 150 desa, 27 kabupaten, 8 provinsi. Program sektor non sawitnya seperti budidaya ikan, pengolahan ikan asap, ekowisata gajah, peternakan ayam, konsep wirausaha yang terintegrasi dengan Masyarakat Peduli Api, jaringan pendidikan, kesehatan dan lingkungan di sekitar wilayah perkebunan.

Sementara Asian Agri bermitra dengan 30.000 petani plasma dengan total luas lahan 60.000 ha. Asian Agri berkontribusi untuk meningkatkan standard hidup petani plasma yang dapat berdampak pada pendapatan para petani. Dalam kemitraan dengan petani plasma, Asian Agri melatih petani plasma mengelola perkebunan kelapa sawit mereka dengan cara berkelanjutan dan produktif. Asian Agri juga membantu mendapatkan pinjaman dari bank untuk memulai perkebunan baru dan membantu untuk dapat membayar pinjamannya. Asian Agri juga menyediakan bibit topaz milik perusahaannya bagi petani mitranya dimana bibit topaz memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Asian Agri juga membentu petani mendapatkan penghasilan alternatif saat menghadapi masa replanting, membantu mendapatkan RSPO, serta memiliki program yang bernama Komitmen Satu Banding Satu (1:1). Dalam komitmen ini perusahaan bertujuan untuk menyamakan total lahan perusahaan dengan total lahan yang dimiliki oleh mitra petani dan ditargetkan tercapai di tahun 2018. Dan dikutip dari wesite Asian Agri pada tanggal 13 Februari 2019 Komitmen Asian Agri untuk menjalin kemitraan dengan para petani Indonesia melalui Komitmen Kemitraan Satu Banding Satu (One to One) telah berhasil tercapai.

Asian Agri telah berhasil menjalin kemitraan dengan petani yang mengelola lahan perkebunan kelapa sawit dengan luasan yang sama dengan luasan lahan milik perusahaan yaitu 100.000 hektar.

Komitmen Kemitraan One to One mewujudkan pengelolaan 1 hektar lahan petani sebanding dengan 1 hektar lahan inti Asian Agri, yang terdiri dari 60.000 hektar kebun petani plasma dan 40.000 hektar kebun petani swadaya. Komitmen yang resmi dinyatakan pada pertengahan 2017 lalu berhasil terpenuhi di akhir tahun 2018 dengan penambahan jumlah lahan petani swadaya menjadi seluas 41.000 hektar, melebihi target awal yaitu 40.000 hektar.

Perkebunan Kelapa Sawit dapat tercapai sebagaimana mestinya, yaitu menciptakan hubungan kemitrasejajaran yang saling menguntungkan, utuh, dan berkesinambungan antara perkebunan besar dengan perkebunan rakyat. Disamping itu, untuk mengangkat harkat hidup petani peserta dan keluarganya dengan cara meningkatkan produksi dan pendapatan usaha tani serta untuk menjaga kelestarian sumber daya alam.

13 April 2020

Hormat saya,

 

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

Open Governement Partnership ReThinkbyAWR

https://www.wartaekonomi.co.id/read281005/mendorong-kolaborasi-petani-plasma-sawit-dengan-perusahaan-swasta-raksasa

ISPO sebagai Sertifikasi Keberlanjutan Yang Membanggakan Indonesia

Pembangunan Perkebunan kelapa sawit berkelanjutan atau Sustainable Palm Oil merupakan kewajiban yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dalam upaya memelihara lingkungan, meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial dan penegakan peraturan perundangan Indonesia di bidang perkelapa-sawitan. Penerapan kewajiban kebun sawit yang berkelanjutan ini telah dilakukan sejak peluncuran Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) di Medan pada Maret tahun 2011.

Dalam perkembangannya, terutama sejak peluncuran ISPO tersebut dan terbitnya berbagai peraturan terkait dengan keberlanjutan pembangunan Perkebunan, serta di undangkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang harus diadopsi oleh persyaratan ISPO, kemudian turunannya Inpres No.8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Kelapa Sawit yang dikeluarkan tanggal 19 September 2019 di Jakarta. Lalu disusul dengan Permentan no.5 tahun 2019 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian. 

Otomatis permintaan pasar terhadap minyak yang bersertifikat ISPO yang mulai bermunculan, mengharuskan perlunya persyaratan ISPO untuk direvisi. Penyempurnaan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO),kemudian diganti dengan Peraturan Menteri Pertanian No.11/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Sistem Sertifikasi Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System/ISPO) yang bertujuan untuk lebih memberikan petunjuk yang lebih jelas bagi Pelaku Usaha Perkebunan dan para auditor.

Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia dimaksudkan untuk mengatur pengelolaan sertifikasi ISPO dengan tujuan memastikan Perusahaan Perkebunan kelapa sawit dan Usaha Pekebun kelapa sawit telah menerapkan prinsip dan kriteria ISPO secara benar dan konsisten dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan. Adanya tuntutan Sustainable Palm Oil baik yang datang dari pembeli, konsumen, dan industri produk sawit juga NGO baik ditingkat nasional, regional, mapun Internasional memiliki banyak hambatan dalam memperoleh sertifikasi ISPO. Antara lain misalnya, belum adanya pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (keberlanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme penyelenggaraan proses sertifikasi ISPO yang dinilai sebagian orang tidak transparan serta memakan waktu yang panjang dalam penentuan keputusan pemberian sertifikasi ISPO. Ketiga, substansi prinsip, kriteria dan indikator dari Sistem Sertifikasi ISPO meskipun sangat mencerminkan kepentingan Nasional tapi tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pasar dan konsumen, padahal Indonesia yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, namun standard harga kelapa sawitnya pun bukan Indonesia yang menentukan namun Rotterdam dan mata uang RM sebagai alat transaksi kelapa sawit dunia. Keempat, legalitas dan pembiayaan sertifikasi ISPO yang dinilai kurang berjalan maksimal terutama bagi petani plasma. Kelima, penerimaan ISPO di pasar global yang meskipun sebagai produsen terbesar dunia namun isu negatif masih terus bermunculan terutama oleh negara ekspo kelapa sawit Indonesia.

Point pertama, ketiga, dan kelima itulah yang menjadi fokus saya dalam edukasi kelapa sawit Indonesia. Bahwa ternyata black campaign yang dibiarkan akan menjadi boomerang bagi Negara Indonesia tercinta ini yang berpengaruh tentunya kepada petani sawit plasma juga tentunnya. Hugs My Palm Oil akan menjadi positive campaign bagi Indonesia sehingga pelan tapi pasti akan menjawab program keberlanjutan kelapa sawit dimata dunia.

Saya sangat mengapresiasi Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Presiden no.44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, selanjutnya disebut Perpres tentang Sistem Sertifikasi ISPO pada tanggal 13 Maret 2020 yang telah diundangkan pada tanggal 16 Maret 2020. Perpres ini diterbitkan dengan beberapa dasar pertimbangan, bahwa perkebunan kelapa sawit Indonesia menyerap tenaga kerja yang cukup besar dan menyumbang devisa bagi negara sehingga diperlukan sistem pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, adil, dan berkelanjutan demi mendukung ekonomi Nasional. Kedua, untuk memastikan usaha perkebunan kelapa sawit layak secara sosial, ekonomi, dan lingkungan sesuai dengan perundangan, perlu dilakukan penyempurnaan dalam penyelenggaraan Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia sudah tidak sesuai dengan perkembangan internasional dan kebutuhan hukum sehingga perlu diganti dan diatur kembali dalam Peraturan Presiden.

Hal yang paling saya apresiasi adalah adanya pengaturan baru dan krusial dalam Sistem Sertifikasi ISPO yang dilakukan secara wajib / mandatory baik bagi perusahaan maupun pekebun dan Indonesia merupakan negara pertama yang memiliki sistem mandatory ini. Dijelaskan dalam Perpres tersebut bahwa pekebun adalah perseorangan warga negara Indonesia yang melakukan usah aperkebunan kelapa sawit dengan skala usaha tidak mencapai skala tertentu dan meskipun bagi pekebun baru diberlakukan 5 tahun sejak Perpres ini diundangkan. Kedua yang saya apresiasi adalah pendanaan sertifikasi ISPO yang diajukan pekebun dapat bersumber dari APBN, APBD hingga sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, meskipun pendanaan tersebut disalurkan melalui kelompok pekebun atau koperasi dan dapat diberikan selama masa sertifikasi ISPO awal.

Hal tersebut artinya kita harus bebenah mempersiapkan diri sebagai produsen terbesar Kelapa Sawit di Dunia untuk memperbaiki segalanya, namun tentu saja ini butuh komitmen yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah bahkan harus ada reward and punishment nya jika tidak memiliki ISPO setelah Perpres ini diundangkan apa sanksinya dan rewardnya. Pemerintah daerah juga tidak boleh abai dengan Perpres ini, harus responsif dan siap memfasilitasi dari segi pembiayaan dan prosedur yang dipermudah dari sekarang.

Mengenai bebenah diri sebagai produsen terbesar saya sangat menyarankan dan mengharapkan agar Indonesia memiliki Badan Kelapa Sawit Indonesia (Indonesian Palm Oil Board) dengan menggabungkan beberapa lembaga yang sudah ada sebelumnya misalnya Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan sekretariat ISPO yang masih dibawah Kementerian Pertanian. Dengan memiliki Badan Kelapa Sawit Indonesia kita akan lebih kuat untuk satu pintu mengurusi Kelapa Sawit Indonesia seperti melakukan pendataan secara aktual berapa jumlah hasil CPO yang dihasilkan oleh seluruh pabrik CPO di Indonesia, Menerbitkan harga CPO Indonesia, Management harga pupuk, deforestasi dan replantation, management pembukaan lahan, termasuk melakukan penelitian terhadap produksi tururnan CPO. Intinya Kegiatan Badan Kelapa Sawit Indonesia ini meliputi penelitian, publikasi, pengembangan, dan implementasi peraturan dan promosi industri minyak kelapa sawit di Indonesia. Dibuat time table ditahun keberapa fokus untuk mendukunf petani kelapa sawit plasma dengan menyediakan dana dan layanan bagi produsen CPO dengan luas kurang dari 2,5 hektare. Para petani ini tentunya harus memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah untuk membantu produsen yang lebih kecil bersaing dengan perkebunan yang lebih besar.

Pesatnya perkembangan industri sawit di Indonesia telah memberikan konstribui ekonomi yang signifikan bagi Indonesia namun secara bersamaan meningkatkan kekhawatiran terhadap aspek keberlanjutan. Maka sertifikasi dan standarisasi yang dikembangkan saat ini sebagai langkah strategis untuk merangsang preferensi pasar minyak sawit berkelanjutan sekaligus meningkatkan kapasitas produsen dan petani kecil.

Saat ini RSPO merupakan sertifikasi untuk kelapa sawit berkelanjutan pertama di dunia yang diluncurkan pada tahun 2004 tentu saja bertujuan untuk kepentingan bisnis/dagang sehingga pihak-pihak yang terkait menyusun standard Palm Oil dan bersifat sukarela dan bertujuan untuk mentransformasi pasar minyak sawit untuk mewujudkan minyak sawit berkelanjutan sebagai norma di masyarakat sampai dengan saat ini. Sedangkan ISPO lahir tahun 2011 yang terinspirasi dari RSPO dimana skema sertifikasinya dikelola oleh Pemerintah Indonesia (Kementerian Pertanian) dan mengikuti perkembangan dunia tentang Standard Palm Oil dengan tujuan utama mendorong pelaku usaha perkebunan sawit patuh kepada peraturan perundang-undangan, daya saing di pasar global, komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca. Jadi saat ini kalau ada perusahaan kelapa sawit yang sudah memiliki ISPO dan RSPO akan jauh lebih baik. Karena ISPO sifatnya wajib dan jika mau tambah dengan RSPO untuk kepentigan ekspor juga tidak masalah karena ISPO dan RSPO merupakan dua sistem sertifikasi yang berbeda.

05 April 2020

Hormat saya,

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

Open Governement Partnership ReThinkbyAWR

Indonesia Menuju Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan https://m.wartaekonomi.co.id/berita280147/indonesia-menuju-sertifikasi-kelapa-sawit-berkelanjutan

Creating Hugs My Palm Oil

“Perdebatan global tentang keberlanjutan dan legitimasi produksi minyak kelapa sawit adalah yang terus berkembang dan menentukan industri. Seperti Indonesia dan Malaysia adalah dua Negara utama penghasil minyak kelapa sawit, ada banyak diskusi di sekitar masalah yang ditimbulkan di perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan petani kecil, perempuan dalam perkebunan kelapa sawit, meningkatkan ekonomi nasional, dan hak asasi manusia.”

Bagi saya, palm oil bukan hanya kekuatan Indonesia dalam B-30, B-100 nya, bukan hanya karena penghasil devisa negara nomor 2 di Indonesia sehingga menjadi back bone bagi APBN, bagi saya berbicara mengenai Palm Oil sama saja dengan berbicara mengenai 3 Ketahanan penting Republik Indonesia; Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Negara.

Kecintaan saya terhadap kelapa sawit Indonesia bermula pada tahun 2019 memang terbilang baru, tapi bagi mereka yang memiliki pikiran yang open minded dan mau belajar tentu akan bersedia mengkosongkan pikirannya untuk menerima apapun hal baru untuk dipelajari. Itulah saya saat berdiskusi pertama kali dengan teman-teman di Malaysia dan Indonesia. Saya semakin tertarik karena saya sadar bahwa keinginan saya dari dulu berkontribusi untuk Negara ini, untuk mengubah sesuatu menjadi luar biasa bagi Negara tercinta ini justru saya merasa di Palm Oil ini. Karena semua terlibat dari mulai memperjuangkan sumber daya manusianya baik petani plasma, perusahaan swasta, pemerintah bahkan negara destinasi utama ekspor produk kelapa sawit dan bukan tidak mungkin pengembangan ekspor negara tujuan baru.

Keseriusan saya mempelajari kelapa sawit ini saya tunjukan dengan menemui dan menghubungi orang-orang yang ahli dibidang mereka. Saya luangkan waktu saya untuk menemui mereka agar saya mendapatkan ilmu yang tepat dari orang yang tepat. Dari mulai mantan mahasiswa IPB yang skripsi juga disertasinya mengenai kelapa sawit sekaligus memang pelaku sawitnya sebagai petani sawit dan keluarganya juga bekerja diperusahaan sawit, saya juga menemui lembaga produsen penghasil kelapa sawit yaitu Council of Pal Oil Producing Countries (CPOPC), menemui perusahaan Asian Agri, Pertamina juga untuk membahas bagaimana kelanjutan program kelapa sawit dengan pemerintah, serta membuat janji temu dengan Bapak Firman Soebagyo, anggota DPR RI yang konsisten memperjuangkan kelapa sawit sejak dulu, serta semua pelaku sawit yang Tuhan kirimkan kepada saya. Termasuk saya menemui Bapak Fadel Muhammad dan Ketua MPR RI Bapak Bambang Soesatyo, dan semua ilmu yang saya dapatkan saya catat dalam agenda saya.

Berkaca pada diri sendiri, artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham mengapa kita harus mencintai Kelapa Sawit? Mengapa kelapa sawit begitu penting? Apa sih kontribusi kelapa sawit bagi Negara ini? Mengapa kelapa sawit ini menjadi tulang punggung negara? Dan bagaimana masyarakat Indonesia mampu mengetahui semua itu ditengah kondisi perang dagang Uni Eropa mengenai tuntutan sustainability of palm oil itu sendiri.

Edukasi

Sejak kecil saya sudah menyukai ilmu psikologi. Dan yang paling menarik dari ilmu psikologi selain teori kebutuhan Maslow adalah terbentuknya critical illness diusia 13 tahun. Artinya masa golden age dan sebelum usia 13 tahun kita harus masuk alam bawah sadar mereka agar terbentuk rasa cinta yang besar terhadap kelapa sawit Indonesia. Hal itu tidak bisa dilakukan hanya dengan memberikan kelas satu jam dengan serius lalu tanyajawab selesai. Hal itu harus dilakukan dengan cara yang santai, relax, dan menyenangkan. Sudah tentu ada tools bagi kampanye ini agar mereka terkesan dalam benak mereka serta melakukan pendataan setiap kegiatan yang dilakukan.

Pemberian ilmu kelapa sawit bisa juga dilakukan pada usia diatas 13 tahun namun sebaiknya bersifat Focus Group Discussion (FGD) paralel dan konsisten. Karena dibutuhkan usaha yang lebih untuk membuat anak usia diatas 13 tahun meyakini apa yang kita sampaikan merupakan kebenaran yang harus mereka yakini.

Mengenai edukasi kelapa sawit oleh karena itu saya pribadi membuat Logo Hugs My Palm Oil untuk dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan kelapa sawit di Indonesia baik Pemerintah Pusat dan Daerah, perusahaan swasta penghasil ataupun pengguna kelapa sawit, dan siapapun yang ingin mengkampanyekan hal positive mengenai kelapa sawit. Hal ini saya lakukan karena terinspirasi oleh Malaysia yang membuat Love My Palm Oil nya dengan logo yang eye cathing, maka saya pun membuat yang sama dengan logo yang eye cathing sehingga anak-anak dan siapapun akan menyukainya dan mudah diingat. Saya berharap logo Hugs My Palm Oil ini dapat dibuat dalam segala bentuk marchendise (gelas, agenda, balon, permen, t-shirt, sebagai alat untuk campaign disemua perusahaan dan lembaga kelapa sawit Indonesia dan di distribusikan ke seluruh Kementerian terkait (Kementerian Koordinator Perekonomian dan 10 kementerian yang dikoordinasikannya, Kementerian Koordinator Kemaritiman & Investasi dan 6 Kementerian yang dikoordinasikannya), BUMN, BUMD seluruh Indonesia, perusahaan swasta di bidang kelapa sawit, perusahaan swsta pengguna kelapa sawit, lembaga NGO, organisasi sayap-sayap partai, sekolah-sekolah negeri dan swasta dari TK-SMA, universitaas, dan seluruh elemen sampai ketingkat desa.

Lalu, pasti akan ada pertanyaan bukankah sudah ada program sawit baik? Menurut pendapat saya nama Sawit Baik itu justru berkonotasi negative karena artinya ada Sawit Tidak Baik (sawit jahat). Kedua, program itu kurang jelas implementasinya bagaimana dan tidak mengena kemasyarakat. Karena tidak memiliki pesan yang masuk kealam bawah sadar masyarakat. Menurut saya campaign terbaik adalah membuat pesan kita sampai dengan jelas, diterima dengan jelas dan menyenangkan oleh masyarakat. Kenapa ada kata menyenangkan? Karena kalau pesannya sampai namun tidak menyenangkan percuma pasti akan mentah juga bahkan bisa menjadi boomerang bagi pengirim pesan tersebut.

Saya berharap dengan melakukan positve campaign Hugs My Palm Oil ini akan lebih diterima baik oleh khalayak, bukan hanya karena bentuk logo yang eye catching pada marchendise, tapi juga campaign sawit dengan cara berwisata karena kami memiliki media partner Warta Wisata yang siap berkolaborasi membuat program wisata sawit, selain itu saya sedang dalam proses pembuatan naskah cerita Sawiti dan Sawito seperti layaknya tokoh kartun lainnya dan ditulis oleh saya sendiri dibantu oleh team Warta Wisata dan Warta Ekonomi. Nantinya akan ditayangkan di youtube, ditayangkan di website seluruh kementerian terkait, tayangkan di sekolah-sekolah, dan tayangkan ditelevisi nasional seperti Upin dan Ipin. Tentu hal ini bukan perkara yang mudah jika saya melakukan sendiri, ini akan menjadi luar biasa jika kita melakukannya bersama-sama. Pemilik anggaran mampu melihat ini sebagai peluang yang baik karena ada anak bangsa yang ingin berkontribusi besar pada kelapa sawit Indonesia dan siap menghadapi apapun tantangannya. Tinggal bagaimana pemilik kebijakan dan pemilik anggaran apakah mereka memiliki keyakinan, ketegasan, dan komitmen yang kuat untuk mengkampanyekan Palm Oil kita.

Karena saat ini Pemerintah & Private Sector akan semakin dilihat sebagai pusat pelayanan masyarakat yang dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka memberikan pelayanan & akses yang luas dengan cara-cara yang paling efisien dan berbeda antar satu dengan yang lain. Open Government Partnership (OGP) merupakan komitmen konkret dari pemerintah nasional dan subnasional untuk mempromosikan pemerintahan terbuka, memberdayakan warga negara, memerangi korupsi, dan memanfaatkan teknologi baru untuk memperkuat tata kelola. OGP berarti melibatkan stakeholders untuk meningkatkan pemerintahan yang berkomitmen konkret untuk mendorong reformasi dan inovasi pemerintahan terbuka, dalam upaya untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan warga negara. Oleh karena itu saya ingin terlibat dalam perjuangan Negara melakukan Palm Oil positive campaign dengan membuat logo “Hugs My Palm Oil” untuk dijadikan alat kampanye Negara mengedukasi anak-anak golden age melalui berbagai perangkat lainnya yang menunjang campaign ini untuk memperjuangkan kelapa sawit Indonesia. Oleh karena itu saya berupaya agar mimpi saya membesarkan Hugs My Palm Oil ini terwujud sampai level dunia untuk meningkatkan Ketahanan Negara, Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi Indonesia di mata dunia dengan menjadi mitra bagi Pemerintah sebagai pembuat kebijakan serta bekerjasama dengan pengusaha dan berbagai stakeholders.

Sebelum pandemic covid-19 ini menyebar sehingga membuat kita harus limiting crowd dan menuju near zero mobility, saya dan team berencana melaksanakan pre-launch logo Hugs My Palm Oil yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengan dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Lalu setelah pre launch logo Hugs My Palm Oil dilaksanakan dilokasi kebun kelapa sawit, akan launching resmi di Jakarta dihadiri oleh pimpinan Negara Indonesia dan Malaysia atau yang mewakili. Sehingga untuk persiapan acara tersebut kami sudah melakukan audiensi kepada pihak-pihak calon sponsor dan narasumber serta keynote speaker untuk meluangkan waktunya diacara tersebut. Tentunya hal ini menjadi terhambat karena harus di reschedule sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Namun, dari sini saya ingin menyampaikan bahwa keseriusan saya membawa Hugs My Palm Oil bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia. Karena saya ingin terlibat dalam banyak hal besar untuk dapat membantu Negara Indonesia khususnya dibidang Kelapa Sawit dan melakukan pergerakan konkreet, terukur, akunatabel, transparan, agar lebih maksimal.

01 April 2020

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

Open Governement Partnership ReThinkbyAWR

https://www.wartaekonomi.co.id/read278911/jangan-cuma-jadi-negara-titipan-cpo-indonesia-harus-punya-power

http://www.kamangkaranews.com/2020/03/pidato-puan-maharani-pada-rapat.html?m=1

…. Edisi 02 saya akan membahas mengenai STDB, ISPO, dan RSPO

Pembahasan UMKM Indonesia Malaysia Business Council (IMBC) dengan Bapak Tantri Abeng selaku Ketua IMBC dan Mr. Tony Chen


https://www.wartaekonomi.co.id/read278911/jangan-cuma-jadi-negara-titipan-cpo-indonesia-harus-punya-power

http://www.kamangkaranews.com/2020/03/pidato-puan-maharani-pada-rapat.html?m=1

1 anak terlantar karena bullying sama dengan seluruh anak Indonesia

Seorang siswi SMK di Kabupaten Kepulauan Anambas, AR  harus putus sekolah setelah dicap lonte oleh guru agama.  Kejadian di SMKN 1 Anambas, Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Setelah orang tua AR datang kesekolah untuk menyelesaikan baik-baik namun dalam pertemuan itu bukan solusi yang didapat.  Guru Agama tersebut kembali marah-marah dan tepuk meja di depan Camat. Pihak SMKN 1 menyampaikan tetap mengeluarkan AR dari sekolah.

Usai kejadian tersebut, AR kemudian mendapat bullyan di sekolah dan teman-temannya. Bahkan penyebutan sebagai lonte terhadap AR tersebut diumumkan lagi di mic SMKN 1 Anambas.

meskipun kejadian tersebut sudah berlangsung bulan Oktober 2019 lalu. Trauma anaknya masih belum hilang, sementara semangatnya untuk mengecap pendidikan menjadi berkurang.

Sudah saatnya kita semua bersuara, pengambil kebijakan lebih tegas & bijak, jangan sampai nasib masa depan generasi penerus bangsa hancur karena pembiaran dan menganggap bullying adalah ejekan yang biasa. Sungguh memprihatinkan saat kita melihat bullying didepan mata baik langsung maupun melalui media namun kita hanya mampu diam menyaksikan semuanya.

Sebenarnya, Orang-orang yang menindas Anda, mereka merasa tidak aman tentang siapa diri mereka, dan itulah sebabnya mereka membully orang lain. Itu tidak pernah ada hubungannya dengan orang yang mereka bully. Mereka dengan putus asa ingin dicintai dan diterima, dan mereka berusaha keras untuk membuat orang merasa tidak diterima sehingga mereka merasa tidak sendirian.

Kita punya wakil-wakil rakyat terbaik bangsa yang sudah dipilih berdasarkan suara terbanyak masyarakat, saya harap komisi X DPR RI turun tangan kelokasi dan membantu pemulihan kondisi AR untuk bersekolah kembali, walaubagaimanapun AR adalah generasi penerus bangsa yang memgalami bully, kekerasan psikis, & diperlakukan diskriminatif oleh pihak sekolah, bahkan ditetlantarkan nasibnya. Pantaskah suatu kesalahan dijadikan penggambaran jati diri seseorang? Kata-kata bisa lebih menyakitkan daripada apapun secara fisik. Dengan intimidasi dan semua hal yang terjadi, pemilihan kata sangat penting. Hal utama adalah bagaimana Anda berbicara dengan orang lain, dan bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Sometimes I think the world forgets that as we get older.

The CEO AWR Foundation & ReThinkbyAWR Strategic Partnership

Wakil Ketua Young Leader Sisterhood (YelloSista)

Bendum Pertiwi Nusantara FIAN (Indonesia Anti Narkoba)

Sumber Berita :

https://www.lindungianak.com/2020/01/17/seorang-siswi-smk-di-anambas-putus-sekolah-akibat-dibully-guru-diteriaki-lonte/

What is AWR Foundation

https://kabargolkar.com/read/kabar_kader/8666/inginkan-pembangunan-dengan-skema-pentahelix-kader-golkar-ini-bentuk-awr-foundation

Karena tiba-tiba ada 2 pemberitaan tanpa sengaja saya tahu yg Koran dr wartawan Kuningan dan ada yg comment di Facebook saya link KabarGolkar tersebut. Saya jadi tergerak untuk mulai menjelaskan Apa sih AWR Foundation dan ReThinkbyAWR.

Berawal dari pengalaman menjadi politik praktis memcalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Jabar X (Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran) namun belum lolos banyak sekali pelajaran yang didapat dengan masalah masyarakat itu sendiri baik dari pola berpikir mereka, pola hidup, pola pergaulan dll. Serta bagaimana kebijakan dan ASN itu sendiri terhadap politik, dan lain sebagainya. Walau belum lolos itu tidak membuat saya down karena saya sadar betul saya masih belajar dan yang terpenting adalah saya mulai berani turun ke lapangan langsung. Hal itu membuat saya bangga dan bahagia dapat melakukan hal tersebut.

Hal yang mendasar sekali kenapa akhirnya sampai dibuat AWR Foundation adalah karena saat itu saya ikut seleksi suatu pekerjaan dan lulus paikotest namun tidak ada tindak lanjut sementara yang tidak lulus malah justru dipanggil. Saat itulah saya merasa ketidak adilan berada disekitar partai politik dimana seharusnya partai politik menyeleksi kader2 terbaik karena harus mewakili aspirasi masyarakat dan mampu membenahi negara ini dengan political will nya. Saya jujur menangis sakit sekali hati saya, hanya karena sy single parents dan berjuang buat anak2 saya lantas merasa mereka terganggu. Dimana keadilan negeri ini justru orang politik yang melakukan diskriminasi pekerjaan.

Salah satu sahabat saya her name is Mbak Fitri, kami sudah mengenal sejak tahun 2008 karena pernah bekerja di kantor yang sama. Namun kami selalu keep in touch meski sempat beberapa lama tidak bertemu dan beberapa hal lain kami mbangun bisnis bersama yang efeknya selalu untuk masyarakat. Pola pikir kami yg sama itulah yg Tuhan jaga makanya kami disatukan dalam AWR Foundation ini. Mbak Fitri share tulisan saya ke teman2 media dan temennya Mbak Fitri membuka website saya ini membaca-baca dan bertemulah kami.

Dari situ kami menyepakati untuk bergerak dibawah yayasan namun untuk menciptakan dampak langsung pada masyarakat kami memiliki turunan dari produk yayasan kami yaitu “ReThinkbyAWR” Strategic Partnership bagi pemerintah dan masyarakat.

Yuk kita baca…

FOREWORD / KATA PENGANTAR

Pemerintah telah menetapkan lima program prioritas nasional bidang perekonomian dengan tajuk Pertumbuhan Ekonomi yaitu :

The government has established five national priority programs in the economy sector with the headline calls Economic Growth, which namely as:

Pertama, adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga pola kerja sama dengan talenta global.

First, is the development of human resources (HR) to the pattern of cooperation with global talent.

Kedua, pembangunan infrastruktur, yang akan menghubungkan sumbersumber Pertumbuhan ekonomi, dan akses ke destinasi wisata. Proyek ini didukung dengan program Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pengadaan tanah, dan kebijakan satu peta.

Second, infrastructure development, which will connect sources Economic growth, and access to tourist destinations. This project is supported by the National Strategic Project (PSN) program, accelerated land acquisition, and one map policy.

Ketiga, yaitu menyederhanakan regulasi melalui penerbitan dua omnibus law yakni cipta lapangan kerja dan perpajakan diantaranya penerbitan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Third, which is to simplify regulation through the issuance of two omnibus laws which mean to create employment opportunity and taxation including the issuance of the Employment Copyright Act and the UMKM Empowerment Act.

Keempat, adalah penyederhanaan birokrasi melalui reformasi dan otomasi serta integrasi sistem layanan dengan dukungan program berupa ekosistem kemudahan berusaha, lektronifikasi keuangan daerah, dan sistem OSS (online singlesubmission) untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital.

The fourth place is the simplification of bureaucracy through reform and automation and the integration of service systems with the supporting programs in the form of business ease ecosystems, regional financial electronification, and OSS system (online single submission) in purpose to change local government revenue and expenditure transactions from cash to non-digital based cash.

Kelima, berkaitan dengan transformasi ekonomi agar Indonesia dapat melepaskan ketergantungan terhadap sumber daya alam, dan mengubahnya menjadi daya saing manufaktur serta jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Fifth, relating to economic transformation so that Indonesia can release its dependence on natural resources, and turn it into manufacturing competitiveness and modern services that have high added value.

AWR Foundation didirikan dengan tujuan agar dapat mewujudkan program Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing melalui Open Government Partnership dengan menggunakan skema Pentahelix.

The AWR Foundation was established with main goal in order to realize an inclusive, sustainable and competitive Indonesian Economic Growth program through the Open Government Partnership using the Pentahelix scheme.

EXECUTIVE SUMMARY / RINGKASAN SINGKAT

What is :

AWR Foundation

ReThinkbyAWR

AWR

Merupakan singkatan dari Akselerasi Warta Resolusi dimana kami ingin melakukan percepatan akses informasi dalam mewujudkan setiap keinginan dari sebuah tujuan.

Informasi merupakan hal yang mendasar dari semua tujuan yang ingin dicapai, cepat atau lambatnya sangat mempengaruhi seberapa cepat tujuan itu akan dicapai.

Karena zaman sekarang Speed is a new currency.

Is an abbreviation of Akselerasi Warta Resolusi in which we want to accelerate access to information in realizing every desire of a goal.

Information is fundamental to all goals to be achieved, the speed to recieve it will influences how quickly that goal will be achieved. Because in this current time Speed is a new currency

Penggunaan ReThink pada product turunan kami adalah sebagai upaya penyelarasan kembali seluruh perencanaan dan kegiatan agar berkualitas dan memenuhi azas Open Government yang professional dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. ReThinkbyAWR sebagai consultant bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan percepatan pembangunan di daerahnya baik itu Pariwisata, Akses, serta penguatan program dan pembaharuan program. Strategic partnership yang menggunakan sistem Open Government Partnership dengan skema Pentahelix [Pemerintah, Industri, Akademisi, Media Massa, & Komunitas].

The use of ReThink in our derivative products is an effort to realign all plans and activities so that they are will meet the standard of high quality and meet the Open Government principles that are professional and in accordance with existing laws and regulations. ReThinkbyAWR as a consultant for the Regional Government in accelerating development in the region both Tourism, Access, and strengthening programs and also program renewals. Strategic partnership that uses the Open Government Partnership system with the Pentahelix scheme [Government, Industry, Academics, Mass Media & Communities].

AWR VALUE:

H U M B L E

(Honesty – Unique – Modest – Brave – Loyalty – Educated)

AWR VISSION

Menjadi organisasi terkemuka yang membawa perubahan positive pada pembuat kebijakan dan undang-undang yang mendukung kesejahteraan rakyat.

Become a leading organization in bringing positive change to policy making and legislation in favour of people’s welfare.

AWR MISSION

1. Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat.

Supporting easy, open, and equal helathcare access for all the people

2. Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

Support access of education in related to democracy, fairness and in discriminated

3. Mendukung pemenuhan kebutuhan setiap orang untuk bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Support adequate standard housing in helathy environment.

4. Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan.

Create job opportunity and provide decent work in any lineof industry

5. Memastikan kesetaraan gender di setiap lini kehidupan

Ensure gender equality in society

Our Clients and Partners:

DPR / MPR / DPD RI

Kementerian Hukum dan HAM RI

Kementerian ESDM

Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI

Kementerian Pendidikan RI

Kementerian Riset & Teknologi RI

Kementerian Kelautan & Perikanan

Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta

Direktorat Imigrasi & Kantor Imigrasi se-Indonesia

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat

Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan

And the next all the government, the institutions, etc….

Let’s Collaborate with us

Shining for you always💫

Goes so far till the STAR 💫

#WomanWithVoices

#MakingOthersBetter

#EveryoneToBeInvolved

#BuildingTrust

#ChoosingWhatNotToDo

#TurnConflictIntoCreativity

#DataBeatsEmotions

#UsitToImpactPeople

#HugOurPalmOil

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

(AWR)

The CEO

Open Government Partnership Consultant

Fitri Wigati Mumpuni

The Controller

Community Based Consultant

Reza Indragiri Amriel,MCrim (Forpsych)

Advisor

Brand Strategist Consultant

Nukila Evanty

The Counselor

social justice & Gender Equality

Muhammad Dzaki

Correspondent

Scriptwritter

Muhammad Iqbal

The Analyst

System Analyst

Muhammad Riza Febriano

Strategic Planning

Strategics

Bergas Chahyo Baskoro

Conflict Management

Environment

Yodha Miharja

Partnership Management

Datuk Seri Shamsul Iskandar

The Mentor

Deputy Minister of Primary Industries Malaysia

AWR sendiri merupakan nama dari saya pribadi Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, lalu saya dan team merumuskan nama yayasan dengan singkatan AWR juga jadilah Akselerasi Warta Resolusi.

Saya ingin memiliki legacy untuk Bangsa ini suatu hari bahkan ketika saya sudah meninggalkan dunia ini dan menghadap Allah SWT. Semoga AWR Foundation – ReThinkbyAWR akan menyinari bangsa ini kelak and I’ll get my job done! Aamiin

Catatan Terkait E-Parkir di Pasar Kepuh Kuningan

Penerapan sistem parkir portal elektronik berbasis komputer yang akan mulai diterapkan di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Sistem ini sebenarnya sama dengan sistem parkir yang ada di mall atau pusat perbelanjaan modern di Kota Besar. Namun bedanya, portal elektronik itu dipasang di pasar tradisional.

Banyak penolakan dari para pedagang mengenai sistem E-Parkir tersebut, bahkan di salah satu media online seputarkuningan berkata bahwa e-parkir merupakan salah satu bentuk kedzholiman terhadap para pedagang karena selama ini adem ayem saja bahkan mendukung pemerintahan dan dengan adanya e-parkir mereka merasa dikhianati oleh pemerintah untuk kepentingan pihak tertentu.

Menurut pandangan saya boleh saja dilakukan uji coba dahulu untuk menerapkan e-parkir tersebut dengan catatan:

1. Uji penerapan sistem parkir portal elektronik ini sendiri dipegang langsung oleh Dinas Perhubungan Kab Kuningan, bukan swasta.

2. Karena sistem tersebut mengutakan kenyamanan bagi masyarakat, maka tarifnya masyarakat hanya membayar Rp2 ribu untuk roda dua, dan Rp3 ribu untuk kendaraan Roda Empat. Masyarakat harus tahu, tidak ada lagi tarif tambahan untuk parkir. Untuk itu, masyarakat jangan lagi membayar jika masih ada pungutan parkir yang ada di dalam pasar. Jika masih ada pungutan di dalam silakan laporkan. Jadi bukan berdasarkan per jam seperti di mall.

3. Jika masih ada kendala, dan kekurangan di lapangan maka sistem tersebut harus di kaji ulang dengan penerapan yang lebih baik lagi. Sehingga hasilnya juga dapat dinikmati masyarakat.

Karena sistem e-parkir juga diterapkan di beberapa Kabupaten di Indonesia, misalnya Di Hulu Sungai Tengah (HST)/Barabai, bahkan di Solo ada 3 pasar sudah diterapkan dan 1 diantaranya menyediakan parkir valet di pasar tradisionalnya, Kab Bekasi dan GTC Kota Cirebon merenarapkan E-Retribusi dan pembayaran non tunai.

Hal ini dilakukan memang menurut pandangan saya untuk mencegah kebocoran PAD dari perolehan retribusi parkir pasar dengan adanya sistem portal baru ini, seharusnya pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat meningkat. Karena pembayaran, dari parkir memang masuk ke PAD Kab Kuningan.  Untuk itu, Pemda harus mengimbau ke masyarakat, agar tidak lagi membayar ke tempat penjaga parkir. Cukup satu kali membayar di bagian parkir resmi. Karena kendala yang ada biasanya pungutan berlapis, ketika sudah membayar di pintu masuk, tetapi saat di dalam pasar kembali diminta pungutan parkir lagi. Perlu ditekankankan bukan parkir hitungan perjam namun caranya yang diganti agar lebih efisien, transparan, & akuntabel. Setelah uji coba Pemda berikan laporan pada DPRD dan rakyat bagaimana perubahan penerapan retribusi parkir setelah sistemnya diubah apakah meningkatkan PAD, stagnan, atau justru menurun.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

The CEO AWR Foundation

ReThinkbyAWR Strategic Partnership

http://infobanua.co.id/2020/01/ini-beberapa-catatan-terkait-parkir-elektronik-di-pasar-kepuh-kuningan/

https://dialektikakuningan.com/e-parkir-di-pasar-kepuh-harus-ada-sosialisasi-khusus-dan-uji-coba-langsung-oleh-dishub-kuningan/

http://m.rri.co.id/post/berita/771276/info_publik/uji_coba_parkir_elektronik_pasar_kuningan_tidak_boleh_dilakukan_pihak_swasta.html

https://www.liputan6.com/regional/read/4156646/mencari-jalan-tengah-terkait-kisruh-parkir-pasar-kepuh

Jangan remehkan Bullying

Kemajuan tehnology yang pesat jika tidak di imbangi dengan kesiapan setiap individu dalam memfilter informasi yang di terima bisa memberikan dampak negative terhadap tumbuh kembang anak. Perundungan online menjadi salah satu dampak negative yang sering dialami anak-anak. Peran serta orang tua dalam komunikasi dan monitoring sangat penting.

Data menunjukan bahwa kekerasan anak paling banyak terjadi adalah Bullying yaitu kasus berjumlah 161 pada tahun 2018. Sementara pada tahun 2019 ada 8 kasus anak korban kebijakan, pengeroyokan 3 kasus, kekerasan fisik 8 kasus, kekerasan sexual 3 kasus, kekerasan psikis & bullying 12 kasus & anak membully guru 4 kasus (KPAI).

Anak-anak yang menjadi korban kebijakan atau terbentur aturan akhirnya mendapatkan sanksi yang bersifat dipermalukan. Lalu tidak mendapat surat pindah, tidak bisa ikut ujian, hingga dikeluarkan dari sekolah karena berbagai persoalan, seperti HIV dan menjadi korban kekerasan seksual.

Kemudian permasalahan yang mencakup kasus kekerasan fisik hingga bullying seperti dituduh mencuri, dirundung oleh teman maupun pendidik, saling ejek di dunia maya, persekusi di dunia nyata, dan menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan.

Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban.

Anak korban bullying berisiko lima kali lipat menderita masalah kegugupan (anxiety disorder) dibanding dengan anak korban aniaya orang dewasa dinilai menyesatkan. Bullying, baik secara verbal maupun fisik, yang dilakukan oleh teman sebaya lain juga merupakan masalah global. Dilaporkan 1:3 anak di 38 negara adalah korban bullying. Hal ini juga dapat memiliki efek buruk yang sama di masa dewasa (University of Warwick & Duke Medical Centre).

Kesalahan umum yang dilakukan pelaku intimidasi adalah dengan menganggap bahwa karena seseorang baik maka dia lemah. Ciri-ciri itu tidak ada hubungannya satu sama lain. Padahal, dibutuhkan kekuatan dan karakter yang cukup untuk menjadi orang baik.

@jokowi

@kpai_official

@komnas.ham

@pustekkom_kemdikbud

@tehtyastar

@queenfitri

@nukila_evanty

@shamsuliskandar .

.

#stopbullying #nocyberbullying #educationisimportant #specialneedsfamily #AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #strategicpartnership #opengovernmentpartnership #goodcorporategovernance #philantropist #communitybased #brandstrategic #socialjustice #genderequality #systemanalyst #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #jokowi

Pendidikan harus terjangkau agar dapat di akses oleh siapapun

Riset yang dilakukan Haruka Evolusi Digital Utama (HarukaEDU) di 2018 menyebutkan, 79% lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja tertarik untuk melanjutkan kuliah lagi. Namun 66% responden di antaranya urung kuliah karena mengaku terkendala biaya. Salah satu kendala yang banyak ditemui oleh para lulusan SMA dan SMK untuk langsung melanjutkan ke perguruan tinggi di antaranya adalah persoalan biaya.

Bagi mereka yang memiliki cukup uang, mereka bisa memilih sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Namun bagi mereka yang dalam kondisi kurang mampu, harus secara ikhlas menerima sistem pendidikan di negeri ini apa adanya.

Bahkan banyak dari mereka kesulitan untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena masih mahalnya biaya pendidikan. Makin tinggi sekolah, makin mahal biayanya. Padahal bagi yang miskin, jangankan pendidikan yang mahal, untuk makan saja susah. Sungguh ini adalah bentuk diskriminasi dalam pendidikan.

“Pendidikan merupakan kebutuhan asasi dan harus dijalani oleh manusia dalam hidupnya. Pendidikan bukan sebagai kebutuhan sampingan, karena tanpa pendidikan martabat manusia tidak akan mulia. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, tanpa membedakan status sosial, usia maupun jenis kelamin seseorang.”

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

The CEO @tehtyastar

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

The Mentor @shamsuliskandar

@jokowi @prabowo @erickthohir @smindrawati @airlanggahartarto4.0 @nadiemanwarmakarim @pustekkom_kemdikbud @kemenkeuri @bappenasri @kementerianbumn

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #systemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #educationmatters

http://www.kamangkaranews.com/2020/01/66-persen-lulusan-smasmk-terkendala.html?m=1

http://infobanua.co.id/2020/01/riset-harukaedu-79-persen-lulusan-smu-yang-bekerja-ingin-kuliah/

Meski Angka Stunting Menurun, Indonesia Masih Kronis

Prevalensi stunting balita mengalami penurunan dari 30,8% tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% tahun 2019. Namun menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20%. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis. .

“Setiap orang harus bebas dari kelaparan. Membangun bangsa ini dimulai dari gizi yang cukup, rasa aman dan nyaman.” .

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat ——

The prevalence of stunting for children under five has decreased from 30.8% in 2018 (Riskesdas 2018) to 27.67% in 2019. However, according to WHO, public health problems can be considered chronic if the prevalence of stunting is more than 20%. That is, nationally the problem of stunting in Indonesia is classified as chronic.

“Everyone must be free from hunger. Building this nation starts from adequate nutrition, a sense of security and comfort.”

One of the AWR Foundation’s missions is to facilitate access to openness and equality in public health

@awrfoundation

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

Partnership @kemenkes_ri

The Mentor @shamsuliskandar

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResoulusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #syatemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #stunting

https://www.kamangkaranews.com/2020/01/kendati-angka-stunting-menurun.html?spref=fb&m=1