Earth Day Everyday for Palm Oil

Earth Day 2020 everday is earth day for Palm Oil

Earth Day Everyday!!!

Kebun sawit Indonesia bukan sekedar menghasilkan minyak sawit saja. Kehadiran kebun sawit sebagai penghasil minyak berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup di bumi. Kok bisa?

Pertama, kebun sawit membersihkan sampah karbondioksida pada udara bumi. Sebagaimana diketahui setiap tahun udara bumi kita di kotori dengan gas karbon akibat penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara, gas alam, dll, terutama dari negara-negara maju dan negara padat penduduk. Gas karbon inilah penyebab pemanasan global. Sampah gas karbon tersebut diserap oleh kebun-kebun sawit. Setiap tahun kebun sawit Indonesia menyerap sekitar 2 milyar ton gas karbondioksida dari udara bumi sehingga mengurangi sampah karbon pada udara bumi.

Kedua, Kebun-Kebun Sawit Indonesia setiap tahun menghasilkan sekitar 200 juta ton oksigen setiap tahun. Oksigen tersebut dibagikan secara gratis ke seluruh masyarakat dunia.

Ketiga, minyak sawit merupakan bahan energi berkarbon rendah yang dapat menggantikan energi kotor/berkarbon tinggi seperti minyak bumi, batubara, gas bumi. Selama ini energi kotor tersebut telah menimbulkan polusi lingkungan khususnya emisi karbon pada atmosfir bumi sehingga secara bertahap perlu dikurangi penggunaanya. Minyak sawit merupakan pengganti energi kotor tersebut. Solar diesel digantikan dengan biodiesel, Premium digantikan biopremium, Avtur diganti bioavtur dari minyak sawit. Penggantian energi kotor tersebut dengan bioenergi dari sawit dapat menurunkan emisi karbon sampai 62 persen bahkan lebih.

Keempat, Ketersediaan minyak sawit secara internasional khususnya dalam 20 tahun terakhir,merupakan bahan deterjen bersih yang ramah lingkungan dan dapat terurai secara alamiah (biodegradable). Saat ini sebagian deterjen dan hampir semua produk-produk sabun, shampo, telah menggunakan bahan deterjen bersih yakni minyak sawit. Setiap tahun masyarakat dunia menggunakan ratusan juta ton deterjen, sabun, baik ditingkat rumah tangga, hotel-hotel maupun usaha laundry. Bahan deterjen tersebut adalah petrokimia dari turunan minyak bumi yang tidak dapat terurai secara alamiah (undegradable) sehingga residunya bersifat toksik dan mencemari sungai-sungai/perairan.

Kelima, Ketersediaan minyak sawit dapat menjadi bahan pelumas bersih yang terurai secara alamiah (biopelumas) untuk mengganti petropelumas kotor. Kelapa sawit menggantikan pelumas kotor. Semua mesin -mesin baik bentuk alat transportasi, pabrik-pabrik menggunakan pelumas untuk kelancaran dan keawetan mesin. Selama ini bahan pelumas tersebut adalah produk turunan minyak bumi (petro lubricant) yang residunya tak dapat terurai sehingga mengotori lingkungan. Sampai saat ini memang biopelumas masih relatif sedikit digunakan. Demi kelestarian lingkungan petro pelumas harus dikurangi dan diganti dengan biopelumas sawit.

Keenam, pengganti plastik. Dari biomas sawit seperti tandan kosong sudah dapat diolah menjadi bioplastik yang ramah lingkungan karena dapat terurai secara alamiah. plastik merupakan bahan yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia baik untuk perabot/alat rumah tangga, pembungkus maupun penggunaan lain. Ratusan juta ton plastik digunakan masyarakat setiap tahun. Plastik yang digunakan selama ini juga dari petrokimia (turunan minyak bumi) yang juga tidak dapat terurai secara alamiah, sehingga residunya mengotori lingkungan.

Ketujuh, kebun sawit merupakan tanaman minyak nabati paling tinggi produktivitasnya sehingga relatif hemat lahan atau hemat deforestasi.untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati (baik untuk bahan pangan, energi, biolubrikan, biomaterial, biosurfactan) masyarakat dunia memerlukan tambahan produksi minyak nabati sekitar 6 juta ton. Tambahan kebutuhan minyak nabati tersebut makin meningkat kedepan dengan penggantian petrokimia dengan biomaterial sehingga setidaknya 8 juta ton tambahan produksi minyak nabati dunia harus dihasilkan setiap tahun. Jika tambahan 8 juta ton minyak nabati dunia dibebankan ke 16 jenis minyak nabati (selain sawit) perlu tambahan lahan (deforestasi dunia) seluas 16 juta hektar setiap tahun. Namun jika dipenuhi dari sawit, hanya memerlukan 2 juta hektar setiap tahun bahkan cukup satu juta hektar jika produktivitasnya dinaikkan menjadi 8 ton minyak per hektar.
(Sumber: Gapki)

Dengan Ketujuh kontribusi sawit dalam pelestarian lingkungan hidup global tersebut, kiranya dapat makin meyakinkan kita bahwa sawit ternyata menjadi salah satu solusi dalam pelestarian lingkungan hidup dunia. Tentu saja tatakelola kebun sawit yang berkelanjutan suatu keharusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s