Cahaya Arsyila

Saat aku hampir menyerah dengan semua keadaan, lalu aku menatap wajah bayi mungil di hadapanku…

Tatapan matanya yg polos dan menaruh harapan sangat besar padaku untuk hidupnya seketika itu pula aku sadar bahwa aku harus bangkit. Aku harus semakin kuat dan bertahan dalam kehidupan ini.

Sesakit apapun… seperih apapun… dan siapapun yg menggores luka dalam hidupku harus aku maafkan agar kakiku lbh ringan saat melangkah.

Aku bertahan bukan krn aku hebat dan kuat. Aku bertahan karena bayi mungil yg ada dihadapnku… dia bernama Arsyila Kalinda Symphony, my Baby Queen yg baru berusia 12 hari. Dialah Arsyila yg mengajari aku untuk diam… Arsyila yg mengajari aku untuk kuat… Arsyila yg mengajari aku untuk bertahan… Arsyila yg meyakinkanku bahwa Allah sdh mempersiapkan yg terbaik untuk kami… Arsyila yg mengajarkan aku untuk ikhlas seumur hidup aku terus belajar darinya… 

Arsyila yg menuntunku pada cahaya. Cahaya keajaiban… Cahaya masa depan… Cahaya harapan… 

13 April 2017 hari dimana kehidupanku yg sesungguhnya dimulai… Mentalku diuji dan ditempa. Aku hrs lbh kuat dari sebelumnya.

Memo love you Arsyila, sampai kapanpun akan berjuang buat kita berdua agar bahagia…damai…sejahtera… karena pada akhirnya Memo memiliki alasan untuk apa semua hal yg Memo lakukan, yaitu untuk Arsyila.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s