Merendah dan Mengalah

Sering kali kita merasa gusar, disaat kita mengetahui ada orang yang tidak menyukai kita, membenci, mencela, apalagi selalu mencari kesalahan kita hingga menjadi subjektif. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda jika Anda sudah mengalami hal tersebut. Artinya Anda sudah melakukan hal yang besar, baik, bermanfaat, dan berdampak bagi orang banyak. Karena saya selalu percaya, apalagi semakin menuju akhir zaman, semua menjadi absurd, yang benar dibenci sementara yang kurang benar mengarah pada hal tidak baik apalagi ghibah disayang dan dipercaya. Itu artinya Anda bermanfaat memberi dampak pada lingkungan Anda, sehingga orang lain yang tidak mampu melakukan hal yang Anda lakukan pasti merasa terganggu dengan kehadiran Anda.

Mudahnya begini, Anda harus mampu memotivasi diri Anda sendiri. Tetaplah menjadi baik meski sekitar Anda membenci, sehingga hal termudah untuk Anda ingat adalah ; bagi yang beragama muslim, Anda tahu bahwa Nabi Muhammad SAW sudah dijamin surga bahkan sebelum dilahirkan kebumi, Anda juga tentu tahu bagaimana perjuangan baginda Rasullullah SAW menyempurnakan agama Allah dimuka bumi ini. Tentu saja difitnah, dibenci, dilempari kotoran, dicaci maki, bahkan diusir dari tanah kelahirannya. Bagaimana dengan Nabi Isa AS, beliau juga luar biasa hingga dikhianati oleh orang yang paling Beliau percaya yaitu judas. Namun emas tetaplah emas ia tidak akan berubah menjadi batu bara meski berada didalam bumi, dan untuk menjadi emas seutuhnya prosesnya tidak mudah dan enak. Tidak pernah saya berkata kepada siapapun bahwa enak, indah, dan menyenangkan untuk menjadi bersinar dimanapun Anda berada alias menjadi emas. Proses Emas itu hingga sampai ketangan kita panjang dan menyakitkan bagi emas itu sendiri.

Menurut analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, emas berasal dari tabrakan meteorit lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk. Hal ini yang menjadi alasan mengapa harus dilakukan penambangan. Meteorit tersebut tidak ada di permukaan bumi, melainkan ada di bawah tanah. Namun, posisinya tidak sampai ke inti bumi sehingga penambangan masih bisa dilakukan dengan jarak yang sesuai standar yang ada. Penambangan juga dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keseimbangan alam. Saat emas ditemukan menempel pula bersamanya kotoran-kotoran bumi yang tidak dibutuhkan untuk HARUS dibuang, itu ibarat sifiat dan prilaku kita yang harus diperbaiki dan tahu apa yang harus disimpan dan dibuang seperti postingan saya sebelumnya. Emas itu terus menerus dipukul, disakiti, sampai dilelehkan dan dibentuk menjadi logam mulia semurni murninya emas. Bayangkan jiwa kita pun demikian, untuk menjadi emas Tuhan memberikan Anda ujian, disakiti oleh orang yang Anda tidak pernah sangka, dikhianati, dibenci bahkan oleh orang yang Anda tidak saling kenal, dan lain sebagainya. Itulah proses Anda menjadi emas yang sesungguhnya. Jangan pernah bersedih saat Tuhan memberikan ujian tersebut pada Anda. Justru seharusnya Anda bangga dan langsung berpikiran positif, itu adalah tanda dari Tuhan sudah waktunya Anda mendetox kehidupan Anda.

Keaslian emas hanya dapat diuji di bawah api maksimum. Hal yang sama berlaku sehubungan dengan kedewasaan. Dan ingat, Emas tidak pernah berkarat ditanah.

AWR – Gold for Life

Kalimat diatas dapat dijabarkan bahwa kedewasaan Anda akan teruji dengan pembakaran api yang maksimum alias ujian yang luar biasa dari Tuhan. Karena disaat sesulit yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya Anda dipaksa untuk memilih orang, memilih prioritas, memilih tantangan, memilih hal-hal yang sepertinya tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, pilihan tersulit, disitulah kedewasaan diuji apakah Anda dewasa mengambil resiko besar dan sulit untuk merubah hidup Anda lebih baik atau sebaliknya, merasa takut dengan perubahan dan hanya diam menanti perubahan datang sambil menikmati sakit hati yang Anda rasakan. Jangan pernah malu untuk merendahkan dirimu. Tidak ada yang salah dengan itu. Cukup diam mendengar dirimu disakiti siapapun, merendahlah sampai tak seorangpun yang mampu merendahkanmu, dan untuk itu belajarlah Anda mengalah sampai tak ada seorangpun yang mampu mengalahkanmu.

Hidup itu selalu Adil jika Anda berpikir, bahwa tidak ada semua hal yang tidak kembali pada diri kita sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s