Trumpisme dalam Tafsiran Protagorian: Perspektif Lobbyist terhadap Relativitas Ekonomi Global

Menanggapi tulisan teman saya, senior saya di ILUNI UI, Fithra Faisal Hastiadi di : Link artikel asli https://mediaindonesia.com/kolom-pakar/735974/trumpisme-dalam-tafsiran-protagorian-relativitas-dalam-ekonomi-global

Dalam dunia yang serba terhubung dan penuh dinamika, memahami fenomena seperti “Trumpisme” menjadi lebih dari sekadar analisis ekonomi—melainkan refleksi tentang cara kita menavigasi lanskap global yang terus berubah. Sebagai seorang lobbyist di Indonesia, saya melihat tulisan Bang Fithra Faisal Hastiadi ini sebagai panggilan untuk membaca peluang di tengah ketidakpastian. Perspektif Protagoras yang digunakan dalam tulisan ini memberi ruang refleksi untuk melihat Trumpisme bukan sekadar ancaman, tetapi juga peluang, tergantung dari mana kita memandangnya.

Dinamika Trumpisme: Ancaman atau Peluang?

Sebagai lobbyist, tugas utama adalah menciptakan koneksi, memengaruhi kebijakan, dan menyelaraskan kepentingan bisnis dengan regulasi. Dalam konteks kemenangan Trump, pendekatan yang cenderung bilateral menjadi elemen penting yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mendapatkan akses lebih baik dalam perdagangan internasional.

Seperti yang dijelaskan dalam artikel, kebijakan proteksionisme Trump berpotensi menguras arus modal dari pasar negara berkembang ke AS, termasuk Indonesia. Hal ini akan menciptakan tekanan pada nilai tukar rupiah, likuiditas pasar, serta ruang kebijakan moneter domestik. Namun, di sisi lain, pendekatan transaksional Trump membuka pintu bagi kemitraan bilateral yang lebih strategis, khususnya dalam perdagangan komoditas unggulan seperti nikel dan minyak kelapa sawit.

Sebagai seorang lobbyist, poin ini sangat relevan. Menghadapi situasi ini, strategi harus diarahkan pada penguatan hubungan bilateral dengan mitra potensial, baik itu melalui jalur formal maupun informal. Dalam dunia lobi, memahami preferensi mitra menjadi kunci sukses, dan Trumpisme memberikan gambaran yang cukup jelas: transaksional, pragmatis, dan fokus pada keuntungan domestik.

Relativitas Ekonomi Global: Menafsir Perubahan

Trumpisme adalah contoh nyata bagaimana perubahan politik di satu negara dapat memengaruhi dinamika ekonomi global. Artikel ini menyoroti bagaimana kebijakan Trump dapat menciptakan instabilitas di pasar keuangan, tetapi juga membuka peluang baru. Misalnya, eskalasi perang dagang antara AS dan Tiongkok dapat memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok global.

Sebagai lobbyist, ini adalah kesempatan untuk menavigasi kebijakan yang fleksibel dan adaptif, memastikan bahwa Indonesia tetap relevan di tengah arus perubahan. Misalnya, dengan mendorong regulasi yang ramah investasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur, Indonesia dapat menarik lebih banyak Foreign Direct Investment (FDI). Peran lobbyist dalam konteks ini adalah menjembatani kepentingan antara pemerintah, dunia usaha, dan investor asing untuk menciptakan ekosistem yang kondusif.

Menavigasi Ketidakpastian

Dalam pandangan Protagoras, realitas ditentukan oleh bagaimana kita menafsirkannya. Dalam hal ini, Trumpisme memberikan pelajaran penting: ketidakpastian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dimanfaatkan. Sebagai seorang lobbyist, hal ini mengajarkan bahwa tidak ada situasi yang benar-benar buruk—semuanya tergantung bagaimana kita memanfaatkannya.

Misalnya, tekanan ekonomi akibat kebijakan fiskal Trump yang ekspansif dapat dimitigasi dengan langkah-langkah strategis, seperti meningkatkan diversifikasi pasar ekspor, menjalin aliansi regional yang lebih erat, serta memanfaatkan momentum tren energi hijau global. Lobbyist dapat memainkan peran sentral dalam mengadvokasi kebijakan yang memungkinkan Indonesia menjadi mitra strategis dalam transisi energi global, sekaligus mengamankan posisi di pasar internasional.

Kesimpulan: Menciptakan Peluang dalam Relativitas

Trumpisme, sebagaimana dijelaskan dalam artikel Bang Fithra Faisal Hastiadi, bukanlah ancaman absolut. Ia adalah realitas yang dapat dibentuk sesuai dengan sudut pandang dan respons kita. Dalam konteks lobi, memahami arah kebijakan global dan menjembatani kepentingan domestik dengan peluang internasional menjadi kunci untuk menciptakan strategi yang efektif.

Bagi Indonesia, kemenangan Trump adalah panggilan untuk beradaptasi dengan dinamika baru. Seperti air dalam analogi Protagoras—yang bisa terasa hangat atau dingin tergantung dari mana kita datang—realitas ekonomi global dapat menjadi ancaman atau peluang, tergantung pada cara kita meresponsnya. Sebagai seorang lobbyist, tugas kita adalah memastikan bahwa Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain yang lebih strategis di tengah ketidakpastian global.

Catatan: Tulisan ini adalah refleksi atas pandangan dalam artikel asli dan dimodifikasi dari sudut pandang seorang lobbyist di Indonesia.

Leave a comment

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑