Pembahasan yang tiba-tiba terlontar dari salah satu anak Memo nih. Bahwa yang bersangkutan merasa minder karena dianggap memiliki privilage ditempat ia bekerja karena memiliki relasi keluarga, dan yang bersangkutan merasa minder atau menjadi gak enakan karena rekannya membicarakan hal seperti itu.
Oke, saya jadi mau bahas bahwa, setiap orang memiliki PRIVILAGE kok. Siapa bilang hanya orang tertentu saja. Kalau saya jadi melihatnya, bahwa justru orang yang berbicara seperti itu merasa insecure dengan posisinya, dan membicarakan rekan kerjanya dibelakang bahwa “dia mah gak perlu kerja keras udah pasti aman posisinya”, artinya dia merasa posisinya tidak aman donk. Pertanyaannya, kenapa? Apakah prestasinya kurang, atau apakah ia tidak memiliki interpersonal skill yang baik, sehingga dirinya tidak merasa cukup memiliki kapasitas untuk bertahan lama diperusahaan tersebut?
Kadang, banyak orang tidak sadar saat mereka sedang membicarakan orang lain, sebenernya mereka sedang membicarakan atau menunjukan siapa diri mereka sebenarnya.
Jadi, bagi anak-anak Memo yang lain diluar sana, yang kebetulan juga membaca tulisan recehan ini, hehehe… Memo hanya mau bilang nih. Dengan Anda bisa hidup sampai detik ini dan membaca tulisan ini, itu adalah privilage bagi Anda. Kenapa? Selama Anda mau terus memperbaiki diri, upgrade skill, open mind, dan belajar hal-hal baru maka itu adalah Privilage dari Tuhan untuk Anda dapat meningkatkan kapasitas diri, yang dimana jika kapasitas kita naik atau bertambah maka otomatis Tuhan juga akan menaikan posisi dan pekerjaan Anda, apapun profesi dan pekerjaan Anda.
Karena Tuhan akan selalu menempatkan seseorang sesuai kemampuannya. Jika Anda belum siap, Tuhan tidak akan pernah menempatkan Anda diposisi yang Anda pikir Anda hanya “MAU” karena mau saja tidak cukup untuk menduduki suatu posisi yang memiliki tanggung jawab atas orang banyak.
Namun banyak orang tidak sadar, bahwa untuk mencapai kesuksesan selain memiliki hard skill atau kemampuan teknis melakukan pekerjaan sesuai bidang keilmuannya, justru sangat ditunjang oleh kemampuan soft skills atau personal skill, dimana hal-hal tersebut berhubungan dengan orang lain. Interpersonal skills ditempat kerja itu lebih sangat dibutuhkan daripada sekedar Anda jago atau berpengalaman dibidang tertentu. Karena pintar saja tidak cukup, jika Anda tidak pintar-pintar membawa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan tidak merasa lebih baik dari orang lain.
Jadi, untuk Anda semua, semangat yaa yang sedang berjuang didunia kerja dimanapun Anda berada. Alih-alih memikirkan orang lain, berfokuslah pada apa yang harus Anda perbaiki sebagai bentuk syukur pada Tuhan sudah diberikan privilage untuk masih hidup untuk memperbaiki diri dan membahagiakan orang yang Anda sayangi.
Regards,


Leave a comment