What is AWR Foundation

https://kabargolkar.com/read/kabar_kader/8666/inginkan-pembangunan-dengan-skema-pentahelix-kader-golkar-ini-bentuk-awr-foundation

Karena tiba-tiba ada 2 pemberitaan tanpa sengaja saya tahu yg Koran dr wartawan Kuningan dan ada yg comment di Facebook saya link KabarGolkar tersebut. Saya jadi tergerak untuk mulai menjelaskan Apa sih AWR Foundation dan ReThinkbyAWR.

Berawal dari pengalaman menjadi politik praktis memcalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Jabar X (Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran) namun belum lolos banyak sekali pelajaran yang didapat dengan masalah masyarakat itu sendiri baik dari pola berpikir mereka, pola hidup, pola pergaulan dll. Serta bagaimana kebijakan dan ASN itu sendiri terhadap politik, dan lain sebagainya. Walau belum lolos itu tidak membuat saya down karena saya sadar betul saya masih belajar dan yang terpenting adalah saya mulai berani turun ke lapangan langsung. Hal itu membuat saya bangga dan bahagia dapat melakukan hal tersebut.

Hal yang mendasar sekali kenapa akhirnya sampai dibuat AWR Foundation adalah karena saat itu saya ikut seleksi suatu pekerjaan dan lulus paikotest namun tidak ada tindak lanjut sementara yang tidak lulus malah justru dipanggil. Saat itulah saya merasa ketidak adilan berada disekitar partai politik dimana seharusnya partai politik menyeleksi kader2 terbaik karena harus mewakili aspirasi masyarakat dan mampu membenahi negara ini dengan political will nya. Saya jujur menangis sakit sekali hati saya, hanya karena sy single parents dan berjuang buat anak2 saya lantas merasa mereka terganggu. Dimana keadilan negeri ini justru orang politik yang melakukan diskriminasi pekerjaan.

Salah satu sahabat saya her name is Mbak Fitri, kami sudah mengenal sejak tahun 2008 karena pernah bekerja di kantor yang sama. Namun kami selalu keep in touch meski sempat beberapa lama tidak bertemu dan beberapa hal lain kami mbangun bisnis bersama yang efeknya selalu untuk masyarakat. Pola pikir kami yg sama itulah yg Tuhan jaga makanya kami disatukan dalam AWR Foundation ini. Mbak Fitri share tulisan saya ke teman2 media dan temennya Mbak Fitri membuka website saya ini membaca-baca dan bertemulah kami.

Dari situ kami menyepakati untuk bergerak dibawah yayasan namun untuk menciptakan dampak langsung pada masyarakat kami memiliki turunan dari produk yayasan kami yaitu “ReThinkbyAWR” Strategic Partnership bagi pemerintah dan masyarakat.

Yuk kita baca…

FOREWORD / KATA PENGANTAR

Pemerintah telah menetapkan lima program prioritas nasional bidang perekonomian dengan tajuk Pertumbuhan Ekonomi yaitu :

The government has established five national priority programs in the economy sector with the headline calls Economic Growth, which namely as:

Pertama, adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga pola kerja sama dengan talenta global.

First, is the development of human resources (HR) to the pattern of cooperation with global talent.

Kedua, pembangunan infrastruktur, yang akan menghubungkan sumbersumber Pertumbuhan ekonomi, dan akses ke destinasi wisata. Proyek ini didukung dengan program Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pengadaan tanah, dan kebijakan satu peta.

Second, infrastructure development, which will connect sources Economic growth, and access to tourist destinations. This project is supported by the National Strategic Project (PSN) program, accelerated land acquisition, and one map policy.

Ketiga, yaitu menyederhanakan regulasi melalui penerbitan dua omnibus law yakni cipta lapangan kerja dan perpajakan diantaranya penerbitan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Third, which is to simplify regulation through the issuance of two omnibus laws which mean to create employment opportunity and taxation including the issuance of the Employment Copyright Act and the UMKM Empowerment Act.

Keempat, adalah penyederhanaan birokrasi melalui reformasi dan otomasi serta integrasi sistem layanan dengan dukungan program berupa ekosistem kemudahan berusaha, lektronifikasi keuangan daerah, dan sistem OSS (online singlesubmission) untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital.

The fourth place is the simplification of bureaucracy through reform and automation and the integration of service systems with the supporting programs in the form of business ease ecosystems, regional financial electronification, and OSS system (online single submission) in purpose to change local government revenue and expenditure transactions from cash to non-digital based cash.

Kelima, berkaitan dengan transformasi ekonomi agar Indonesia dapat melepaskan ketergantungan terhadap sumber daya alam, dan mengubahnya menjadi daya saing manufaktur serta jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Fifth, relating to economic transformation so that Indonesia can release its dependence on natural resources, and turn it into manufacturing competitiveness and modern services that have high added value.

AWR Foundation didirikan dengan tujuan agar dapat mewujudkan program Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing melalui Open Government Partnership dengan menggunakan skema Pentahelix.

The AWR Foundation was established with main goal in order to realize an inclusive, sustainable and competitive Indonesian Economic Growth program through the Open Government Partnership using the Pentahelix scheme.

EXECUTIVE SUMMARY / RINGKASAN SINGKAT

What is :

AWR Foundation

ReThinkbyAWR

AWR

Merupakan singkatan dari Akselerasi Warta Resolusi dimana kami ingin melakukan percepatan akses informasi dalam mewujudkan setiap keinginan dari sebuah tujuan.

Informasi merupakan hal yang mendasar dari semua tujuan yang ingin dicapai, cepat atau lambatnya sangat mempengaruhi seberapa cepat tujuan itu akan dicapai.

Karena zaman sekarang Speed is a new currency.

Is an abbreviation of Akselerasi Warta Resolusi in which we want to accelerate access to information in realizing every desire of a goal.

Information is fundamental to all goals to be achieved, the speed to recieve it will influences how quickly that goal will be achieved. Because in this current time Speed is a new currency

Penggunaan ReThink pada product turunan kami adalah sebagai upaya penyelarasan kembali seluruh perencanaan dan kegiatan agar berkualitas dan memenuhi azas Open Government yang professional dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. ReThinkbyAWR sebagai consultant bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan percepatan pembangunan di daerahnya baik itu Pariwisata, Akses, serta penguatan program dan pembaharuan program. Strategic partnership yang menggunakan sistem Open Government Partnership dengan skema Pentahelix [Pemerintah, Industri, Akademisi, Media Massa, & Komunitas].

The use of ReThink in our derivative products is an effort to realign all plans and activities so that they are will meet the standard of high quality and meet the Open Government principles that are professional and in accordance with existing laws and regulations. ReThinkbyAWR as a consultant for the Regional Government in accelerating development in the region both Tourism, Access, and strengthening programs and also program renewals. Strategic partnership that uses the Open Government Partnership system with the Pentahelix scheme [Government, Industry, Academics, Mass Media & Communities].

AWR VALUE:

H U M B L E

(Honesty – Unique – Modest – Brave – Loyalty – Educated)

AWR VISSION

Menjadi organisasi terkemuka yang membawa perubahan positive pada pembuat kebijakan dan undang-undang yang mendukung kesejahteraan rakyat.

Become a leading organization in bringing positive change to policy making and legislation in favour of people’s welfare.

AWR MISSION

1. Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat.

Supporting easy, open, and equal helathcare access for all the people

2. Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

Support access of education in related to democracy, fairness and in discriminated

3. Mendukung pemenuhan kebutuhan setiap orang untuk bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Support adequate standard housing in helathy environment.

4. Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan.

Create job opportunity and provide decent work in any lineof industry

5. Memastikan kesetaraan gender di setiap lini kehidupan

Ensure gender equality in society

Our Clients and Partners:

DPR / MPR / DPD RI

Kementerian Hukum dan HAM RI

Kementerian ESDM

Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI

Kementerian Pendidikan RI

Kementerian Riset & Teknologi RI

Kementerian Kelautan & Perikanan

Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta

Direktorat Imigrasi & Kantor Imigrasi se-Indonesia

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat

Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan

And the next all the government, the institutions, etc….

Let’s Collaborate with us

Shining for you always💫

Goes so far till the STAR 💫

#WomanWithVoices

#MakingOthersBetter

#EveryoneToBeInvolved

#BuildingTrust

#ChoosingWhatNotToDo

#TurnConflictIntoCreativity

#DataBeatsEmotions

#UsitToImpactPeople

#HugOurPalmOil

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

(AWR)

The CEO

Open Government Partnership Consultant

Fitri Wigati Mumpuni

The Controller

Community Based Consultant

Reza Indragiri Amriel,MCrim (Forpsych)

Advisor

Brand Strategist Consultant

Nukila Evanty

The Counselor

social justice & Gender Equality

Muhammad Dzaki

Correspondent

Scriptwritter

Muhammad Iqbal

The Analyst

System Analyst

Muhammad Riza Febriano

Strategic Planning

Strategics

Bergas Chahyo Baskoro

Conflict Management

Environment

Yodha Miharja

Partnership Management

Datuk Seri Shamsul Iskandar

The Mentor

Deputy Minister of Primary Industries Malaysia

AWR sendiri merupakan nama dari saya pribadi Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, lalu saya dan team merumuskan nama yayasan dengan singkatan AWR juga jadilah Akselerasi Warta Resolusi.

Saya ingin memiliki legacy untuk Bangsa ini suatu hari bahkan ketika saya sudah meninggalkan dunia ini dan menghadap Allah SWT. Semoga AWR Foundation – ReThinkbyAWR akan menyinari bangsa ini kelak and I’ll get my job done! Aamiin

Catatan Terkait E-Parkir di Pasar Kepuh Kuningan

Penerapan sistem parkir portal elektronik berbasis komputer yang akan mulai diterapkan di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Sistem ini sebenarnya sama dengan sistem parkir yang ada di mall atau pusat perbelanjaan modern di Kota Besar. Namun bedanya, portal elektronik itu dipasang di pasar tradisional.

Banyak penolakan dari para pedagang mengenai sistem E-Parkir tersebut, bahkan di salah satu media online seputarkuningan berkata bahwa e-parkir merupakan salah satu bentuk kedzholiman terhadap para pedagang karena selama ini adem ayem saja bahkan mendukung pemerintahan dan dengan adanya e-parkir mereka merasa dikhianati oleh pemerintah untuk kepentingan pihak tertentu.

Menurut pandangan saya boleh saja dilakukan uji coba dahulu untuk menerapkan e-parkir tersebut dengan catatan:

1. Uji penerapan sistem parkir portal elektronik ini sendiri dipegang langsung oleh Dinas Perhubungan Kab Kuningan, bukan swasta.

2. Karena sistem tersebut mengutakan kenyamanan bagi masyarakat, maka tarifnya masyarakat hanya membayar Rp2 ribu untuk roda dua, dan Rp3 ribu untuk kendaraan Roda Empat. Masyarakat harus tahu, tidak ada lagi tarif tambahan untuk parkir. Untuk itu, masyarakat jangan lagi membayar jika masih ada pungutan parkir yang ada di dalam pasar. Jika masih ada pungutan di dalam silakan laporkan. Jadi bukan berdasarkan per jam seperti di mall.

3. Jika masih ada kendala, dan kekurangan di lapangan maka sistem tersebut harus di kaji ulang dengan penerapan yang lebih baik lagi. Sehingga hasilnya juga dapat dinikmati masyarakat.

Karena sistem e-parkir juga diterapkan di beberapa Kabupaten di Indonesia, misalnya Di Hulu Sungai Tengah (HST)/Barabai, bahkan di Solo ada 3 pasar sudah diterapkan dan 1 diantaranya menyediakan parkir valet di pasar tradisionalnya, Kab Bekasi dan GTC Kota Cirebon merenarapkan E-Retribusi dan pembayaran non tunai.

Hal ini dilakukan memang menurut pandangan saya untuk mencegah kebocoran PAD dari perolehan retribusi parkir pasar dengan adanya sistem portal baru ini, seharusnya pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat meningkat. Karena pembayaran, dari parkir memang masuk ke PAD Kab Kuningan.  Untuk itu, Pemda harus mengimbau ke masyarakat, agar tidak lagi membayar ke tempat penjaga parkir. Cukup satu kali membayar di bagian parkir resmi. Karena kendala yang ada biasanya pungutan berlapis, ketika sudah membayar di pintu masuk, tetapi saat di dalam pasar kembali diminta pungutan parkir lagi. Perlu ditekankankan bukan parkir hitungan perjam namun caranya yang diganti agar lebih efisien, transparan, & akuntabel. Setelah uji coba Pemda berikan laporan pada DPRD dan rakyat bagaimana perubahan penerapan retribusi parkir setelah sistemnya diubah apakah meningkatkan PAD, stagnan, atau justru menurun.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

The CEO AWR Foundation

ReThinkbyAWR Strategic Partnership

http://infobanua.co.id/2020/01/ini-beberapa-catatan-terkait-parkir-elektronik-di-pasar-kepuh-kuningan/

https://dialektikakuningan.com/e-parkir-di-pasar-kepuh-harus-ada-sosialisasi-khusus-dan-uji-coba-langsung-oleh-dishub-kuningan/

http://m.rri.co.id/post/berita/771276/info_publik/uji_coba_parkir_elektronik_pasar_kuningan_tidak_boleh_dilakukan_pihak_swasta.html

https://www.liputan6.com/regional/read/4156646/mencari-jalan-tengah-terkait-kisruh-parkir-pasar-kepuh

Jangan remehkan Bullying

Kemajuan tehnology yang pesat jika tidak di imbangi dengan kesiapan setiap individu dalam memfilter informasi yang di terima bisa memberikan dampak negative terhadap tumbuh kembang anak. Perundungan online menjadi salah satu dampak negative yang sering dialami anak-anak. Peran serta orang tua dalam komunikasi dan monitoring sangat penting.

Data menunjukan bahwa kekerasan anak paling banyak terjadi adalah Bullying yaitu kasus berjumlah 161 pada tahun 2018. Sementara pada tahun 2019 ada 8 kasus anak korban kebijakan, pengeroyokan 3 kasus, kekerasan fisik 8 kasus, kekerasan sexual 3 kasus, kekerasan psikis & bullying 12 kasus & anak membully guru 4 kasus (KPAI).

Anak-anak yang menjadi korban kebijakan atau terbentur aturan akhirnya mendapatkan sanksi yang bersifat dipermalukan. Lalu tidak mendapat surat pindah, tidak bisa ikut ujian, hingga dikeluarkan dari sekolah karena berbagai persoalan, seperti HIV dan menjadi korban kekerasan seksual.

Kemudian permasalahan yang mencakup kasus kekerasan fisik hingga bullying seperti dituduh mencuri, dirundung oleh teman maupun pendidik, saling ejek di dunia maya, persekusi di dunia nyata, dan menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan.

Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban.

Anak korban bullying berisiko lima kali lipat menderita masalah kegugupan (anxiety disorder) dibanding dengan anak korban aniaya orang dewasa dinilai menyesatkan. Bullying, baik secara verbal maupun fisik, yang dilakukan oleh teman sebaya lain juga merupakan masalah global. Dilaporkan 1:3 anak di 38 negara adalah korban bullying. Hal ini juga dapat memiliki efek buruk yang sama di masa dewasa (University of Warwick & Duke Medical Centre).

Kesalahan umum yang dilakukan pelaku intimidasi adalah dengan menganggap bahwa karena seseorang baik maka dia lemah. Ciri-ciri itu tidak ada hubungannya satu sama lain. Padahal, dibutuhkan kekuatan dan karakter yang cukup untuk menjadi orang baik.

@jokowi

@kpai_official

@komnas.ham

@pustekkom_kemdikbud

@tehtyastar

@queenfitri

@nukila_evanty

@shamsuliskandar .

.

#stopbullying #nocyberbullying #educationisimportant #specialneedsfamily #AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #strategicpartnership #opengovernmentpartnership #goodcorporategovernance #philantropist #communitybased #brandstrategic #socialjustice #genderequality #systemanalyst #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #jokowi

Pendidikan harus terjangkau agar dapat di akses oleh siapapun

Riset yang dilakukan Haruka Evolusi Digital Utama (HarukaEDU) di 2018 menyebutkan, 79% lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja tertarik untuk melanjutkan kuliah lagi. Namun 66% responden di antaranya urung kuliah karena mengaku terkendala biaya. Salah satu kendala yang banyak ditemui oleh para lulusan SMA dan SMK untuk langsung melanjutkan ke perguruan tinggi di antaranya adalah persoalan biaya.

Bagi mereka yang memiliki cukup uang, mereka bisa memilih sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Namun bagi mereka yang dalam kondisi kurang mampu, harus secara ikhlas menerima sistem pendidikan di negeri ini apa adanya.

Bahkan banyak dari mereka kesulitan untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena masih mahalnya biaya pendidikan. Makin tinggi sekolah, makin mahal biayanya. Padahal bagi yang miskin, jangankan pendidikan yang mahal, untuk makan saja susah. Sungguh ini adalah bentuk diskriminasi dalam pendidikan.

“Pendidikan merupakan kebutuhan asasi dan harus dijalani oleh manusia dalam hidupnya. Pendidikan bukan sebagai kebutuhan sampingan, karena tanpa pendidikan martabat manusia tidak akan mulia. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, tanpa membedakan status sosial, usia maupun jenis kelamin seseorang.”

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

The CEO @tehtyastar

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

The Mentor @shamsuliskandar

@jokowi @prabowo @erickthohir @smindrawati @airlanggahartarto4.0 @nadiemanwarmakarim @pustekkom_kemdikbud @kemenkeuri @bappenasri @kementerianbumn

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #systemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #educationmatters

http://www.kamangkaranews.com/2020/01/66-persen-lulusan-smasmk-terkendala.html?m=1

http://infobanua.co.id/2020/01/riset-harukaedu-79-persen-lulusan-smu-yang-bekerja-ingin-kuliah/

Meski Angka Stunting Menurun, Indonesia Masih Kronis

Prevalensi stunting balita mengalami penurunan dari 30,8% tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% tahun 2019. Namun menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20%. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis. .

“Setiap orang harus bebas dari kelaparan. Membangun bangsa ini dimulai dari gizi yang cukup, rasa aman dan nyaman.” .

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat ——

The prevalence of stunting for children under five has decreased from 30.8% in 2018 (Riskesdas 2018) to 27.67% in 2019. However, according to WHO, public health problems can be considered chronic if the prevalence of stunting is more than 20%. That is, nationally the problem of stunting in Indonesia is classified as chronic.

“Everyone must be free from hunger. Building this nation starts from adequate nutrition, a sense of security and comfort.”

One of the AWR Foundation’s missions is to facilitate access to openness and equality in public health

@awrfoundation

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

Partnership @kemenkes_ri

The Mentor @shamsuliskandar

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResoulusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #syatemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #stunting

https://www.kamangkaranews.com/2020/01/kendati-angka-stunting-menurun.html?spref=fb&m=1

Refleksi Banjir di Tahun Baru 2020

Tahun baruan saat harusnya refleksi diri, namun banyak dari kita yang menganggap hak yang harus dirayakan dengan pesta dan gemerlap kemewahan dan suka cita. Ya memang benar, kita harus optimis menyambut Tahun Baru dengan semangat bahagia, tapi bukan juga dengan melakukan hal yang menurut saya mubazir. Memang disisi lain sah saja siapapun mau melakukan apapun, namun yang menjadi soal saat ada bencana alam yang menimpa lalu tidak pernah bisa berkaca diri justru melemparkan ke orang kain.
Apa kalian lupa bahwa kalian bakar uang ke langit demi gemerlapnya langit malam dengar pijar cahaya warna warni, lalu Tuhan berikan sambutan kembali dg air hujan tak kunjung henti dr langit yg kalian beri lemparan cahaya sekejap tak henti sampai banjir lalu kalian caci maki pemerintahan. Mawas diri, apakah kita sdh cukup berkontribusi untuk alam ini dan tempat kita tinggal?
Hal itu tentu saja menjadi cerminan siapa diri kita sesungguhnya, bencana alam dan apapun itu merupakan campur tangan Tuhan yang tak bisa kita lupakan hal tersebut. 1 perbuatan berdampak baju seluruh umat, itu yg harusnya kita tanamkan pada diri sendiri agar;
1. Saat dikendaraan atau dimanapun biasakan mengumpulkan sampah terlebih dahulu jika belum ada tenpat yg layak untuk membuang sampah, yang layak loh ya di tempat sampah bukan di pojokan pohon atau kebun kosong atau kali.
2. Saat dimanapun berada dan kita memegang sampah untuk dibuang langsung mawas diri, ingat bahwa apa yg kita lakukan itu berdampak bagi seluruh umat muka bumi ini. Jangan pernah berpikir “ah kan cuma saya sendiri gak mungkin banjir” bayangkan kalo kalimat tersebut terlontar dari mininal setengah jiwa penghuni bumi?!?! Apa gak tenggelam negeri kita atau ditimpa bencana alam lainnya?
3. Jgn pernah menyepelekan kebijakan sekecil apapun. Pemerintah telah menetapkan beberapa aturan jarak membangun rumah atau bangunan yang dekat sungai, seperti Pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/1993 tentang garis sempadan sungai, disebutkan pada pasal 10 dijelaskan bahwa penetapan garis sempadan danau, waduk, mata air dan sungai yang terpengaruh pasang surut air laut mengikuti kriteria yang telah ditetapkan dalam keputusan Presiden R.I. Nomor : 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 
Pada pasal 12 juga disebutkan bahwa pada daerah sempadan dilarang ; membuang sampah, limbah padat dan atau cair, medirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha. 
Namun pada kenyataannya masih terdapat bangunan permanen. Dengan sudah banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan sempadan yang merupakan areal terdampak, bahkan beberapa sudah memiliki serifikat tanah dan juga IMB, demikian di daerah hulu bangunan-bangunan permanen permukiman perumahan, sarana pendidikan serta bangunan-bangunan milik swasta masih berdiri di area sempadan, tentunya akan sangat tidak mudah untuk menata kembali kawasan tersebut.

Sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu.

untuk mengurai persoalan banjir di Negeri kita tercinta ini diharapkan mampu melakukan Pendekatan   teknis   yang   diperlukan   sehubungan dengan   kondisi   kawasan   sungai dan  sekitarnya  yakni :
1). Menormalisasikan  sungai,  sehingga  sempadan  sungai  akan  jelas  keberadaannya dan fungsinya.
2). Daerah  aliran  sungai  perlu  ditata,  sehingga hutan  lindung  tetap  terjaga,  guna mengurangi  masalah  sedimentasi  dan  sebagai  daerah resapan.
3). Untuk   daerah-daerah   limitasi   (terbatas),   perlu   ditanggulangi   agar   penggu-naannya  lebih  terarah.
Yuk saling menjaga lingkungan kita, jgn menyalahkan org lain krn ini sudah dari sananya dr awalnya yg salah membenarkan yg salah dan panjang kali lebar lah skrg persoalannya.

Semoga korban Banjir yang menimpa bisa lebih sabar, dan menjadikan moment ini refleksi awal tahun 2020 untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Negeri ini dipilih oleh rakyat oleh karena itu jadilah rakyat yang bijaksana untuk menjaga diri sendiri dari prilaku yang menyimpang aturan ataupun norma, semua demi diri sensiri dan anak cucu cicit kita kelak.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

EQUALITY- Hello 2020

“Kalau perbedaan adalah rahmat, kenapa Anda ingin disamakan dengan laki-laki?”

Kalimat tersebut adalah salah satu komentar yang banyak kita temui saat menggugat konsep kesetaraan gender.

Betapa menyedihkan saat menyadari betapa banyak orang tak memahami arti kata setara, apalagi konsep kesetaraan gender.

Setara itu bukan berarti sama. Berikut definisi kedua kata tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

setara/se·ta·ra/ n 1 sejajar (sama tingginya dan sebagainya): kedua kakak beradik itu duduk ~; 2 sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding: pilihlah istri yang ~ denganmu; 3 sepadan; seimbang: tenaga yang dipergunakan harus ~ dengan hasilnya;

sama 1/sa·ma /a 1 serupa (halnya, keadaannya, dan sebagainya), tidak berbeda; tidak berlainan: pada umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu ~ saja; kedua soal itu ~sulitnya;

Memperjuangkan kesetaraan gender bukan berarti menuntut perempuan untuk menjadi sama dengan lelaki, tetapi mendukung perempuan dan lelaki agar mendapat kesempatan untuk ada dalam posisi yang sejajar. Karena banyak jg ketidak adilan judgement soal lelaki, misal Lelaki ga boleh ngurus anak dirumah atau masak. Selama itu kesepakatan bersama why not? Kecuali tu lelaki malah main cewe lagi. Itubgak beres malah nyuruh istrinya yg cari nafkah.

Mendobrak konstruksi sosial bahwa lelaki “dari sananya diberi kelebihan sehingga hanya dia yang layak jadi pemimpin”. Ini memberi laki-laki stigma dan beban juga. Harus selalu memimpin, enggak boleh nangis, harus maskulin, harus melindungi perempuan.

Ini abad ke-21. Perempuan dan lelaki bisa sama-sama jadi pemimpin, bisa berbagi pendapat dan beban, bisa berada dalam spektrum femininitas-maskulinitas, harus pula bisa saling melindungi.

Feminisme adalah upaya untuk mengubah ketidaksetaraan gender menjadi kesetaraan gender. Bukan usaha agar perempuan jadi sama dengan lelaki, bukan taktik supaya perempuan tercerabut dari agama, bukan menuntut laki-laki jadi bawahan perempuan. Bukan pula ajaran “Barat” karena spiritnya selaras dengan banyak ajaran dan agama yang mengedepankan keadilan, termasuk Islam.

Yang sering dijadikan dasar menggugat feminisme adalah pemahaman keliru tentang kodrat — bahwa feminisme membuat perempuan lupa akan kodratnya.

Kalau soal bekerja, mengurus anak, menyetir, memimpin, dan dipimpin, semua hal tersebut bukanlah kodrat karena dapat dilakukan oleh perempuan dan laki-laki.

“Saya bingung sama wanita yang minta kesetaraan. Bukannya kalian itu selalu mendapatkan keistimewaan lebih, kalo ada dua beban juga pasti laki-laki yang lebih berat wanita yang lebih ringan”

Nah, kalau soal berbagi beban, saya rasa ini masalah kemanusiaan, bukan mengistimewakan salah satu gender. Kalau Anda punya fisik yang kuat dan melihat orang lain yang badannya lebih lemah, apa salahnya membantu? Kalau Anda dikaruniai otak yang cemerlang, apa salahnya membantu mereka yang kemampuan kognitifnya lemah (kecuali pas ujian ya)?

Perlu dicatat bahwa tidak semua lelaki lebih kuat fisik maupun otaknya daripada perempuan, sangat mungkin terjadi hal sebaliknya. Bisa saja Anda, perempuan muda yang berbadan sehat dan kuat, memutuskan memberi tempat duduk di KRL Commuter Line kepada lelaki paruh baya yang tampak sakit dan memerlukan istirahat.

Jadi, jgn masuk keranah yang terlalu privacy selama antar perempuan dan lelaki saling mendukung satu sama lain tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Perempuan memiliki masalah yg lebih complicated di Indonesia karena terbentur dengan sistem yang mempersulit perempuan. Saya mewakili AWR Foundation akan terus memperjuangkan itu. Start from 2020 fokus terhadap perempuan.

Perempuan didalam lingkaran perdagangan

Bagi perempuan diluar sana yang berprofesi sebagai politisi yg sudah memiliki jabatan praktis atau peremuan yang sudah berada pada puncak kariernya dan sejak lahir sudah berada dalam lingkungan keluarga yg kondusif mungkin mereka hanya tau dari berita atau TV tentang bagaimana penjualan perempuan, bagaimana kehidupan malam perempuan malam yang harus bergantian melayani pria yang membayar mereka.

Tapi bagi saya, rasanya saya ingin sekali berteriak dan berbuat sesuatu yang besar bagi perubahan pemberdayaan perempuan. Kenapa? Karena saya sering melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana perempuan2 itu dijual belikan dan saya harus pura2 gak masalah dengan itu, tapi hati saya ingin miris menangis. Serendah itu pekerjaan perempuan untuk berjualan dirinya setelah dipilih dari room karoke yg satu lalu selesai pindah lagi siap2 permintaan diruangan karoke yang lainnya. No telp mereka bisa dibagikan bebas lumayan buat uang sampingan apalagi jika jadi pelanggan tetap. Tp Anda bisa bayangkan berapa pelanggan tetap mereka? Saya bukan orang baik, tapi paling tidak saya tidak menghalalkan jual beli perempuan dengan cara seperti itu. Sampai kapan dunia hiburan malam menjadikan perempuan sebagai objek?

Orang yang paling jahat adalah mereka yang memanfaatkan kesulitan orang lain, itu dzolim banget. Mereka tau perempuan itu kerja butuh uang cari nafkah entah mrk yang single parents, atau memang diizinkan suaminya menjual dirinya, atau memang yang perempuan itu pikir tidak punya keahlian lain selain jual kecantikan dan tubuhnya. Lalu pria itu ya memanfaatkan keadaan itu dan membayar mereka karena perempuan itu tidak mungkin menolak. Perempuan seperti itu tidak ada yang berpikir panjang. Kalau berpikir panjang tidak mungkin mereka mendaftarkan diri mereka bekerja ditempat seperti itu.

Saya orang yang selalu explore dan mendalam ketika mencari tahu sesuatu dan saya bisa menahan diri saya untuk tidak terlihat tidak nyaman. You know, i am lobbyist jadi sy memang menguasai psikologi orang lain dan diri sendiri tentunya juga ilmu2 lain yang diperlukan lobbyist. Oleh karena itu bagi perempuan yang sudah berada diposisi strategis coba deh nyamar jangan menunjukan diri kalian sebagai anggota DPR atau apapun itu masuklah ke dunia malam karoke nemenin pria hidung belang karoke sebagai rekan bisnis. Rasakan, lihat, dengar, apakah kalian mendengar jeritab hati mereka yang paling dalam atau minimalnya suara hati Anda sendiri bagaimana melihat semua itu ada di depan mata kita LIVE!!!! 1 kalimat yang selalu ada di kepala saya saat saya berada disana “Suatu hari, saya akan membuat paradigma baru tentang perempuan, perempuan sebagai penguat pondasi negeri”. Bukan pekerjaan mudah, mengingat banyak pula perempuan yang memilih instan menjadi kaya raya dengan menjual diri mereka. Tapi tugas saya terus harus dijalankan, paling tidak saya akan membebaskan para perempuan yang hati kecilnya sebenarnya menolak melakukan hal tersebut. Semoga suatu hari Allah mengizinkan saya menjadi pengambil keputusan terpenting di negeri ini.

Alih-alih untuk peningkatan pendapatan aseli daerah saya yakin masih banyak cara hiburan lainnya. Saya tidak suka poligami tapi kalau seperti ini lebih baik pria itu bandel dengan pasangan sah nya yang baru tapi tidak ganti2, daripada ganti2 pasangan, nyebarin penyakit, belum lagi kekerasan emosional yang diterima oleh pekerja perempuan penghibur tersebut saat mereka berharap lebih tapi pria itu tak mungkin melakukannya karena memang hanya have fun! Saya punya anak perempuan dan laki2 bayangkan kalau nanti perempuan baik-baik dimasa depan tinggal sedikit dan menantu kita gak taunya berasal dari tempat itu, bagaimana rasanya? Atau anak kalian sendiri yang perempuan diperlakukan seperti itu oleh suaminya? Hukum alam itu selalu bekerja makanya kenapa dunia ini gak pernah tenang karena permintaan yang terbesar itu jual beli perempuan, jual beli organ tubuh, jual beli anak, dan efeknya negatif.

Kedepannya, saya berharap saya jadi orang kaya raya yang bisa membantu semua perempuan keluar dari dunia kelam itu dan menjadi lebih berdaya. Karena saya yakin seburuk apapun pekerjaan mereka, mereka bekerja keras agar anak2 mereka tidak seperti itu kelak nanti. Semoga kedepan banyak orang kaya raya yg juga kaya hati dan kaya pengetahuan bahwa memberdayakan perempuan, berarti anda memberdayakan dunia, mengangkat perempuan berarti anda mengangkat negara ini.

Lucunya, setelah perempuan itu hamil diluar nikah karena perbuatan unmoral dari laki2 tidak bertanggung jawab lalu di disdukcapil tdk bisa urus akta lahir yang sah tidak diketahui bapaknya anggaplah hasil perkosaan di angkot gelap lalu bagaimana peran negara melalui Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri di daerah disdukcapil dalam penguatan pemberdayaan peremuan? Tidak bisa memgeluarkan Akta Lahir karena dianggap anak tidak jelas identitas keluarganya, atau status pernikahannya

Atau mengeluarkan namun ada notes tertulis “anak ini diluar catatan nikah negara”. Pertanyaan saya selanjutnya, apa manfaatnya Anda menulis itu????? Untuk data? Data cukup di komupter dan system anda. Apa anda gak berpikir bagaimana nanti saat mereka tumbuh saat sekolah dan jadi pembicaraan guru atau orang tua murid? Anda lah yang menyebabkan dosa jariyah sampe liang lahat Anda sendiri karena membiarkan anak tak berdosa mengalami kekerasan mental dan itu lebih parah dari kekerasan fisik!!! Karena dampaknya sangat panjang dan pihak yang terlibat banyak.

Saya berharap pemerintah dan pembuat kebijakan bukan hanya sekedar bicara mengawang2 bahwa perempuan harus berdaya tapi buktikan dari hal sekecil itu, bahwa memang Anda, Kalian benar2 hadir terhadap Perempuan dan anak-anak!

Saya terus mengkampanyekan hal ini kepada rekan-rekan saya karena saya yakin ini adalah kegelisahan yang dialami banyak wanita di Indonesia.

Saya bersama perempuan Indonesia siap membangun Negeri ini dengan segenap kekuatan dan kelembutan yang kami miliki. Kami perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk duduk diposisi manapun.

Jika kamu belum memiliki musuh dalam pekerjaanmu, artinya kamu belum melakukan sesuatu hal yang benar!

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar (AWR)

Shining for you always💫

(Akselerasi Warta Resolusi)

AWR Foundation – ReThinkbyAWR

mengucapkan

selamat Hari IBU 2019

ADVERSITY QUOTIENT (Kecerdasan Adversitas)

ADVERSITY QUOTIENT (Kecerdasan Adversitas)

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup yang dialami.

Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia memberikan inspirasi tentang apa artinya “membayar harga”.

Abraham Lincoln sendiri adalah orang yang sering gagal.

~ Usia 22 tahun, ia gagal dalam bisnis

~ Usia 23 tahun, ia gagal di legislatif

~ Usia 24 tahun, ia kalah dalam pemilihan Buenos

~ Usia 26 tahun, kekasihnya meninggal

~ Usia 27 tahun, ia terkena goncangan mental

~ Usia 29 tahun, ia kalah sebagai pembicara

~ Usia 31 tahun, ia kalah dalam pemilihan

~ Usia 34 tahun, ia kalah di senat

~ Usia 37 tahun, ia kalah di kongres

~ Usia 46 tahun, ia kalah di senat

~ Usia 47 tahun, ia kalah sebagai wakil presiden

~ Usia 49 tahun, ia kalah di senat

Akhirnya, pada usia 51 tahun, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Inilah yang dinamakan dengan kecerdasan adversitas yaitu kemampuan dalam menghadapi berbagai kesulitan di berbagai aspek kehidupan. Kemampuan untuk terus maju dan bergerak

Ketika saya membaca tulisan diatas, saya langsung berkaca pada diri sendiri dan saya hanya berkata “ya benar” karena itulah yang saya alami dan sy melihat disekitar saya mereka yang tak pernah merasakan kegagalan apalg terjatuh dalam hidup mereka, hidup mereka seperti tidak memiliki visi, lebih sering berkata let the water flow, padahal untuk mencapai puncak kita bahkan harus melawan arus air. Karena mereka tak pernah merasakan dalam posisi terhimpit harus segera mengakbil keputusan yang terbaik. Bagi saya, Kemampuan mengatasi masalah bukan hanya baik bagi daya tahan tubuh kita, tapi mengasah insting kita lebih peka terhadap perubahan baik itu yang bersifat masalah ataupun peluang. Membantu kita lebih sehat, semangat, dan memiliki energi yang jauh lebih dahsyat dibanding orang yang hidupnya flat.

Hal itu tentu sangat tidak mudah dilakukan mengingat hal terbesar dalam hidup yaitu mental seperti digoncang naik turun kanan kiri hingga berantakan. Maka saya yakin, saya mampu melewati bagian episode ujian ini karena Allah melihat saya sanggup dan kuat dan dilain hal ini pun menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa bersikap terlalu lembek kepada orang lain membuat kita tidak dihargai. Berniat baik namun diabaikan, tak pernah merepotkan organisasi bahkan mampu memanfaatkan organisasi lain malah dijauhi, saya hanya memiliki 1 kalimat. Siapapun yang pernah memandang saya rendah bahkan sebelah mata suatu hari mereka akan bertepuk tangan atas pencapaian keberhasilan saya. Minimal hati kecil mereka mengakui.

Dan saya tidak khawatir ataa rezeki anak2 saya karena saya memiliki Allah dalam hidup yang selalu bersama kami dan Allah tau apapun yang saya lakukan bukan hanya untuk diri saya sendiri tapi untuk anak2 saya sendiri, keluarga, orang-orang terbaik disekitar saya yang selalu ada selama ini melewati masa ujian dalam hidup serta bagi Bangsa dan Negara karena saya ingin menginspirasi jutaan wanita lain di Negeri ini khususnya juga Bangsa Indonesia dan Dunia.

Saya tidak memiliki alasan untuk berhenti karena didepan mata saya ada 2 malaikat kecil yang Allah titipkan untuk saya jaga dan besarkan dan menjadikan mereka seseorang yang disegani oleh Dunia.

Jika memang semua ujian ini adalah “harga” yang harus aku bayar untuk memdapatkan sesuatu yang lebih besar, saya ikhlas… Bismillah…

Jauhi hal-hal negative baik untuk didengar, apalagi untuk dibicarakan. Diam adalah lebih baik daripada membahas keburukan orang lain. Dengan begitu Anda pasti lebih tenang dan satu demi satu mental yang terbangun akan lebih kokoh dan bernilai.

Have a great weekend

Menyerahlah pada kegelapan

Jangan takut membuat kesalahan, tapi pastikan kau belajar dari kejadian itu.

Kau harus menerima sakit apapun.

Kau harus biarkan dirimu dihancurkan.

Biarkan dirimu diubrak abrik.

Hingga mencapai dasar sifatmu.

Karena hanya dari dasar kau bisa melihat setiap kemungkinan untuk mencapai puncak.

Kau mungkin menghabiskan seumur hidupmu lari dari sisi gelapmu.

Menyerahlah pada kegelapan itu.

Karena hanya dari tempat gelap itu kau bisa benar-benar melihat cahaya.

Hasil dari seseorang kini menjadi siapa adalah hasil dari tempaan hidupnya. Bukan soal jabatan dan uang yang dimiliki, tapi bagaimana seseorang itu memiliki nilai dalam hidupnya. Bayangkan bagaimana batu2 kerikil hitam banyaknya bertebaran dimanapun kau pergi kau menemukannya. Namun apakah Anda bisa menemukan batu berlian, permata, mutiara bergeletakan dijalan? Tentu tidak… lantas mau jadi seperti apakah Anda? Batu2 hitam dijalanan atau batu berlian? Sabarlah menerima tempaan hidup ini sebab Allah harus memastikan Anda pantas menerima mahkota dari Nya. Setelah ini, Anda pantas menjadi apapun yang Anda inginkan.