Refleksi Banjir di Tahun Baru 2020

Tahun baruan saat harusnya refleksi diri, namun banyak dari kita yang menganggap hak yang harus dirayakan dengan pesta dan gemerlap kemewahan dan suka cita. Ya memang benar, kita harus optimis menyambut Tahun Baru dengan semangat bahagia, tapi bukan juga dengan melakukan hal yang menurut saya mubazir. Memang disisi lain sah saja siapapun mau melakukan apapun, namun yang menjadi soal saat ada bencana alam yang menimpa lalu tidak pernah bisa berkaca diri justru melemparkan ke orang kain.
Apa kalian lupa bahwa kalian bakar uang ke langit demi gemerlapnya langit malam dengar pijar cahaya warna warni, lalu Tuhan berikan sambutan kembali dg air hujan tak kunjung henti dr langit yg kalian beri lemparan cahaya sekejap tak henti sampai banjir lalu kalian caci maki pemerintahan. Mawas diri, apakah kita sdh cukup berkontribusi untuk alam ini dan tempat kita tinggal?
Hal itu tentu saja menjadi cerminan siapa diri kita sesungguhnya, bencana alam dan apapun itu merupakan campur tangan Tuhan yang tak bisa kita lupakan hal tersebut. 1 perbuatan berdampak baju seluruh umat, itu yg harusnya kita tanamkan pada diri sendiri agar;
1. Saat dikendaraan atau dimanapun biasakan mengumpulkan sampah terlebih dahulu jika belum ada tenpat yg layak untuk membuang sampah, yang layak loh ya di tempat sampah bukan di pojokan pohon atau kebun kosong atau kali.
2. Saat dimanapun berada dan kita memegang sampah untuk dibuang langsung mawas diri, ingat bahwa apa yg kita lakukan itu berdampak bagi seluruh umat muka bumi ini. Jangan pernah berpikir “ah kan cuma saya sendiri gak mungkin banjir” bayangkan kalo kalimat tersebut terlontar dari mininal setengah jiwa penghuni bumi?!?! Apa gak tenggelam negeri kita atau ditimpa bencana alam lainnya?
3. Jgn pernah menyepelekan kebijakan sekecil apapun. Pemerintah telah menetapkan beberapa aturan jarak membangun rumah atau bangunan yang dekat sungai, seperti Pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/1993 tentang garis sempadan sungai, disebutkan pada pasal 10 dijelaskan bahwa penetapan garis sempadan danau, waduk, mata air dan sungai yang terpengaruh pasang surut air laut mengikuti kriteria yang telah ditetapkan dalam keputusan Presiden R.I. Nomor : 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 
Pada pasal 12 juga disebutkan bahwa pada daerah sempadan dilarang ; membuang sampah, limbah padat dan atau cair, medirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha. 
Namun pada kenyataannya masih terdapat bangunan permanen. Dengan sudah banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan sempadan yang merupakan areal terdampak, bahkan beberapa sudah memiliki serifikat tanah dan juga IMB, demikian di daerah hulu bangunan-bangunan permanen permukiman perumahan, sarana pendidikan serta bangunan-bangunan milik swasta masih berdiri di area sempadan, tentunya akan sangat tidak mudah untuk menata kembali kawasan tersebut.

Sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu.

untuk mengurai persoalan banjir di Negeri kita tercinta ini diharapkan mampu melakukan Pendekatan   teknis   yang   diperlukan   sehubungan dengan   kondisi   kawasan   sungai dan  sekitarnya  yakni :
1). Menormalisasikan  sungai,  sehingga  sempadan  sungai  akan  jelas  keberadaannya dan fungsinya.
2). Daerah  aliran  sungai  perlu  ditata,  sehingga hutan  lindung  tetap  terjaga,  guna mengurangi  masalah  sedimentasi  dan  sebagai  daerah resapan.
3). Untuk   daerah-daerah   limitasi   (terbatas),   perlu   ditanggulangi   agar   penggu-naannya  lebih  terarah.
Yuk saling menjaga lingkungan kita, jgn menyalahkan org lain krn ini sudah dari sananya dr awalnya yg salah membenarkan yg salah dan panjang kali lebar lah skrg persoalannya.

Semoga korban Banjir yang menimpa bisa lebih sabar, dan menjadikan moment ini refleksi awal tahun 2020 untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Negeri ini dipilih oleh rakyat oleh karena itu jadilah rakyat yang bijaksana untuk menjaga diri sendiri dari prilaku yang menyimpang aturan ataupun norma, semua demi diri sensiri dan anak cucu cicit kita kelak.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

EQUALITY- Hello 2020

“Kalau perbedaan adalah rahmat, kenapa Anda ingin disamakan dengan laki-laki?”

Kalimat tersebut adalah salah satu komentar yang banyak kita temui saat menggugat konsep kesetaraan gender.

Betapa menyedihkan saat menyadari betapa banyak orang tak memahami arti kata setara, apalagi konsep kesetaraan gender.

Setara itu bukan berarti sama. Berikut definisi kedua kata tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

setara/se·ta·ra/ n 1 sejajar (sama tingginya dan sebagainya): kedua kakak beradik itu duduk ~; 2 sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding: pilihlah istri yang ~ denganmu; 3 sepadan; seimbang: tenaga yang dipergunakan harus ~ dengan hasilnya;

sama 1/sa·ma /a 1 serupa (halnya, keadaannya, dan sebagainya), tidak berbeda; tidak berlainan: pada umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu ~ saja; kedua soal itu ~sulitnya;

Memperjuangkan kesetaraan gender bukan berarti menuntut perempuan untuk menjadi sama dengan lelaki, tetapi mendukung perempuan dan lelaki agar mendapat kesempatan untuk ada dalam posisi yang sejajar. Karena banyak jg ketidak adilan judgement soal lelaki, misal Lelaki ga boleh ngurus anak dirumah atau masak. Selama itu kesepakatan bersama why not? Kecuali tu lelaki malah main cewe lagi. Itubgak beres malah nyuruh istrinya yg cari nafkah.

Mendobrak konstruksi sosial bahwa lelaki “dari sananya diberi kelebihan sehingga hanya dia yang layak jadi pemimpin”. Ini memberi laki-laki stigma dan beban juga. Harus selalu memimpin, enggak boleh nangis, harus maskulin, harus melindungi perempuan.

Ini abad ke-21. Perempuan dan lelaki bisa sama-sama jadi pemimpin, bisa berbagi pendapat dan beban, bisa berada dalam spektrum femininitas-maskulinitas, harus pula bisa saling melindungi.

Feminisme adalah upaya untuk mengubah ketidaksetaraan gender menjadi kesetaraan gender. Bukan usaha agar perempuan jadi sama dengan lelaki, bukan taktik supaya perempuan tercerabut dari agama, bukan menuntut laki-laki jadi bawahan perempuan. Bukan pula ajaran “Barat” karena spiritnya selaras dengan banyak ajaran dan agama yang mengedepankan keadilan, termasuk Islam.

Yang sering dijadikan dasar menggugat feminisme adalah pemahaman keliru tentang kodrat — bahwa feminisme membuat perempuan lupa akan kodratnya.

Kalau soal bekerja, mengurus anak, menyetir, memimpin, dan dipimpin, semua hal tersebut bukanlah kodrat karena dapat dilakukan oleh perempuan dan laki-laki.

“Saya bingung sama wanita yang minta kesetaraan. Bukannya kalian itu selalu mendapatkan keistimewaan lebih, kalo ada dua beban juga pasti laki-laki yang lebih berat wanita yang lebih ringan”

Nah, kalau soal berbagi beban, saya rasa ini masalah kemanusiaan, bukan mengistimewakan salah satu gender. Kalau Anda punya fisik yang kuat dan melihat orang lain yang badannya lebih lemah, apa salahnya membantu? Kalau Anda dikaruniai otak yang cemerlang, apa salahnya membantu mereka yang kemampuan kognitifnya lemah (kecuali pas ujian ya)?

Perlu dicatat bahwa tidak semua lelaki lebih kuat fisik maupun otaknya daripada perempuan, sangat mungkin terjadi hal sebaliknya. Bisa saja Anda, perempuan muda yang berbadan sehat dan kuat, memutuskan memberi tempat duduk di KRL Commuter Line kepada lelaki paruh baya yang tampak sakit dan memerlukan istirahat.

Jadi, jgn masuk keranah yang terlalu privacy selama antar perempuan dan lelaki saling mendukung satu sama lain tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Perempuan memiliki masalah yg lebih complicated di Indonesia karena terbentur dengan sistem yang mempersulit perempuan. Saya mewakili AWR Foundation akan terus memperjuangkan itu. Start from 2020 fokus terhadap perempuan.

Perempuan didalam lingkaran perdagangan

Bagi perempuan diluar sana yang berprofesi sebagai politisi yg sudah memiliki jabatan praktis atau peremuan yang sudah berada pada puncak kariernya dan sejak lahir sudah berada dalam lingkungan keluarga yg kondusif mungkin mereka hanya tau dari berita atau TV tentang bagaimana penjualan perempuan, bagaimana kehidupan malam perempuan malam yang harus bergantian melayani pria yang membayar mereka.

Tapi bagi saya, rasanya saya ingin sekali berteriak dan berbuat sesuatu yang besar bagi perubahan pemberdayaan perempuan. Kenapa? Karena saya sering melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana perempuan2 itu dijual belikan dan saya harus pura2 gak masalah dengan itu, tapi hati saya ingin miris menangis. Serendah itu pekerjaan perempuan untuk berjualan dirinya setelah dipilih dari room karoke yg satu lalu selesai pindah lagi siap2 permintaan diruangan karoke yang lainnya. No telp mereka bisa dibagikan bebas lumayan buat uang sampingan apalagi jika jadi pelanggan tetap. Tp Anda bisa bayangkan berapa pelanggan tetap mereka? Saya bukan orang baik, tapi paling tidak saya tidak menghalalkan jual beli perempuan dengan cara seperti itu. Sampai kapan dunia hiburan malam menjadikan perempuan sebagai objek?

Orang yang paling jahat adalah mereka yang memanfaatkan kesulitan orang lain, itu dzolim banget. Mereka tau perempuan itu kerja butuh uang cari nafkah entah mrk yang single parents, atau memang diizinkan suaminya menjual dirinya, atau memang yang perempuan itu pikir tidak punya keahlian lain selain jual kecantikan dan tubuhnya. Lalu pria itu ya memanfaatkan keadaan itu dan membayar mereka karena perempuan itu tidak mungkin menolak. Perempuan seperti itu tidak ada yang berpikir panjang. Kalau berpikir panjang tidak mungkin mereka mendaftarkan diri mereka bekerja ditempat seperti itu.

Saya orang yang selalu explore dan mendalam ketika mencari tahu sesuatu dan saya bisa menahan diri saya untuk tidak terlihat tidak nyaman. You know, i am lobbyist jadi sy memang menguasai psikologi orang lain dan diri sendiri tentunya juga ilmu2 lain yang diperlukan lobbyist. Oleh karena itu bagi perempuan yang sudah berada diposisi strategis coba deh nyamar jangan menunjukan diri kalian sebagai anggota DPR atau apapun itu masuklah ke dunia malam karoke nemenin pria hidung belang karoke sebagai rekan bisnis. Rasakan, lihat, dengar, apakah kalian mendengar jeritab hati mereka yang paling dalam atau minimalnya suara hati Anda sendiri bagaimana melihat semua itu ada di depan mata kita LIVE!!!! 1 kalimat yang selalu ada di kepala saya saat saya berada disana “Suatu hari, saya akan membuat paradigma baru tentang perempuan, perempuan sebagai penguat pondasi negeri”. Bukan pekerjaan mudah, mengingat banyak pula perempuan yang memilih instan menjadi kaya raya dengan menjual diri mereka. Tapi tugas saya terus harus dijalankan, paling tidak saya akan membebaskan para perempuan yang hati kecilnya sebenarnya menolak melakukan hal tersebut. Semoga suatu hari Allah mengizinkan saya menjadi pengambil keputusan terpenting di negeri ini.

Alih-alih untuk peningkatan pendapatan aseli daerah saya yakin masih banyak cara hiburan lainnya. Saya tidak suka poligami tapi kalau seperti ini lebih baik pria itu bandel dengan pasangan sah nya yang baru tapi tidak ganti2, daripada ganti2 pasangan, nyebarin penyakit, belum lagi kekerasan emosional yang diterima oleh pekerja perempuan penghibur tersebut saat mereka berharap lebih tapi pria itu tak mungkin melakukannya karena memang hanya have fun! Saya punya anak perempuan dan laki2 bayangkan kalau nanti perempuan baik-baik dimasa depan tinggal sedikit dan menantu kita gak taunya berasal dari tempat itu, bagaimana rasanya? Atau anak kalian sendiri yang perempuan diperlakukan seperti itu oleh suaminya? Hukum alam itu selalu bekerja makanya kenapa dunia ini gak pernah tenang karena permintaan yang terbesar itu jual beli perempuan, jual beli organ tubuh, jual beli anak, dan efeknya negatif.

Kedepannya, saya berharap saya jadi orang kaya raya yang bisa membantu semua perempuan keluar dari dunia kelam itu dan menjadi lebih berdaya. Karena saya yakin seburuk apapun pekerjaan mereka, mereka bekerja keras agar anak2 mereka tidak seperti itu kelak nanti. Semoga kedepan banyak orang kaya raya yg juga kaya hati dan kaya pengetahuan bahwa memberdayakan perempuan, berarti anda memberdayakan dunia, mengangkat perempuan berarti anda mengangkat negara ini.

Lucunya, setelah perempuan itu hamil diluar nikah karena perbuatan unmoral dari laki2 tidak bertanggung jawab lalu di disdukcapil tdk bisa urus akta lahir yang sah tidak diketahui bapaknya anggaplah hasil perkosaan di angkot gelap lalu bagaimana peran negara melalui Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri di daerah disdukcapil dalam penguatan pemberdayaan peremuan? Tidak bisa memgeluarkan Akta Lahir karena dianggap anak tidak jelas identitas keluarganya, atau status pernikahannya

Atau mengeluarkan namun ada notes tertulis “anak ini diluar catatan nikah negara”. Pertanyaan saya selanjutnya, apa manfaatnya Anda menulis itu????? Untuk data? Data cukup di komupter dan system anda. Apa anda gak berpikir bagaimana nanti saat mereka tumbuh saat sekolah dan jadi pembicaraan guru atau orang tua murid? Anda lah yang menyebabkan dosa jariyah sampe liang lahat Anda sendiri karena membiarkan anak tak berdosa mengalami kekerasan mental dan itu lebih parah dari kekerasan fisik!!! Karena dampaknya sangat panjang dan pihak yang terlibat banyak.

Saya berharap pemerintah dan pembuat kebijakan bukan hanya sekedar bicara mengawang2 bahwa perempuan harus berdaya tapi buktikan dari hal sekecil itu, bahwa memang Anda, Kalian benar2 hadir terhadap Perempuan dan anak-anak!

Saya terus mengkampanyekan hal ini kepada rekan-rekan saya karena saya yakin ini adalah kegelisahan yang dialami banyak wanita di Indonesia.

Saya bersama perempuan Indonesia siap membangun Negeri ini dengan segenap kekuatan dan kelembutan yang kami miliki. Kami perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk duduk diposisi manapun.

Jika kamu belum memiliki musuh dalam pekerjaanmu, artinya kamu belum melakukan sesuatu hal yang benar!

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar (AWR)

Shining for you always💫

(Akselerasi Warta Resolusi)

AWR Foundation – ReThinkbyAWR

mengucapkan

selamat Hari IBU 2019

ADVERSITY QUOTIENT (Kecerdasan Adversitas)

ADVERSITY QUOTIENT (Kecerdasan Adversitas)

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup yang dialami.

Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat. Ia memberikan inspirasi tentang apa artinya “membayar harga”.

Abraham Lincoln sendiri adalah orang yang sering gagal.

~ Usia 22 tahun, ia gagal dalam bisnis

~ Usia 23 tahun, ia gagal di legislatif

~ Usia 24 tahun, ia kalah dalam pemilihan Buenos

~ Usia 26 tahun, kekasihnya meninggal

~ Usia 27 tahun, ia terkena goncangan mental

~ Usia 29 tahun, ia kalah sebagai pembicara

~ Usia 31 tahun, ia kalah dalam pemilihan

~ Usia 34 tahun, ia kalah di senat

~ Usia 37 tahun, ia kalah di kongres

~ Usia 46 tahun, ia kalah di senat

~ Usia 47 tahun, ia kalah sebagai wakil presiden

~ Usia 49 tahun, ia kalah di senat

Akhirnya, pada usia 51 tahun, ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Inilah yang dinamakan dengan kecerdasan adversitas yaitu kemampuan dalam menghadapi berbagai kesulitan di berbagai aspek kehidupan. Kemampuan untuk terus maju dan bergerak

Ketika saya membaca tulisan diatas, saya langsung berkaca pada diri sendiri dan saya hanya berkata “ya benar” karena itulah yang saya alami dan sy melihat disekitar saya mereka yang tak pernah merasakan kegagalan apalg terjatuh dalam hidup mereka, hidup mereka seperti tidak memiliki visi, lebih sering berkata let the water flow, padahal untuk mencapai puncak kita bahkan harus melawan arus air. Karena mereka tak pernah merasakan dalam posisi terhimpit harus segera mengakbil keputusan yang terbaik. Bagi saya, Kemampuan mengatasi masalah bukan hanya baik bagi daya tahan tubuh kita, tapi mengasah insting kita lebih peka terhadap perubahan baik itu yang bersifat masalah ataupun peluang. Membantu kita lebih sehat, semangat, dan memiliki energi yang jauh lebih dahsyat dibanding orang yang hidupnya flat.

Hal itu tentu sangat tidak mudah dilakukan mengingat hal terbesar dalam hidup yaitu mental seperti digoncang naik turun kanan kiri hingga berantakan. Maka saya yakin, saya mampu melewati bagian episode ujian ini karena Allah melihat saya sanggup dan kuat dan dilain hal ini pun menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa bersikap terlalu lembek kepada orang lain membuat kita tidak dihargai. Berniat baik namun diabaikan, tak pernah merepotkan organisasi bahkan mampu memanfaatkan organisasi lain malah dijauhi, saya hanya memiliki 1 kalimat. Siapapun yang pernah memandang saya rendah bahkan sebelah mata suatu hari mereka akan bertepuk tangan atas pencapaian keberhasilan saya. Minimal hati kecil mereka mengakui.

Dan saya tidak khawatir ataa rezeki anak2 saya karena saya memiliki Allah dalam hidup yang selalu bersama kami dan Allah tau apapun yang saya lakukan bukan hanya untuk diri saya sendiri tapi untuk anak2 saya sendiri, keluarga, orang-orang terbaik disekitar saya yang selalu ada selama ini melewati masa ujian dalam hidup serta bagi Bangsa dan Negara karena saya ingin menginspirasi jutaan wanita lain di Negeri ini khususnya juga Bangsa Indonesia dan Dunia.

Saya tidak memiliki alasan untuk berhenti karena didepan mata saya ada 2 malaikat kecil yang Allah titipkan untuk saya jaga dan besarkan dan menjadikan mereka seseorang yang disegani oleh Dunia.

Jika memang semua ujian ini adalah “harga” yang harus aku bayar untuk memdapatkan sesuatu yang lebih besar, saya ikhlas… Bismillah…

Jauhi hal-hal negative baik untuk didengar, apalagi untuk dibicarakan. Diam adalah lebih baik daripada membahas keburukan orang lain. Dengan begitu Anda pasti lebih tenang dan satu demi satu mental yang terbangun akan lebih kokoh dan bernilai.

Have a great weekend

Menyerahlah pada kegelapan

Jangan takut membuat kesalahan, tapi pastikan kau belajar dari kejadian itu.

Kau harus menerima sakit apapun.

Kau harus biarkan dirimu dihancurkan.

Biarkan dirimu diubrak abrik.

Hingga mencapai dasar sifatmu.

Karena hanya dari dasar kau bisa melihat setiap kemungkinan untuk mencapai puncak.

Kau mungkin menghabiskan seumur hidupmu lari dari sisi gelapmu.

Menyerahlah pada kegelapan itu.

Karena hanya dari tempat gelap itu kau bisa benar-benar melihat cahaya.

Hasil dari seseorang kini menjadi siapa adalah hasil dari tempaan hidupnya. Bukan soal jabatan dan uang yang dimiliki, tapi bagaimana seseorang itu memiliki nilai dalam hidupnya. Bayangkan bagaimana batu2 kerikil hitam banyaknya bertebaran dimanapun kau pergi kau menemukannya. Namun apakah Anda bisa menemukan batu berlian, permata, mutiara bergeletakan dijalan? Tentu tidak… lantas mau jadi seperti apakah Anda? Batu2 hitam dijalanan atau batu berlian? Sabarlah menerima tempaan hidup ini sebab Allah harus memastikan Anda pantas menerima mahkota dari Nya. Setelah ini, Anda pantas menjadi apapun yang Anda inginkan.

Pentingnya SDM pada Revolusi Industri 4.0 – episode 1

IMG-20191114-WA0005

Hari selasa lalu, saya diundang untuk memberikan kuliah umum di Vokasi Universitas Indonesia, tentu saya senang sekali karena dahulu sebelum menjadi vokasi saya pun masuk UI dari jalur D3 Adm. Perkantoran & Sekretaris, lalu nyambung extention Adm Negara dan 2016 S2 Fisip juga di Kesejahteraan Sosial dan Otonomi Daerah jurusannya. Saat ini sudah banyak sekali perubahan yang terjadi di kampus kebangaan saya UI itu diantaranya program D3 UI yang tadinya ada di tiap fakultas menjadi berdiri sendiri namanya Vokasi dan gedungnya keren banget lingkungannya bagus banget anyway gedungnya banyak gak cuma satu loh. auditoriumnya keren banget, zaman saya belum ada hehehe. Begitupula S1 Adm Negara yang kini sudah pemekaran fakultas menjadi Fakultas tersendiri Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Nah nyambung dari perubahan yang terjadi di sekitar kampus, artinya ini pula yang terjadi pada dunia ini. Hal yang pasti di dunia ini adalah PERUBAHAN… SO, kita harus selalu open mind dan bersiap menghadapi perubahan apapun itu. Karena, orang yang sukses bukan hanya orang yang pintar dan punya network, tapi mereka yang mampu bijaksana terhadap perubahan.

Dalam blog saya kali ini saya belum nulis seluruh dari apa yang saya sampaikan karena panjang kalo bicara SDM apalg menyambut 4.0, yuk kita mulai…
preambule tyas 4.0

Karakter fundamental dan global dari revolusi 4.0 akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh semua negara, perekonomian, sektor, dan masyarakat. Oleh karenanya kita harus berkolaborasi dan berinteraksi untuk bekerja sama antar pemangku kepentingan yang melintasi batas-batas akademis, sosial,politik, nasional, dan industri.

jon kaeser world economic forum

Pernyataan tersebut menyatakan artinya masyarakatlah yang terpenting, karena sekitar kurang lebih 8 milliar populasi didunia ini yang akan menerima revolusi industri 4.0 ini, dan bagaimana penggunaannya terhadap masyarakat itu sendiri, karena pergeseran nilai sosial budaya pasti berdampak pula pada kalangan masyarakat tersebut. Berikut adalah sejarah dan juga paparan perjalanan revolusi Industri di Dunia :

sejarah revolusi

Kemunculan mesin uap pada abad ke-18 telah berhasil mengakselerasi perekonomian secara drastis dimana dalam jangka waktu dua abad telah mempu meningkatkan penghasilan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat

Revolusi industri kedua dikenal sebagai Revolusi Teknologi. Revolusi ini ditandai dengan penggunaan dan produksi besi dan baja dalam skala besar, meluasnya penggunaan tenaga uap, mesin telegraf. Selain itu minyak bumi mulai ditemukan dan digunakan secara luas dan periode awal digunakannya listrik.

Pada revolusi industri ketiga, industri manufaktur telah beralih menjadi bisnis digital. Teknologi digital telah menguasai industri media dan ritel. Revolusi industri ketiga mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Revolusi ini telah mempersingkat jarak dan waktu, revolusi ini mengedepankan sisi real  time.

revolusi digital

Di Jerman, wacana mengenai “Industri 4.0” telah dibicarakan, suatu istilah yang diciptakan saat Hannover Fair 2011 untuk menjelaskan bagaimana revolusi industri ini akan merevolusi pengorganisasian rantai nilai global. Dengan dimungkinkannya “pabrik pintar”, revolusi industri keempat menciptakan sebuuah dunia dimana sistem manufaktur virtual dan fisik secara global bekerjasama satu sama lain dengan cara yang fleksibel. Situasi ini akan memungkinkan personalisasi yang absolut atas produk-produk dan penciptaan model-model pengoperasian baru.

Menurut Klaus Schwab, dalam bukunya Revolusi Industri Keempat, revolusi industri kedua belum sepenuhnya dialami oleh 17% populasi dunia, sebagaimana 1,3 miliar orang masih belum mendapatkan akses listrik. Hal ini sama juga berlaku bagi revolusi industri ketiga, dengan lebih dari setengah populasi dunia, yaitu 4 miliar orang, yang sebagaian besar tinggal di negara berkembang, belum mendapatkan akses internet. Alat tenun yang merupakan menjadi simbol revolusi industri pertama membutuhkan waktu hampir 120 tahun untuk tersebar ke seluruh Eropa. Sebaliknya, internet meyebar ke seluruh dunia hanya dalam waktu kurang dari satu dekade.

Pelajaran dari revolusi industri pertama masih berlaku saat ini, yaitu jangkauan inovasi teknologi yang dicapai masyarakat adalah penentu utama perkembangan. Pemerintah dan institusi-institusi publik, sebagaimana juga sektor privat, perlu melakukan tugas mereka, namun para warga negara pun perlu untuk melihat keuntungan jangka panjang dari perkembangan ini.

Saya yakin, revolusi industri keempat secara menyeluruh akan memiliki kekuatan, pengaruh, dan arti sejarah yang sama dengan ketiga revolusi sebelumnya. Hanya saja, saya memiliki dua perhatian utama mengenai faktor-faktor yang mungkin membatasi disadarinya potensi revolusi indsutri keempat secara efektif dan kohesif.

Pertama, level kepemimpinan dan pemahaman atas perubahan yang dibutuhkan masihlah rendah, terutama saat dibandingkan dengan kebutuhan untuk memikirkan ulang sistem ekonomi, sosial, dan politik kita dalam menanggapi revolusi industri keempat. Akibatnya, baik pada level nasional maupun global, kerangka institusional yang dituntut untuk mengendalikan penyebaran inovasi serta penanggulangan kekacauan masih “belum memadai”, untuk tidak mengatakan “belum ada”.

Kedua, negara kita kekurangan suatu narasi bersama yang konsisten dan positif, yang menguraikan apa saja sih kesempatan serta tantangan revolusi industri keempat ini. Karena ini penting kalau kita mau memberdayakan sekelomok individu dan komunitas yang beragam, serta hendak menghindari reaksi negatif terhadap perubahan fundamental yang sedang terjadi.

tantangan millennials

Tantangan yang kita hadapi dalam menghadapi millennials juga merupakan pengaruh yang juga merupakan penerima revolusi tersebut, karena mereka termasuk saya adalah pemakai langsung dari revolusi industri dari pertama hingga selanjutnya terutama saat menyambut revolusi industri 4.0, bagaimana kaum millennials ini menggunakan teknologi digital secara menyeluruh yang akan menjadi big data dan semua terkoneksi. Karakter atau Sumber Daya Manusia sangat penting dalam hal ini, karena kita manusia yang menciptakan teknologi tersebut juga yang menggunakannya. Soft skill, dalam hal ini menjadi yang utama karena ia merupakan pondasi karakter Bangsa. Strategi apapun untuk menyikapi revolusi global ini harus dilandasi oleh kekuatan karakter individu masing-masing karena kembali lagi manusia itu sendiri sebenarnya yang menentukan akan dibawa kemana Bangsa ini bahkan dunia ini. Penyalahgunaan teknologi menjadi hal yang dikhawatirkan juga akan terjadi di masa mendatang saat revolusi 4.0 itu datang ke Indonesia. Sekarang saja kita lihat bagaimana masyarakat mudah mempercayai hoax, mudah menyebar hoax pulak demi mendapatkan perhatian karena sekali lagi teknologi internet menyebar ke seluruh dunia hanya kurang dari 1 dekade alias kurang dari 10 tahun.

Artinya, ini perkara mental manusianya yang siap atau tidak siap dengan perubahan teknologi, karena ada juga orang yang terlihat makin bertambah usianya justru semakin seperti anak-aquote 4.0-AKWLnak karena narsis nya, atau malah bicara dan curhat yang tidak seharusnya diposting dimedia social. Dari situlah terlihat jelas karakteristik orang tersebut, kedewasaannya serta kebijaksanaannya. Persoalan revolusi Industri 4.0 bukan hanya sekedar perubahan zaman dan memiliki artificial intelegent, tapi persoalan moral dan mental untuk menggunakan teknologi canggih tersebut. Oleh sebab itu, bagi saya revolusi industri 4.0 harus bisa memberikan value bagi setiap orang. Setiap orang yang memiliki values dalam diri mereka artinya paling tidak mereka orang yang siap secara mental menghadapi revolusi global ini.

LAPANGAN PEKERJAAN

Sebenarnya, ketakutan yang muncul terkait dampak teknologi bukanlah sesuatu yang baru. Pada tahun 1931, Pakar ekonomi John Maynard Keynes dikenal karena memperingatkan tentang penyebaran pengangguran akibat teknologi, “karena penemuan kita atas cara-cara membuat tenaga kerja lebih ekonomis lebih cepat dari laju dimana kita dapat menemukan kegunaan baru atas tenaga kerja itu”.

Alasan-alasan mengapa revolusi teknologi baru akan memprovokasi lebih banyak pergolakan dibandingkan dengan revolusi industri sebelumnya adalah karena KECEPATAN (semua hal terjadi dalam laju yang jauh lebih cepat ketimbang sebelumnya), keluasan dan kedalamannya banyak sekali perubahan radikal terjadi pada saat yang bersamaan, serta transformasi utuh dari seluruh sistem.

Dengan memahami faktor-faktor penentu tersebut, satu hal yang pasti: teknologi-teknologi baru akan dengan dramatis mengubah sifat alami kerja diseluruh industri dan bidang pekerjaan. Ketidakpastian fundamental terkait dengan seberapa jauh otomatisasi akan menjadi pengganti tenaga kerja. Berdasarkan buku yang sedang saya baca berjudul Revolusi Industri keempat oleh Klaus Schwab ada beragam kategori pekerjaan, khususnya yang melibatkan tenaga kerja manual yang repetitif dan akurat mekanis, telah mengalami otomasi. Kategori pekerjaan yang lain pun akan mengikuti, sebagaimana kekuatan komputasi terus berkembang secara eksponensial. Lebih cepat daripada yang diantisipasi banyak orang, pekerjaan dari berbagai profesi yang berbeda semacam pengacara, analisis keuangan, dokter, jurnalis, akuntan, pegawai asuransi, atau pustakawan kemungkinan akan diotomasi sebagian atau seluruhnya. contoh-contoh profesi dengan kemungkinan paling besar hingga paling kecil terkena otomasi.

IMG-20191109-WA0020

sehingga kita harus persiapkan diri kita bukan hanya meningkatkan skill kita dibidang lain, juga meningkatkan skill kita pada soft skill. Dalam pemikiran terkait otomasi dan fenomena substitusi, kita harus menolak godaan untuk terlibat dalam pemikiran yang terpolarisasi mengenai dampak teknologi atas lapangan pekerjaan dan masa depan kerja. Sebagaimana yang ditunjuan oleh hasil keerja Fey dan Osborne, hampir tak terelakan bahwa revolusi industri keempat memiliki dampak yang besar terhadap pasar ketenaga kerjaan dan tempat kerja diseluruh dunia. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa kita sedang menghadapi dilema manusia vs mesin. Sesungguhnya, dalam banyak kasus, fusi dari teknologi digital, fisik, dan biologis yang mendorong perubahan-perubahan yang sedang berlangsung ini akan berperan untuk memajukan kerja dan kognitif manusia. Artinya, para pemimpin harus mempersiapkan tenaga kerja dan mengembangkan mode-model pendidikan yang dapat berjalan lancar dan berdampingan bersama mesin-mesin yang semakin berkemampuan, terkoneksi, dan pintar (schwab klaus, Revolusi Industri Keempat, hal 46-48, Gramedia, 2019)

BERSAMBUNG………

 

IMG-20191114-WA0004

 

 

Jeda

Entahlah malam ini tak seperti malam biasanya, kemarin saya menon aktifkan facebook saya. Malam ini rasanya saya ingin menon aktifkan wa saya. Tp mustahil…

Setiap orang memiliki kisah masing2 yang gak bisa kita anggap sepele. Kenapa sy begitu midah mengenal org lain dan berempati bukan hanya simpati? Karena sy mengenal diri saya sendiri dengan baik.

Hidup sebagai single parents dengan 2 bayi bukan hal yg mudah, ditambah memiliki kewajiban yang harus diselesaikan karena ditinggalkan kewajiban tersebut oleh ex husband tersebut. Jika divorce sekedar divorce itu bukan masalah, ini ditambah financial crisis, and etc… intinya sy bukan mau membahas mslh ex husb karena sudahlah biar menjadi urusan Allah semua hal yg tak mampu saya hadapi dan mengerti. Walau bagaimanapun dia bapak dr anak2 saya, semoga dia tenang disana.

Anyway, hidup sebagai saya, ya saya… single parents yg multi peran karena mencari nafkah bukan lagi menjadi tambahan atau sekedar mengisi waktu luang, melainkan sebuah kewajiban, dan menjadi baby sitter saat waktu kosong termasuk begadang setiap malam bukan hal yg bisa dihindari sehingga lelah menjadi satu, serta menjadi teman baik bagi buah hati menjadi hal yang utama karena walau bagaimanapun mereka tak boleh merasa kekurangan kasih sayang meski tetap berbeda jika ada 2 org ayah dan ibunya. Multi peran yg lain adalah, saya seorang yg aktif dalam komunitas2 pergaulan mostly di partai politik, juga pertemanan diluar politik, dan ga kalah penting adalah me-time yg harus saya miliki…. semua hal itu harus menjadi satu di dalam jadwal saya dan pikiran saya karena itulah hidup saya. Lalu bagaimana dengan mencari Pepo pengganti bagi Tuan Puteri dan Kapolri masa depan alias anak2 saya. Itu tentu saya pikirkan bahkan sy selalu berdoa dalam sujud saya, biarlah Allah yang mendekatkan dan mempertemukan, karena yang terpenting usaha saya memperbaiki diri dan kehidupan saya dulu.

Malam ini, seperti menjadi titik balik bagi saya bahwa pertimbangan saya ingin hidup normal seperti wanita lainnya harus dimulai. Bukan gak mau mengerti politik, tetap memahami politik wajib, tp sy butuh jeda untuk tidak terlibat di politik. Saya tidak mengatakan diri saya baik dan sempurna, tapi apa yg sy lakukan tidak pernah merugikan orang lain apalagi menyusahkan orang lain. Minimal saya tidak pernah men judge org lain seperti mereka mudah men judge orang. Pada akhirnya sy memang meyakini, hidup menjadi perempuan sederhana dalam permintaan lebih mudah dan menenangkan. Ah gak perlu lah berpikiran soal karier politik saya, pergaulan politik, jabatan politik, dan lain sebagainya atau bahkan mengenal orang2 hebat diluar sana yang orang sering foto2. Malam ini, aku lepaskan segalanya, aku pasrahkan kepada Allah. Saya lelah…. lelah menjadi orang yang selalu diinginkan orang lain dan harus selalu kuat menerima judgement apapun.

Pada akhirnya, aku lebih membutuhkan perhatian terbaik dari suami masa depanku nanti Pepo dr anak2 ku, serta anak2 dan keluargaku bukan dr jutaan orang yg perlu menganggapku baik. Ketenangan hati karena dicintai dan mencintai orang2 yang tepat dalam hidup termasuk persahabatan rasanya sangat diperlukan menyeleksi lagi siapa sahabat terbaik. Mulai sekarang, saya tidak peduli saya tidak mengenal atau dikenal oleh orang2 yang mereka anggap penting, yang penting saya bisa menjadi diri saya apa adanya dengan tidak merugikan orang lain dan berbuat seperti menggantikan malaikat yaitu menilai orang seenaknya seolah selalu benar.

Saya disakiti oleh orang2 politik, bahkan bapak anak2 saya orang politik, teman yang menikam saya adalah orang politik, orang yang menjudge saya sebelah mata juga orang politik, orang2 yg mengkhianati saya pun orang politik. Mereka semua politik aktif… maka dari itu, ini menjadi bagian pembenahan diri saya untuk tidak memiliki personal relation dengan orang2 yg politic active. Cukup sekedarnya dan profesional relationship. Karena saya sadar, saya tidak boleh melakukan kesalahan yg sama. Ini adalah waktunya koreksi diri dan mengevaluasi semua hal dalam hidup karena 1 bulan lagi tahun akan berganti menuju 2020. Sy pamit dr dunia politic ini entah sampai kapan. Kalaupun saya harus terlibat politik aktif 1 hal yg sy pegang, sy tidak akan mempercayai siapapun didalamnya. Yg paling sy butuhkan adalah sosok pendamping hidup saya yang selalu bs mendamaikan dan menentramkan hati ini dan percaya pada saya. Meski itu belum ada tapi sy yakin Allah sudah mempersiapkannya.

Orang2 di dunia politik hanya semu, termasuk pertemanan dan pergaulan semu. Hingga mereka merasa mudah menjadi “AKU” dalam dirinya akhirnya seolah apa yg ada dipikirannya selalu benar.

Mereka gak pernah tau hal2 buruk dan kelam yang saya harus lalui hingga mencapai titik ini. Saya masih bisa hidup aja udah bersyukur, kalau saya gak inget anak2 saya pasti saya sudah mengakhiri hidup ini dari dulu. Dan tau2 kalian seenaknya menilai hidup saya mudah? Suatu hari, jika semua sudah teratasi dengan baik sy akan bikin buku agar bisa menginspirasi orang lain khususnya perempuan. Karena cantik saja tidak cukup tanpa pengetahuan, namun kepandaian juga tak cukup tanpa network, dan network pun tidak cukup tanpa kebijaksanaan.

I’m done.

Its time for me to focus on my self. Every second is worthwhile.

Sebatas Mimpi

Ketidak jujuran adalah isyarat ketidak bebasan hati. Mentari terbit menerangi bumi, kamu terlahir menerangi hati.

Lagu yang dipopulerkan pada tahun 90an ini karya Kang Yovie Widyandto dinyanyikan oleh Hedy Yunus juga oleh Rita Efendy berhasil menemani malam minggu saya hr ini saat turun hujan. Lagu ini bukan untuk siapapun, aku hanya ingin menyanyikanya dengan hatiku untuk mereka yang menyukaiknya.

Selamat malam minggu… Semoga kalian cepet move on yaaa

https://youtu.be/cveqO_k03YQ

Teh tyas, cicit Bupati Kuningan Saleh Alibasyah, berjuang memberikan motor sampah untuk tanah kelahirannya

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar Ajak Masyarakat jadikan Kuningan ‘Green and Clean’

https://www.seputarkuningan.com/2019/10/wakil-ketua-pusat-yello-sista-serahkan.html

http://www.kamangkaranews.com/2019/10/teh-tyas-serahkan-bantuan-dua-unit.html?m=1

https://www.citrust.id/cucu-mantan-bupati-kuningan-beri-bantuan-kendaraan-roda-tiga.html

Walaupun tidak lolos sebagai anggota DPR RI terpilih namun lulusan Magister Kesejahteraan Sosial & Otonomi daerah Universitas Indonesia ini tetap membatu Kab Kuningan tanah kelahiranya.

Teh Tyas serahkan 4 unit motor sampah

Hari ini (22/10) saya sudah menyerahkan secara simbolis motor sampah di Lapangan Pendopo Pemda Kab. Kuningan ke Desa Darma dan Desa Cipasung, karena 2 desa yang sebelumnya sudah langsung diantar ke Desa Cibingbin dan Desa Ciwaru karena lokasi 2 desa tersebut medannya agak jauh jadi duluan langsung diantar kesana oleh team.Hari ini bertepatan dengan hari santri nasional juga, saya harapkan semakin banyak masyawarakat Kuningan yg berjuang untuk daerah asalnya, Kuningan. Karena, Hari santri adalah hari dimana untuk memperingati peran besar para Kaum Kiyai dan Santri dalam memperjuang kemaslahan bangsa indonesia, melawan para kolonial dan para bangsa asing bertepatan dengan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tepat pada tanggal 22 Oktober.Perjuangan saya meminta motor sampah ini untuk Kabupaten Kuningan terbilang panjang hampir setahun tepatnya Desember 2018 dan awalnya hanya dikasih 3 motor sampah namun last minute 2 minggu kemudian sy diminta lengkapi dokumen 1 lagi maka saya serahkan ke daerah asal saya yaitu Desa Darma. Jd Darma terbilang hoki krn 3 desa sebelumnya sudah menunggu panjang Darma last minute 2 minggu sebelumnya. Bantuan ini jatah dari Anggota DPR RI komisi VII dengan Mitra Kerja KLHK yang seharusnya dikirim ke Kalimantan namun diberikan kepada saya untuk terserah mau saya berikan kemana. Maka tentu saja saya berikan k Kuningan.Semoga bermanfaat dan semakin asri yaaa Kuningan bebas sampah alias bersih. Millennials pun ikut terlibat dalam kebersihan di setiap desa dan sementara masih terbatar mungkin desa tetangga bisa pinjem desa tetangganya dulu kali yah.Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesos📚Alumni S2 Kesejahteraan Sosial & Otonomi Daerah Univ. Indonesia
📚Sekretaris Pusat Yayasan Lentera Anak Pertiwi (Forum Indonesia Anti Narkoba)
📚Wakil ketua Pusat Young Leader Sisterhood (Yello Sista)
📚Perempuan Tani HKTI Prov DKI Jakarta