𝗜𝗻𝗸𝗹𝘂𝘀𝗶𝗳𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗝𝗮𝗿𝗴𝗼𝗻

𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮, 𝟮𝟭 𝗝𝘂𝗻𝗲 𝟮𝟬𝟮𝟮
𝗦𝗮𝘆𝗮 𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗻𝘀𝗲𝗽 𝗶𝗻𝗸𝗹𝘂𝘀𝗶𝗳 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿, 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗸𝗲𝗴𝗶𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗱𝗶𝗱𝗮𝗻𝗮𝗶 𝗺𝘂𝗿𝗻𝗶 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗻𝗮𝗺𝘂𝗻 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗸𝘂𝗻𝗰𝗶𝗻𝘆𝗮.

𝗛𝗮𝗹 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗲𝘁𝘂𝗹𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗹𝗶𝗻 𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗴 𝘀𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗽𝘂𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮𝗽𝘂𝗻 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗴𝗮𝗹𝗮 𝘂𝗿𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗱𝗶𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮.

𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝘀𝘆 𝗸𝗲𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘀𝗮𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶𝗴𝘂𝘀 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗼𝗿 𝘀𝘆 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗠𝗣 𝗠𝗮𝗹𝗮𝘆𝘀𝗶𝗮 @shamsuliskandar 𝗯𝗲𝗹𝗶𝗮𝘂 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗰𝗼𝗮𝗰𝗵𝗶𝗻𝗴 𝗰𝗹𝗶𝗻𝗶𝗰 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗶 𝗟𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀𝗵𝗶𝗽 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘁𝗲𝗮𝗺 𝘀𝗮𝘆𝗮. 𝗗𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮 𝘀𝘆 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗺𝗮𝗺𝗽𝘂 𝘁𝘂𝗹𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗽𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘀𝗲𝗸𝗶𝘁𝗮𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗮𝗰𝘁𝘂𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻 𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿, 𝗯𝗮𝗶𝗸 𝘆𝗴 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘂𝗽𝘂𝗻 𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶.

𝘚𝘺 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘣𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘢𝘪𝘯, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪.

𝗦𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗯𝗲𝗿𝗽𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗯𝘂𝗸𝗮 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗶𝗻 𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗽𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝗿𝗶-𝗵𝗮𝗿𝗶, 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗵𝗲𝗮𝗹𝘁𝗵 𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗽𝗲𝗻𝗴𝗲𝘁𝗮𝗵𝘂𝗮𝗻 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗶 𝗿𝗮𝘀𝗮 𝗻𝘆𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿, 𝘀𝗲𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮.

Merendah dan Mengalah

Sering kali kita merasa gusar, disaat kita mengetahui ada orang yang tidak menyukai kita, membenci, mencela, apalagi selalu mencari kesalahan kita hingga menjadi subjektif. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda jika Anda sudah mengalami hal tersebut. Artinya Anda sudah melakukan hal yang besar, baik, bermanfaat, dan berdampak bagi orang banyak. Karena saya selalu percaya, apalagi semakin menuju akhir zaman, semua menjadi absurd, yang benar dibenci sementara yang kurang benar mengarah pada hal tidak baik apalagi ghibah disayang dan dipercaya. Itu artinya Anda bermanfaat memberi dampak pada lingkungan Anda, sehingga orang lain yang tidak mampu melakukan hal yang Anda lakukan pasti merasa terganggu dengan kehadiran Anda.

Mudahnya begini, Anda harus mampu memotivasi diri Anda sendiri. Tetaplah menjadi baik meski sekitar Anda membenci, sehingga hal termudah untuk Anda ingat adalah ; bagi yang beragama muslim, Anda tahu bahwa Nabi Muhammad SAW sudah dijamin surga bahkan sebelum dilahirkan kebumi, Anda juga tentu tahu bagaimana perjuangan baginda Rasullullah SAW menyempurnakan agama Allah dimuka bumi ini. Tentu saja difitnah, dibenci, dilempari kotoran, dicaci maki, bahkan diusir dari tanah kelahirannya. Bagaimana dengan Nabi Isa AS, beliau juga luar biasa hingga dikhianati oleh orang yang paling Beliau percaya yaitu judas. Namun emas tetaplah emas ia tidak akan berubah menjadi batu bara meski berada didalam bumi, dan untuk menjadi emas seutuhnya prosesnya tidak mudah dan enak. Tidak pernah saya berkata kepada siapapun bahwa enak, indah, dan menyenangkan untuk menjadi bersinar dimanapun Anda berada alias menjadi emas. Proses Emas itu hingga sampai ketangan kita panjang dan menyakitkan bagi emas itu sendiri.

Menurut analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, emas berasal dari tabrakan meteorit lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk. Hal ini yang menjadi alasan mengapa harus dilakukan penambangan. Meteorit tersebut tidak ada di permukaan bumi, melainkan ada di bawah tanah. Namun, posisinya tidak sampai ke inti bumi sehingga penambangan masih bisa dilakukan dengan jarak yang sesuai standar yang ada. Penambangan juga dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keseimbangan alam. Saat emas ditemukan menempel pula bersamanya kotoran-kotoran bumi yang tidak dibutuhkan untuk HARUS dibuang, itu ibarat sifiat dan prilaku kita yang harus diperbaiki dan tahu apa yang harus disimpan dan dibuang seperti postingan saya sebelumnya. Emas itu terus menerus dipukul, disakiti, sampai dilelehkan dan dibentuk menjadi logam mulia semurni murninya emas. Bayangkan jiwa kita pun demikian, untuk menjadi emas Tuhan memberikan Anda ujian, disakiti oleh orang yang Anda tidak pernah sangka, dikhianati, dibenci bahkan oleh orang yang Anda tidak saling kenal, dan lain sebagainya. Itulah proses Anda menjadi emas yang sesungguhnya. Jangan pernah bersedih saat Tuhan memberikan ujian tersebut pada Anda. Justru seharusnya Anda bangga dan langsung berpikiran positif, itu adalah tanda dari Tuhan sudah waktunya Anda mendetox kehidupan Anda.

Keaslian emas hanya dapat diuji di bawah api maksimum. Hal yang sama berlaku sehubungan dengan kedewasaan. Dan ingat, Emas tidak pernah berkarat ditanah.

AWR – Gold for Life

Kalimat diatas dapat dijabarkan bahwa kedewasaan Anda akan teruji dengan pembakaran api yang maksimum alias ujian yang luar biasa dari Tuhan. Karena disaat sesulit yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya Anda dipaksa untuk memilih orang, memilih prioritas, memilih tantangan, memilih hal-hal yang sepertinya tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya, pilihan tersulit, disitulah kedewasaan diuji apakah Anda dewasa mengambil resiko besar dan sulit untuk merubah hidup Anda lebih baik atau sebaliknya, merasa takut dengan perubahan dan hanya diam menanti perubahan datang sambil menikmati sakit hati yang Anda rasakan. Jangan pernah malu untuk merendahkan dirimu. Tidak ada yang salah dengan itu. Cukup diam mendengar dirimu disakiti siapapun, merendahlah sampai tak seorangpun yang mampu merendahkanmu, dan untuk itu belajarlah Anda mengalah sampai tak ada seorangpun yang mampu mengalahkanmu.

Hidup itu selalu Adil jika Anda berpikir, bahwa tidak ada semua hal yang tidak kembali pada diri kita sendiri.