Kartini Masa Depan

April … adalah bulan yang penuh arti bagiku. Karena April, bulan dimana kedua anak perempuanku lahir juga suamiku termasuk aku. Anak pertama kami 3 hari sebelum suamiku, lalu tepat seminggu kemudian anak ketiga kami lahir saat puasa tahun 2021 lalu, dan tepat seminggu kemudian lagi, hari lahir saya, jedanya hanya seminggu seminggu. Seistimewa itu April bagi keluarga kecil kami, meski anak laki-laki kami berbeda bulan. Namun, hal yang tambah membuat istimewa sebagai seorang perempuan yang berasal dari Indonesia, saya pun selalu ingat akan Hari Kartini. Karena Kartini masa kini lebih memiliki tantangan dan ujian yang kompleks sebagai seorang perempuan yang mampu menyuarakan kebenaran, keadilan, kebaikan, bekerja menafkahi keluarga, membantu suami saat kesulitan, namun mampu taat terhadap suami disaat kilauan dunia begitu menyilaukan.

Seorang perempuan yang dengan tulisannya mampu merubah masa depan perempuan saat ini. Hal yang harus kita ingat adalah tulisan kita mampu mengubah hidup orang banyak. Karena itulah, jangan pernah berhenti untuk menulis, menulislah apapun yang bisa membawa dampak positif bagi banyak orang. Karena pengetahuan yang kita bagikan merupakan amal jariyah. Kartini pula yang menginspirasi saya untuk terus ingin belajar, jujur sih hobby saya belajar. Rasanya saya ingin memiliki banyak waktu untuk mempelajari banyak hal seperti sekolah bahasa-bahasa Nasional dan dunia, les sekolah perekonomian dan bisnis, les sekolah hukum, les mengaji dan agama juga saya suka karena saya selalu ingin memperbaiki diri dan rasanya tenang sekali saat dekat dengan Allah. Sehingga jika ada hal negatif dihadapan saya pun akan tetap tersenyum menerimanya karena yakin Allah yang menyelesaikannya melalui cara-Nya didunia ini.

Satu kalimatmu mampu mengubah dunia, entah itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, itu tergantung apa yang kau tulis, dan ingat tulisanmu bisa menjadi pahala atau dosa jariyah mu. Namun tetaplah menulis karena belajar adalah proses yang tak akan pernah berhenti sampai kita mati.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesos

Kartini Masa Depan… entah kenapa langsung terbesit dikepala saya, dan judul itupun saya gunakan untuk acara di kantor saya. Saya ingin para perempuan muda generasi sekarang yang terbiasa dimanjakan oleh gadget dan kemudahan internet mulai berpikir dan berusaha lebih keras lagi untuk hidup mereka.

Sayangnya, seringkali perempuan justru menjatuhkan perempuan lainnya dan lebih dikuasai oleh emosi daripada logika mereka. Mungkin saya sedikit dari perempuan yang berpikir logis dan berani mengambil keputusan-keputusan besar dalam hidup. Sejak usia 19 tahun saya sudah memutuskan magang untuk belajar bekerja diperusahaan-perusahaan besar. Saya menyukai setiap pekerjaan yang saya lakukan meski saat itu saya dengan inisiatif pribadi mengajukan untuk membantu para senior disana walau hanya sekedar foto kopi, minta tanda tangan ke VP dan BOD. Ayah saya seorang pejabat negara di Provinsi DKI, namun tidak pernah terlintas dibenak saya untuk menggantungkan hidup padanya dan siapapun. Justru saya bertekad siapapun yang mengenal saya yang suka pada pekerjaan saya, bangga terhadap saya itu karena apa yang saya lakukan bukan siapa dibelakang saya. Jadi hingga saat ini saya bisa menjadi seperti sekarang bukanlah hanya dibangun setahun dua tahun, tapi sejak usia saya 19 tahun (16 tahun yang lalu).

Kartini masa depan, bukan mereka yang menyerah pada keadaan, bukan mereka yang takut akan masa depan saat perubahan datang, bukan mereka yang menjatuhkan orang lain saat ingin berhasil, bukan mereka yang manja dan bergantung pada orang lain. Namun, KARTINI MASA DEPAN adalah mereka yang melihat peluang saat keadaan menghimpit, mereka yang berani menghadapi masa depan apapun resikonya, mereka yang selalu meraih dan mengajak orang lain untuk maju dan sukses bersama, mereka yang mandiri dan memiliki hidupnya sendiri.

Saya harap Anda semua yang membaca tulisan ini adalah Kartini Masa Depan. Perbanyak membaca, memperluas wawasan, bukan hanya bangga berkumpul dengan para sosialita namun isi kepala kosong dan tidak memiliki visi dan misi dalam hidupnya untuk orang lain. Pergaulan dan organisasi hanya ajang untuk unjuk diri eksistensi. Tahukah Anda, bahwa banyak para Kartini yang tidak terekspose namun mereka melakukan hal-hal besar yang luar biasa dalam hidup mereka untuk orang banyak.

Selamat Hari Kartini, habis gelap terbitlah terang. Tajamkan penamu untuk menulis dan menginspirasi orang lain dengan tulisanmu, karena saat kita meninggal dunia, tulisanmu akan berguna bagi mereka yang membacanya.