Have a courage and be kind

Kalau Anda tipe orang yang tidak punya keberanian, Anda selalu menyerah setiap kali hidup mempermainkanmu. Jika Anda tipe seperti itu, seumur hidup Anda hanya cari aman, melakukan hal-hal benar, menyelamatkan diri untuk peristiwa yang tidak akan pernah terjadi. Anda pun akan meninggal sebagai orang tua yang membosankan. Anda punya banyak teman yang benar-benar menyukai Anda karena Anda pekerja keras yang baik. Namun, sebenarnya Anda membiarkan hidup membuatmu menyerah. Dilubuk hati terdalam Anda takut mengambil resiko. Anda benar2 ingin menang, tapi rasa takut akan kekalahan lebih besar daripada sukacita kemenangan. Jauh di dalam hati, Anda dan hanya Anda yang tahu bahwa Anda tidak berusaha mencapai kemenangan. Anda memilih bermain aman.

Kalau Anda berpikir orang lain penyebab masalah Anda maka Anda harus mengubah orang lain tersebut. Tapi kalau Anda sadar bahwa Andalah masalahnya, maka Anda bisa mengubah diri Anda, belajar sesuatu, dan menjadi lebih bijaksana. Kebanyakan org ingin dunia berubah, tapi diri mereka tidak. Let me tell u something, Lebih mudah mengubah diri sendiri daripada mengubah orang lain!

Robert Kiyosaki

Hal diatas banyak sekali terjadi pada setiap orang, entah dalam dunia pernikahan, percintaan, pekerjaan, pertemanan, bisnis, dan lain sebagainya. Tidak ada hal apapun sebenarnya yang perlu ditakutkan, karena sebenernya hal yang ditakutkan belum tentu terjadi. Ingat itu hanya ada di kepala mu saja!!!!!

Aneh… kenapa Anda lebih takut manusia daripada takut Tuhan?? Kenapa Anda khawatir berkata jujur tentang apa adanya yang terjadi dalam hidup Anda kepada pasangan Anda atau rekan bisnis Anda karena setiap kebohongan akan ada kebohongan lain, bayangkan berapa banyak dosa yang sanggup Anda pikul. Kalau saya lebih memilih jujur dan ribut besar sebentar tapi dan semua jelas, tinggal ambil keputusan. Daripada berbohong dan berkepanjangan masalah tak kunjung selesai.

Ingatlah, lebih baik dibohongi daripada dicap PENIPU / PEMBOHONG. BE GENTLE yaaa guys… saya orangnya kayak orang bule soalnya sih apa-apa lebih suka terus terang tapi no heart feeling, ga perlu berlarut-larut berbohong dan move on. karena bagi saya jujur berarti memperlakukan orang lain dengan baik alias respect.

Jadi, BERANILAH dan TETAP BERBUAT BAIK pada setiap orang, karena jujur lebih baik meski menyakitkan daripada bohong dengan kalimat manis.

-Tyastar-

#JPAWR #AWRJP #Ateam #A4

Encourage Generasi Z di Era Digitalisasi

Saya tiba-tiba mau berbagi kisah saya menerima keluhan-keluhan anak2 generasi Z nih. Kebetulan saya pernah menjadi Manager di suatu perusahaan BUMD jadi saya memiliki anak buah yang sampai sekarang masih berkomunikasi baik. Seperti seorang ibu kepada anaknya aja, mendengarkan cerita mereka dan memberikan nasehat sekaligus sharing pengalaman, baik pengalaman saya langsung maupun dari sekitar saya yang saya lihat sendiri.

Bahkan ada juga mereka yang belum kenal saya secara face to face tapi bisa curhat tentang kisah mereka. Kebanyakan soal dunia perkuliahan, pekerjaan, lingkungan sosial, hingga percintaan yang paling sedikit. Karena urusan percintaan itu urusan yang sangat personal biasanya mereka sudah tau jawaban saya, bahwa saya orang yang sangat open mind dalam hal tersebut. Selama saling menyayangi tidak ada yang salah dalam cinta. Sisanya ya menghadapi kerikil lika liku percintaan itu sendiri. Cenderung lebih cepet jawab soal itu karena saya selalu kembalikan ke mereka, yang penting memiliki hubungan bukan sekedar diatas kertas atau status karena selain dosa kalau sudah saling menyakiti juga gak ada manfaatnya mempertahankan gengsi, kan meninggal juga sendirian di dalam kubur nanti. Simple asal jangan banyak gengsi. Karena zaman sekarang perempuan dan laki-laki divorce udah biasa ngapain harus gengsi, toh coba kalian liat kebanyakan mereka yang berjuang sendiri pasti lebih sukses dan lebih kuat jiwa nya alias gak manja dan pola cara berpikirnya lebih tajam kan, hehehe… jadi, hal seperti itu banyak positifnya. Terlatih hidup sendiri dan memanage waktu dan segalanya sendiri itu bukan hal yang mudah loh, tapi sangat menyenangkan.

Oke, kembali membahas bagaimana saya meng-encourage generasi Z dalam dunia digitalisasi seperti sekarang ini. Mereka cenderung kebanyakan liat medos bagaimana kemewahan itu ditonjolkan sehingga pola pikir mereka hanyalah bagaimana “cepet” sukses, kaya, hidup enak, dan lain sebagainya. Hey, inget yaaaa

KESUKSESAN, KEBAHAGIAAN, KESEJAHTERAAN, KESUKSESAN itu bukan pemberian tapi harus didapatkan / diperjuangkan dengan usaha kita sendiri. Gak mungkin tiba-tiba ada Presdir Perusahaan Tbk ngasih perusahaannya begitu aja sama kalian, bahkan sama anak-anaknya pun perlu melalui seleksi tersendiri.

-Tyastar-

Jadi anak-anak generasi Z ini loh hobbynya seneng-seneng belanja d mall, nongkrong di mall, padahal duit masih minta orang tua. Astaga,,, kalian gak malu harus seperti itu menikmati hidup kalian seumur hidup? Meski terlahir kaya tetap aja kalian harus memperjuangkan untuk mendapatkan kepercayaan keluarga untuk mengelola bisnis mereka dikemudian hari. Apalagi kalian yang hidupnya menegah ke bawah. Sekedar cukup aja gak bisa hidup kerjaannya cuma nongkrong-nongkrong. Listen to me…

Jangan pernah gengsi itu membunuh kamu dikemudian hari, lebih baik saat ini kamu prihatin menunda senang-senang kamu bersama temen-temen yang ngajakin nongkrong-nongkrong cantik, namun suatu hari kamu bisa bangga karena dapat menghasilkan uang sendiri dan membahagiakan orang tua dari keringkat jerih payah sendiri. kamu akan bangga karena kamu gak membuang uang orang tua untuk melakukan hal-hal yang gak bermanfaat.

Saya sendiri sudah mulai masuk dunia kerja di usia 19 tahun, ayah saya pejabat di Pemda DKI, kakek saya salah satu politisi terkemuka di negeri ini, tapi saya gak pernah mengandalkan itu, karena sejak SMP saya sadar bahwa saya harus memulai semua dari kaki saya sendiri. Sejak SMA saya mulai berpikir “APAPUN YANG SAYA LAKUKAN JIKA ITU BERHASIL DAN BAIK, SEMUA ORANG HARUS MELIHAT SAYA KARENA SAYA SENDIRI BUKAN EMBEL-EMBEL SIAPA ORANG TUA ATAU GARIS KETURUNAN SAYA, TAPI KARENA SAYA MAMPU!!!” Itu tekad saya sejak SMA saat tinggal bersama Ayah saya dan Ibu tiri saya (Bunda) setiap saya sebelum tidur.

Saya kuliah masuk di Universitas Indonesia dimulai dari D3, S1, dan akhirnya S2 setelah 6 tahun lulus S1. Saya gak pernah tuh ngerasain liburan kuliah, saya bener-bener berjuang setiap liburan sebulan atau 3 bulan saat naik tingkat saya selalu magang. Ya kalau S2 saya malah lagi hamil sekaligus kerja plus nyetir sendiri, naik turun tangga berat-berat bawa laptop dan buku-buku tebelnya kampus. Kalo anak UI paham deh betapa luar biasanya tugas mingguan kita huhuhuhu sering kok pengen nangis hahahhaaha tapi terus punya tekad kuat. Ga ada yang menghalangi saya untuk memperjuangkan saya merealisasikan mimpi saya, minimalnya gak merepotkan orang tua deh meski belum berkelimpahan.

Zaman sekarang baru gagal masuk ujian aja langsung drop, saya berapa kali test PNS gagal terus dan lihatlah saya gak berhenti bermimpi, saya tunjukan bahwa diposisi saya yang bukan PNS pun dapat banyak keuntungan yang mereka inginkan ketika mereka melihat saya. Dan terbukti kok kegagalan itu Tuhan mau kasih kita yang lebih baik.

Hidup itu gak selalu sesuai pesanan. Jadi anak gen Z itu tantangannya lebih besar karena media sosial gak semua orang bisa memanfaatkannya untuk hal positif tapi justru untuk hal negative. Misalnya, untuk isi waktu luang mereka buka2 medsos hanya untuk lihat content artis atau teman-temannya. Buat saya, isi waktu luang lebih baik browsing ilmu yang kita butuhkan untuk meraih impian-impian kita dan tahu bagaimana menggunakannya.

-Tyastar-

Tanpa rasa semangat dan rasa ingin tahu yang bersar, tanpa membuka hati dan pikiran kamu hanya akan menjadi generasi Z yang gitu-gitu aja. Gak jaminan kok orang yang kamu lihat di medsos hidupnya sebahagia itu, karena kalo mereka bener-bener bahagia dan nikmatin hidupnya ya mereka ga ada waktu lagi buat isi konten. Karena hal terindah dalam hidup tak sepatutnya dibagikan, begitu pula hal buruk.

Lebih bijaksana menggunakan sarana dan prasarana yang ada. Yang penting open mind dan tidak boleh mudah menjudge orang, inget kita terlahir ke dunia ini bukan diutus Tuhan untuk menggantikan Malaikat. Satu-satunya yang berhak menjudge adalah TUHAN, dan bukan kita makhluk tempat banyak salah dan keterbatasan ruang dan waktu.