Wahai “dia”

Aku tak tahu harus memulai dari mana, bahkan nama pun tak punya. Nama untuk aku sebut dalam doa secara jelas dan nyata. Ingin rasanya berani mengingini, tapi diri ini cukup tahu diri. Rasanya dia terlalu baik dan yang mengini lebih segalanya dari ku. Tapi salahkah aku jika ia hadir dalam pikiranku meski tak sanggup pula kusebut namanya dalam doa.

Namun, bukankah Allah Maha Mengetahui segala hal yg nyata dan tersembunyi. Aku? Aku sesungguhnya hanya ingin fokus pada apa yang menjadi urusanku saat ini. Menyelesaikan beberapa hal penting prioritas sehingga mungkin itu yang membuat aku tak berani membuka diri pada siapapun.

Dalam sujud dan doaku pada sepertiga malam, aku berdoa agar kelak setelah semua urusanku selesai Allah kirimkan dia padaku. Entahlah siapa “dia” ini namun ku sebutkan kriteria “dia” secara jelas yg bukan hanya menyayangiku tp juga kedua anak ku. Menjadi imam yang beriman bagi kami, memiliki iman yg tangguh sehingga segala ujian dalam hidup kedepannya dapat kami lalui dengan bijaksana. Dan lain2 ….

Sudah terlalu banyak puisi, lagu, rayuan gombal dari lusinan pria selama ini. Tapi aku juga bukan anak abege yang cukup diperlakukan seperti itu. Manifestasi cinta itu walaubagaimana pun harus berwujud nyata bukan hanya kata. Jadi, sy kembalikan pada mereka yang tak tahu apa2 soal menaklukan saya.

Kata orang menaklukan perempuan tomboi itu susah tapi jika sudah takluk maka akan sungguh2 dan tetaplah ia. Yes, indeed saya tomboi secara inside prilaku dan keberanian serta cara berpikir. Memang outsise terlihat sangat feminim. Itulah saya… tapi jiwa dan kepribadian saya sesungguhnya introvert. Gak mudah menaklukan saya karena pola pikir sy sama spt mereka laki2 inget saya tomboi bukan girly yang cengeng. Jgn pernah permainkan orang yang gak punya niat tidak baik sama kamu deh, sy penyayang sm siapapun tp bukan berarti sy bisa dimanfaatkan.

Ahhh sy jadi inget “dia” lagi entah siapa dia… tp aku berharap dia akan segera hadir agar dapat melindungiku dari keganasan dunia ini. Dia pernah hadir dalam mimpi ku 2x sungguh aku gak kenal sama sekali, siapa sesungguhnya sosok “dia” dlm dunia nyataku. Kami seperti pacaran tahun 90 an saling malu2 dan respect satu sama lain. Entahlah… semoga kita segera ketemu didunia nyata yaaa…

Aku menunggu mu dalam kesibukanku berusaha melewati hari demi hari dengan kesabaran dan kekuatanku berdoa. Semoga segera Allah pertemukan kita didunia nyata. Aamiin…

Tangsel, 28 May 2020 – 03.02 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s