Creating Hugs My Palm Oil

“Perdebatan global tentang keberlanjutan dan legitimasi produksi minyak kelapa sawit adalah yang terus berkembang dan menentukan industri. Seperti Indonesia dan Malaysia adalah dua Negara utama penghasil minyak kelapa sawit, ada banyak diskusi di sekitar masalah yang ditimbulkan di perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan petani kecil, perempuan dalam perkebunan kelapa sawit, meningkatkan ekonomi nasional, dan hak asasi manusia.”

Bagi saya, palm oil bukan hanya kekuatan Indonesia dalam B-30, B-100 nya, bukan hanya karena penghasil devisa negara nomor 2 di Indonesia sehingga menjadi back bone bagi APBN, bagi saya berbicara mengenai Palm Oil sama saja dengan berbicara mengenai 3 Ketahanan penting Republik Indonesia; Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Negara.

Kecintaan saya terhadap kelapa sawit Indonesia bermula pada tahun 2019 memang terbilang baru, tapi bagi mereka yang memiliki pikiran yang open minded dan mau belajar tentu akan bersedia mengkosongkan pikirannya untuk menerima apapun hal baru untuk dipelajari. Itulah saya saat berdiskusi pertama kali dengan teman-teman di Malaysia dan Indonesia. Saya semakin tertarik karena saya sadar bahwa keinginan saya dari dulu berkontribusi untuk Negara ini, untuk mengubah sesuatu menjadi luar biasa bagi Negara tercinta ini justru saya merasa di Palm Oil ini. Karena semua terlibat dari mulai memperjuangkan sumber daya manusianya baik petani plasma, perusahaan swasta, pemerintah bahkan negara destinasi utama ekspor produk kelapa sawit dan bukan tidak mungkin pengembangan ekspor negara tujuan baru.

Keseriusan saya mempelajari kelapa sawit ini saya tunjukan dengan menemui dan menghubungi orang-orang yang ahli dibidang mereka. Saya luangkan waktu saya untuk menemui mereka agar saya mendapatkan ilmu yang tepat dari orang yang tepat. Dari mulai mantan mahasiswa IPB yang skripsi juga disertasinya mengenai kelapa sawit sekaligus memang pelaku sawitnya sebagai petani sawit dan keluarganya juga bekerja diperusahaan sawit, saya juga menemui lembaga produsen penghasil kelapa sawit yaitu Council of Pal Oil Producing Countries (CPOPC), menemui perusahaan Asian Agri, Pertamina juga untuk membahas bagaimana kelanjutan program kelapa sawit dengan pemerintah, serta membuat janji temu dengan Bapak Firman Soebagyo, anggota DPR RI yang konsisten memperjuangkan kelapa sawit sejak dulu, serta semua pelaku sawit yang Tuhan kirimkan kepada saya. Termasuk saya menemui Bapak Fadel Muhammad dan Ketua MPR RI Bapak Bambang Soesatyo, dan semua ilmu yang saya dapatkan saya catat dalam agenda saya.

Berkaca pada diri sendiri, artinya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham mengapa kita harus mencintai Kelapa Sawit? Mengapa kelapa sawit begitu penting? Apa sih kontribusi kelapa sawit bagi Negara ini? Mengapa kelapa sawit ini menjadi tulang punggung negara? Dan bagaimana masyarakat Indonesia mampu mengetahui semua itu ditengah kondisi perang dagang Uni Eropa mengenai tuntutan sustainability of palm oil itu sendiri.

Edukasi

Sejak kecil saya sudah menyukai ilmu psikologi. Dan yang paling menarik dari ilmu psikologi selain teori kebutuhan Maslow adalah terbentuknya critical illness diusia 13 tahun. Artinya masa golden age dan sebelum usia 13 tahun kita harus masuk alam bawah sadar mereka agar terbentuk rasa cinta yang besar terhadap kelapa sawit Indonesia. Hal itu tidak bisa dilakukan hanya dengan memberikan kelas satu jam dengan serius lalu tanyajawab selesai. Hal itu harus dilakukan dengan cara yang santai, relax, dan menyenangkan. Sudah tentu ada tools bagi kampanye ini agar mereka terkesan dalam benak mereka serta melakukan pendataan setiap kegiatan yang dilakukan.

Pemberian ilmu kelapa sawit bisa juga dilakukan pada usia diatas 13 tahun namun sebaiknya bersifat Focus Group Discussion (FGD) paralel dan konsisten. Karena dibutuhkan usaha yang lebih untuk membuat anak usia diatas 13 tahun meyakini apa yang kita sampaikan merupakan kebenaran yang harus mereka yakini.

Mengenai edukasi kelapa sawit oleh karena itu saya pribadi membuat Logo Hugs My Palm Oil untuk dapat digunakan oleh seluruh pemangku kepentingan kelapa sawit di Indonesia baik Pemerintah Pusat dan Daerah, perusahaan swasta penghasil ataupun pengguna kelapa sawit, dan siapapun yang ingin mengkampanyekan hal positive mengenai kelapa sawit. Hal ini saya lakukan karena terinspirasi oleh Malaysia yang membuat Love My Palm Oil nya dengan logo yang eye cathing, maka saya pun membuat yang sama dengan logo yang eye cathing sehingga anak-anak dan siapapun akan menyukainya dan mudah diingat. Saya berharap logo Hugs My Palm Oil ini dapat dibuat dalam segala bentuk marchendise (gelas, agenda, balon, permen, t-shirt, sebagai alat untuk campaign disemua perusahaan dan lembaga kelapa sawit Indonesia dan di distribusikan ke seluruh Kementerian terkait (Kementerian Koordinator Perekonomian dan 10 kementerian yang dikoordinasikannya, Kementerian Koordinator Kemaritiman & Investasi dan 6 Kementerian yang dikoordinasikannya), BUMN, BUMD seluruh Indonesia, perusahaan swasta di bidang kelapa sawit, perusahaan swsta pengguna kelapa sawit, lembaga NGO, organisasi sayap-sayap partai, sekolah-sekolah negeri dan swasta dari TK-SMA, universitaas, dan seluruh elemen sampai ketingkat desa.

Lalu, pasti akan ada pertanyaan bukankah sudah ada program sawit baik? Menurut pendapat saya nama Sawit Baik itu justru berkonotasi negative karena artinya ada Sawit Tidak Baik (sawit jahat). Kedua, program itu kurang jelas implementasinya bagaimana dan tidak mengena kemasyarakat. Karena tidak memiliki pesan yang masuk kealam bawah sadar masyarakat. Menurut saya campaign terbaik adalah membuat pesan kita sampai dengan jelas, diterima dengan jelas dan menyenangkan oleh masyarakat. Kenapa ada kata menyenangkan? Karena kalau pesannya sampai namun tidak menyenangkan percuma pasti akan mentah juga bahkan bisa menjadi boomerang bagi pengirim pesan tersebut.

Saya berharap dengan melakukan positve campaign Hugs My Palm Oil ini akan lebih diterima baik oleh khalayak, bukan hanya karena bentuk logo yang eye catching pada marchendise, tapi juga campaign sawit dengan cara berwisata karena kami memiliki media partner Warta Wisata yang siap berkolaborasi membuat program wisata sawit, selain itu saya sedang dalam proses pembuatan naskah cerita Sawiti dan Sawito seperti layaknya tokoh kartun lainnya dan ditulis oleh saya sendiri dibantu oleh team Warta Wisata dan Warta Ekonomi. Nantinya akan ditayangkan di youtube, ditayangkan di website seluruh kementerian terkait, tayangkan di sekolah-sekolah, dan tayangkan ditelevisi nasional seperti Upin dan Ipin. Tentu hal ini bukan perkara yang mudah jika saya melakukan sendiri, ini akan menjadi luar biasa jika kita melakukannya bersama-sama. Pemilik anggaran mampu melihat ini sebagai peluang yang baik karena ada anak bangsa yang ingin berkontribusi besar pada kelapa sawit Indonesia dan siap menghadapi apapun tantangannya. Tinggal bagaimana pemilik kebijakan dan pemilik anggaran apakah mereka memiliki keyakinan, ketegasan, dan komitmen yang kuat untuk mengkampanyekan Palm Oil kita.

Karena saat ini Pemerintah & Private Sector akan semakin dilihat sebagai pusat pelayanan masyarakat yang dievaluasi berdasarkan kemampuan mereka memberikan pelayanan & akses yang luas dengan cara-cara yang paling efisien dan berbeda antar satu dengan yang lain. Open Government Partnership (OGP) merupakan komitmen konkret dari pemerintah nasional dan subnasional untuk mempromosikan pemerintahan terbuka, memberdayakan warga negara, memerangi korupsi, dan memanfaatkan teknologi baru untuk memperkuat tata kelola. OGP berarti melibatkan stakeholders untuk meningkatkan pemerintahan yang berkomitmen konkret untuk mendorong reformasi dan inovasi pemerintahan terbuka, dalam upaya untuk melakukan transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan warga negara. Oleh karena itu saya ingin terlibat dalam perjuangan Negara melakukan Palm Oil positive campaign dengan membuat logo “Hugs My Palm Oil” untuk dijadikan alat kampanye Negara mengedukasi anak-anak golden age melalui berbagai perangkat lainnya yang menunjang campaign ini untuk memperjuangkan kelapa sawit Indonesia. Oleh karena itu saya berupaya agar mimpi saya membesarkan Hugs My Palm Oil ini terwujud sampai level dunia untuk meningkatkan Ketahanan Negara, Ketahanan Pangan dan Ketahanan Energi Indonesia di mata dunia dengan menjadi mitra bagi Pemerintah sebagai pembuat kebijakan serta bekerjasama dengan pengusaha dan berbagai stakeholders.

Sebelum pandemic covid-19 ini menyebar sehingga membuat kita harus limiting crowd dan menuju near zero mobility, saya dan team berencana melaksanakan pre-launch logo Hugs My Palm Oil yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengan dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Lalu setelah pre launch logo Hugs My Palm Oil dilaksanakan dilokasi kebun kelapa sawit, akan launching resmi di Jakarta dihadiri oleh pimpinan Negara Indonesia dan Malaysia atau yang mewakili. Sehingga untuk persiapan acara tersebut kami sudah melakukan audiensi kepada pihak-pihak calon sponsor dan narasumber serta keynote speaker untuk meluangkan waktunya diacara tersebut. Tentunya hal ini menjadi terhambat karena harus di reschedule sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Namun, dari sini saya ingin menyampaikan bahwa keseriusan saya membawa Hugs My Palm Oil bukan hanya untuk Indonesia tapi juga untuk dunia. Karena saya ingin terlibat dalam banyak hal besar untuk dapat membantu Negara Indonesia khususnya dibidang Kelapa Sawit dan melakukan pergerakan konkreet, terukur, akunatabel, transparan, agar lebih maksimal.

01 April 2020

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

Open Governement Partnership ReThinkbyAWR

https://www.wartaekonomi.co.id/read278911/jangan-cuma-jadi-negara-titipan-cpo-indonesia-harus-punya-power

http://www.kamangkaranews.com/2020/03/pidato-puan-maharani-pada-rapat.html?m=1

…. Edisi 02 saya akan membahas mengenai STDB, ISPO, dan RSPO

Pembahasan UMKM Indonesia Malaysia Business Council (IMBC) dengan Bapak Tantri Abeng selaku Ketua IMBC dan Mr. Tony Chen


https://www.wartaekonomi.co.id/read278911/jangan-cuma-jadi-negara-titipan-cpo-indonesia-harus-punya-power

http://www.kamangkaranews.com/2020/03/pidato-puan-maharani-pada-rapat.html?m=1