1 anak terlantar karena bullying sama dengan seluruh anak Indonesia

Seorang siswi SMK di Kabupaten Kepulauan Anambas, AR  harus putus sekolah setelah dicap lonte oleh guru agama.  Kejadian di SMKN 1 Anambas, Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Setelah orang tua AR datang kesekolah untuk menyelesaikan baik-baik namun dalam pertemuan itu bukan solusi yang didapat.  Guru Agama tersebut kembali marah-marah dan tepuk meja di depan Camat. Pihak SMKN 1 menyampaikan tetap mengeluarkan AR dari sekolah.

Usai kejadian tersebut, AR kemudian mendapat bullyan di sekolah dan teman-temannya. Bahkan penyebutan sebagai lonte terhadap AR tersebut diumumkan lagi di mic SMKN 1 Anambas.

meskipun kejadian tersebut sudah berlangsung bulan Oktober 2019 lalu. Trauma anaknya masih belum hilang, sementara semangatnya untuk mengecap pendidikan menjadi berkurang.

Sudah saatnya kita semua bersuara, pengambil kebijakan lebih tegas & bijak, jangan sampai nasib masa depan generasi penerus bangsa hancur karena pembiaran dan menganggap bullying adalah ejekan yang biasa. Sungguh memprihatinkan saat kita melihat bullying didepan mata baik langsung maupun melalui media namun kita hanya mampu diam menyaksikan semuanya.

Sebenarnya, Orang-orang yang menindas Anda, mereka merasa tidak aman tentang siapa diri mereka, dan itulah sebabnya mereka membully orang lain. Itu tidak pernah ada hubungannya dengan orang yang mereka bully. Mereka dengan putus asa ingin dicintai dan diterima, dan mereka berusaha keras untuk membuat orang merasa tidak diterima sehingga mereka merasa tidak sendirian.

Kita punya wakil-wakil rakyat terbaik bangsa yang sudah dipilih berdasarkan suara terbanyak masyarakat, saya harap komisi X DPR RI turun tangan kelokasi dan membantu pemulihan kondisi AR untuk bersekolah kembali, walaubagaimanapun AR adalah generasi penerus bangsa yang memgalami bully, kekerasan psikis, & diperlakukan diskriminatif oleh pihak sekolah, bahkan ditetlantarkan nasibnya. Pantaskah suatu kesalahan dijadikan penggambaran jati diri seseorang? Kata-kata bisa lebih menyakitkan daripada apapun secara fisik. Dengan intimidasi dan semua hal yang terjadi, pemilihan kata sangat penting. Hal utama adalah bagaimana Anda berbicara dengan orang lain, dan bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Sometimes I think the world forgets that as we get older.

The CEO AWR Foundation & ReThinkbyAWR Strategic Partnership

Wakil Ketua Young Leader Sisterhood (YelloSista)

Bendum Pertiwi Nusantara FIAN (Indonesia Anti Narkoba)

Sumber Berita :

https://www.lindungianak.com/2020/01/17/seorang-siswi-smk-di-anambas-putus-sekolah-akibat-dibully-guru-diteriaki-lonte/

What is AWR Foundation

https://kabargolkar.com/read/kabar_kader/8666/inginkan-pembangunan-dengan-skema-pentahelix-kader-golkar-ini-bentuk-awr-foundation

Karena tiba-tiba ada 2 pemberitaan tanpa sengaja saya tahu yg Koran dr wartawan Kuningan dan ada yg comment di Facebook saya link KabarGolkar tersebut. Saya jadi tergerak untuk mulai menjelaskan Apa sih AWR Foundation dan ReThinkbyAWR.

Berawal dari pengalaman menjadi politik praktis memcalonkan diri sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Jabar X (Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran) namun belum lolos banyak sekali pelajaran yang didapat dengan masalah masyarakat itu sendiri baik dari pola berpikir mereka, pola hidup, pola pergaulan dll. Serta bagaimana kebijakan dan ASN itu sendiri terhadap politik, dan lain sebagainya. Walau belum lolos itu tidak membuat saya down karena saya sadar betul saya masih belajar dan yang terpenting adalah saya mulai berani turun ke lapangan langsung. Hal itu membuat saya bangga dan bahagia dapat melakukan hal tersebut.

Hal yang mendasar sekali kenapa akhirnya sampai dibuat AWR Foundation adalah karena saat itu saya ikut seleksi suatu pekerjaan dan lulus paikotest namun tidak ada tindak lanjut sementara yang tidak lulus malah justru dipanggil. Saat itulah saya merasa ketidak adilan berada disekitar partai politik dimana seharusnya partai politik menyeleksi kader2 terbaik karena harus mewakili aspirasi masyarakat dan mampu membenahi negara ini dengan political will nya. Saya jujur menangis sakit sekali hati saya, hanya karena sy single parents dan berjuang buat anak2 saya lantas merasa mereka terganggu. Dimana keadilan negeri ini justru orang politik yang melakukan diskriminasi pekerjaan.

Salah satu sahabat saya her name is Mbak Fitri, kami sudah mengenal sejak tahun 2008 karena pernah bekerja di kantor yang sama. Namun kami selalu keep in touch meski sempat beberapa lama tidak bertemu dan beberapa hal lain kami mbangun bisnis bersama yang efeknya selalu untuk masyarakat. Pola pikir kami yg sama itulah yg Tuhan jaga makanya kami disatukan dalam AWR Foundation ini. Mbak Fitri share tulisan saya ke teman2 media dan temennya Mbak Fitri membuka website saya ini membaca-baca dan bertemulah kami.

Dari situ kami menyepakati untuk bergerak dibawah yayasan namun untuk menciptakan dampak langsung pada masyarakat kami memiliki turunan dari produk yayasan kami yaitu “ReThinkbyAWR” Strategic Partnership bagi pemerintah dan masyarakat.

Yuk kita baca…

FOREWORD / KATA PENGANTAR

Pemerintah telah menetapkan lima program prioritas nasional bidang perekonomian dengan tajuk Pertumbuhan Ekonomi yaitu :

The government has established five national priority programs in the economy sector with the headline calls Economic Growth, which namely as:

Pertama, adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga pola kerja sama dengan talenta global.

First, is the development of human resources (HR) to the pattern of cooperation with global talent.

Kedua, pembangunan infrastruktur, yang akan menghubungkan sumbersumber Pertumbuhan ekonomi, dan akses ke destinasi wisata. Proyek ini didukung dengan program Proyek Strategis Nasional (PSN), percepatan pengadaan tanah, dan kebijakan satu peta.

Second, infrastructure development, which will connect sources Economic growth, and access to tourist destinations. This project is supported by the National Strategic Project (PSN) program, accelerated land acquisition, and one map policy.

Ketiga, yaitu menyederhanakan regulasi melalui penerbitan dua omnibus law yakni cipta lapangan kerja dan perpajakan diantaranya penerbitan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Third, which is to simplify regulation through the issuance of two omnibus laws which mean to create employment opportunity and taxation including the issuance of the Employment Copyright Act and the UMKM Empowerment Act.

Keempat, adalah penyederhanaan birokrasi melalui reformasi dan otomasi serta integrasi sistem layanan dengan dukungan program berupa ekosistem kemudahan berusaha, lektronifikasi keuangan daerah, dan sistem OSS (online singlesubmission) untuk mengubah transaksi pendapatan dan belanja pemerintah daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital.

The fourth place is the simplification of bureaucracy through reform and automation and the integration of service systems with the supporting programs in the form of business ease ecosystems, regional financial electronification, and OSS system (online single submission) in purpose to change local government revenue and expenditure transactions from cash to non-digital based cash.

Kelima, berkaitan dengan transformasi ekonomi agar Indonesia dapat melepaskan ketergantungan terhadap sumber daya alam, dan mengubahnya menjadi daya saing manufaktur serta jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi.

Fifth, relating to economic transformation so that Indonesia can release its dependence on natural resources, and turn it into manufacturing competitiveness and modern services that have high added value.

AWR Foundation didirikan dengan tujuan agar dapat mewujudkan program Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing melalui Open Government Partnership dengan menggunakan skema Pentahelix.

The AWR Foundation was established with main goal in order to realize an inclusive, sustainable and competitive Indonesian Economic Growth program through the Open Government Partnership using the Pentahelix scheme.

EXECUTIVE SUMMARY / RINGKASAN SINGKAT

What is :

AWR Foundation

ReThinkbyAWR

AWR

Merupakan singkatan dari Akselerasi Warta Resolusi dimana kami ingin melakukan percepatan akses informasi dalam mewujudkan setiap keinginan dari sebuah tujuan.

Informasi merupakan hal yang mendasar dari semua tujuan yang ingin dicapai, cepat atau lambatnya sangat mempengaruhi seberapa cepat tujuan itu akan dicapai.

Karena zaman sekarang Speed is a new currency.

Is an abbreviation of Akselerasi Warta Resolusi in which we want to accelerate access to information in realizing every desire of a goal.

Information is fundamental to all goals to be achieved, the speed to recieve it will influences how quickly that goal will be achieved. Because in this current time Speed is a new currency

Penggunaan ReThink pada product turunan kami adalah sebagai upaya penyelarasan kembali seluruh perencanaan dan kegiatan agar berkualitas dan memenuhi azas Open Government yang professional dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada. ReThinkbyAWR sebagai consultant bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan percepatan pembangunan di daerahnya baik itu Pariwisata, Akses, serta penguatan program dan pembaharuan program. Strategic partnership yang menggunakan sistem Open Government Partnership dengan skema Pentahelix [Pemerintah, Industri, Akademisi, Media Massa, & Komunitas].

The use of ReThink in our derivative products is an effort to realign all plans and activities so that they are will meet the standard of high quality and meet the Open Government principles that are professional and in accordance with existing laws and regulations. ReThinkbyAWR as a consultant for the Regional Government in accelerating development in the region both Tourism, Access, and strengthening programs and also program renewals. Strategic partnership that uses the Open Government Partnership system with the Pentahelix scheme [Government, Industry, Academics, Mass Media & Communities].

AWR VALUE:

H U M B L E

(Honesty – Unique – Modest – Brave – Loyalty – Educated)

AWR VISSION

Menjadi organisasi terkemuka yang membawa perubahan positive pada pembuat kebijakan dan undang-undang yang mendukung kesejahteraan rakyat.

Become a leading organization in bringing positive change to policy making and legislation in favour of people’s welfare.

AWR MISSION

1. Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat.

Supporting easy, open, and equal helathcare access for all the people

2. Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

Support access of education in related to democracy, fairness and in discriminated

3. Mendukung pemenuhan kebutuhan setiap orang untuk bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Support adequate standard housing in helathy environment.

4. Menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan.

Create job opportunity and provide decent work in any lineof industry

5. Memastikan kesetaraan gender di setiap lini kehidupan

Ensure gender equality in society

Our Clients and Partners:

DPR / MPR / DPD RI

Kementerian Hukum dan HAM RI

Kementerian ESDM

Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan RI

Kementerian Pendidikan RI

Kementerian Riset & Teknologi RI

Kementerian Kelautan & Perikanan

Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta

Direktorat Imigrasi & Kantor Imigrasi se-Indonesia

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat

Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan

And the next all the government, the institutions, etc….

Let’s Collaborate with us

Shining for you always💫

Goes so far till the STAR 💫

#WomanWithVoices

#MakingOthersBetter

#EveryoneToBeInvolved

#BuildingTrust

#ChoosingWhatNotToDo

#TurnConflictIntoCreativity

#DataBeatsEmotions

#UsitToImpactPeople

#HugOurPalmOil

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

(AWR)

The CEO

Open Government Partnership Consultant

Fitri Wigati Mumpuni

The Controller

Community Based Consultant

Reza Indragiri Amriel,MCrim (Forpsych)

Advisor

Brand Strategist Consultant

Nukila Evanty

The Counselor

social justice & Gender Equality

Muhammad Dzaki

Correspondent

Scriptwritter

Muhammad Iqbal

The Analyst

System Analyst

Muhammad Riza Febriano

Strategic Planning

Strategics

Bergas Chahyo Baskoro

Conflict Management

Environment

Yodha Miharja

Partnership Management

Datuk Seri Shamsul Iskandar

The Mentor

Deputy Minister of Primary Industries Malaysia

AWR sendiri merupakan nama dari saya pribadi Ayuningtyas Widari Ramdhaniar, lalu saya dan team merumuskan nama yayasan dengan singkatan AWR juga jadilah Akselerasi Warta Resolusi.

Saya ingin memiliki legacy untuk Bangsa ini suatu hari bahkan ketika saya sudah meninggalkan dunia ini dan menghadap Allah SWT. Semoga AWR Foundation – ReThinkbyAWR akan menyinari bangsa ini kelak and I’ll get my job done! Aamiin

Catatan Terkait E-Parkir di Pasar Kepuh Kuningan

Penerapan sistem parkir portal elektronik berbasis komputer yang akan mulai diterapkan di Pasar Kepuh Kabupaten Kuningan. Sistem ini sebenarnya sama dengan sistem parkir yang ada di mall atau pusat perbelanjaan modern di Kota Besar. Namun bedanya, portal elektronik itu dipasang di pasar tradisional.

Banyak penolakan dari para pedagang mengenai sistem E-Parkir tersebut, bahkan di salah satu media online seputarkuningan berkata bahwa e-parkir merupakan salah satu bentuk kedzholiman terhadap para pedagang karena selama ini adem ayem saja bahkan mendukung pemerintahan dan dengan adanya e-parkir mereka merasa dikhianati oleh pemerintah untuk kepentingan pihak tertentu.

Menurut pandangan saya boleh saja dilakukan uji coba dahulu untuk menerapkan e-parkir tersebut dengan catatan:

1. Uji penerapan sistem parkir portal elektronik ini sendiri dipegang langsung oleh Dinas Perhubungan Kab Kuningan, bukan swasta.

2. Karena sistem tersebut mengutakan kenyamanan bagi masyarakat, maka tarifnya masyarakat hanya membayar Rp2 ribu untuk roda dua, dan Rp3 ribu untuk kendaraan Roda Empat. Masyarakat harus tahu, tidak ada lagi tarif tambahan untuk parkir. Untuk itu, masyarakat jangan lagi membayar jika masih ada pungutan parkir yang ada di dalam pasar. Jika masih ada pungutan di dalam silakan laporkan. Jadi bukan berdasarkan per jam seperti di mall.

3. Jika masih ada kendala, dan kekurangan di lapangan maka sistem tersebut harus di kaji ulang dengan penerapan yang lebih baik lagi. Sehingga hasilnya juga dapat dinikmati masyarakat.

Karena sistem e-parkir juga diterapkan di beberapa Kabupaten di Indonesia, misalnya Di Hulu Sungai Tengah (HST)/Barabai, bahkan di Solo ada 3 pasar sudah diterapkan dan 1 diantaranya menyediakan parkir valet di pasar tradisionalnya, Kab Bekasi dan GTC Kota Cirebon merenarapkan E-Retribusi dan pembayaran non tunai.

Hal ini dilakukan memang menurut pandangan saya untuk mencegah kebocoran PAD dari perolehan retribusi parkir pasar dengan adanya sistem portal baru ini, seharusnya pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dapat meningkat. Karena pembayaran, dari parkir memang masuk ke PAD Kab Kuningan.  Untuk itu, Pemda harus mengimbau ke masyarakat, agar tidak lagi membayar ke tempat penjaga parkir. Cukup satu kali membayar di bagian parkir resmi. Karena kendala yang ada biasanya pungutan berlapis, ketika sudah membayar di pintu masuk, tetapi saat di dalam pasar kembali diminta pungutan parkir lagi. Perlu ditekankankan bukan parkir hitungan perjam namun caranya yang diganti agar lebih efisien, transparan, & akuntabel. Setelah uji coba Pemda berikan laporan pada DPRD dan rakyat bagaimana perubahan penerapan retribusi parkir setelah sistemnya diubah apakah meningkatkan PAD, stagnan, atau justru menurun.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

The CEO AWR Foundation

ReThinkbyAWR Strategic Partnership

http://infobanua.co.id/2020/01/ini-beberapa-catatan-terkait-parkir-elektronik-di-pasar-kepuh-kuningan/

https://dialektikakuningan.com/e-parkir-di-pasar-kepuh-harus-ada-sosialisasi-khusus-dan-uji-coba-langsung-oleh-dishub-kuningan/

http://m.rri.co.id/post/berita/771276/info_publik/uji_coba_parkir_elektronik_pasar_kuningan_tidak_boleh_dilakukan_pihak_swasta.html

https://www.liputan6.com/regional/read/4156646/mencari-jalan-tengah-terkait-kisruh-parkir-pasar-kepuh

Jangan remehkan Bullying

Kemajuan tehnology yang pesat jika tidak di imbangi dengan kesiapan setiap individu dalam memfilter informasi yang di terima bisa memberikan dampak negative terhadap tumbuh kembang anak. Perundungan online menjadi salah satu dampak negative yang sering dialami anak-anak. Peran serta orang tua dalam komunikasi dan monitoring sangat penting.

Data menunjukan bahwa kekerasan anak paling banyak terjadi adalah Bullying yaitu kasus berjumlah 161 pada tahun 2018. Sementara pada tahun 2019 ada 8 kasus anak korban kebijakan, pengeroyokan 3 kasus, kekerasan fisik 8 kasus, kekerasan sexual 3 kasus, kekerasan psikis & bullying 12 kasus & anak membully guru 4 kasus (KPAI).

Anak-anak yang menjadi korban kebijakan atau terbentur aturan akhirnya mendapatkan sanksi yang bersifat dipermalukan. Lalu tidak mendapat surat pindah, tidak bisa ikut ujian, hingga dikeluarkan dari sekolah karena berbagai persoalan, seperti HIV dan menjadi korban kekerasan seksual.

Kemudian permasalahan yang mencakup kasus kekerasan fisik hingga bullying seperti dituduh mencuri, dirundung oleh teman maupun pendidik, saling ejek di dunia maya, persekusi di dunia nyata, dan menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan.

Tindakan bully tidak hanya terjadi ketika pelaku melakukan kekerasan secara fisik kepada korban. Bully juga bisa dilakukan tanpa melakukan kekerasan fisik, yakni secara verbal seperti mengejek, memanggil seseorang dengan sebutan yang hina, menyebarkan gosip tentang korban, atau mempermalukan di depan banyak orang.

Di era teknologi seperti sekarang ini tindakan bully makin mudah terjadi, kerap dikenal sebagai cyber bullying. Pelaku cukup memakai media sosial untuk menjatuhkan korbannya, seperti menyebarkan teks, foto, atau video bertema negatif tentang korban.

Anak korban bullying berisiko lima kali lipat menderita masalah kegugupan (anxiety disorder) dibanding dengan anak korban aniaya orang dewasa dinilai menyesatkan. Bullying, baik secara verbal maupun fisik, yang dilakukan oleh teman sebaya lain juga merupakan masalah global. Dilaporkan 1:3 anak di 38 negara adalah korban bullying. Hal ini juga dapat memiliki efek buruk yang sama di masa dewasa (University of Warwick & Duke Medical Centre).

Kesalahan umum yang dilakukan pelaku intimidasi adalah dengan menganggap bahwa karena seseorang baik maka dia lemah. Ciri-ciri itu tidak ada hubungannya satu sama lain. Padahal, dibutuhkan kekuatan dan karakter yang cukup untuk menjadi orang baik.

@jokowi

@kpai_official

@komnas.ham

@pustekkom_kemdikbud

@tehtyastar

@queenfitri

@nukila_evanty

@shamsuliskandar .

.

#stopbullying #nocyberbullying #educationisimportant #specialneedsfamily #AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #strategicpartnership #opengovernmentpartnership #goodcorporategovernance #philantropist #communitybased #brandstrategic #socialjustice #genderequality #systemanalyst #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #jokowi

Pendidikan harus terjangkau agar dapat di akses oleh siapapun

Riset yang dilakukan Haruka Evolusi Digital Utama (HarukaEDU) di 2018 menyebutkan, 79% lulusan SMA/SMK yang sudah bekerja tertarik untuk melanjutkan kuliah lagi. Namun 66% responden di antaranya urung kuliah karena mengaku terkendala biaya. Salah satu kendala yang banyak ditemui oleh para lulusan SMA dan SMK untuk langsung melanjutkan ke perguruan tinggi di antaranya adalah persoalan biaya.

Bagi mereka yang memiliki cukup uang, mereka bisa memilih sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Namun bagi mereka yang dalam kondisi kurang mampu, harus secara ikhlas menerima sistem pendidikan di negeri ini apa adanya.

Bahkan banyak dari mereka kesulitan untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena masih mahalnya biaya pendidikan. Makin tinggi sekolah, makin mahal biayanya. Padahal bagi yang miskin, jangankan pendidikan yang mahal, untuk makan saja susah. Sungguh ini adalah bentuk diskriminasi dalam pendidikan.

“Pendidikan merupakan kebutuhan asasi dan harus dijalani oleh manusia dalam hidupnya. Pendidikan bukan sebagai kebutuhan sampingan, karena tanpa pendidikan martabat manusia tidak akan mulia. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara, tanpa membedakan status sosial, usia maupun jenis kelamin seseorang.”

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mendukung pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif.

The CEO @tehtyastar

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

The Mentor @shamsuliskandar

@jokowi @prabowo @erickthohir @smindrawati @airlanggahartarto4.0 @nadiemanwarmakarim @pustekkom_kemdikbud @kemenkeuri @bappenasri @kementerianbumn

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResolusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #systemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #educationmatters

http://www.kamangkaranews.com/2020/01/66-persen-lulusan-smasmk-terkendala.html?m=1

http://infobanua.co.id/2020/01/riset-harukaedu-79-persen-lulusan-smu-yang-bekerja-ingin-kuliah/

Meski Angka Stunting Menurun, Indonesia Masih Kronis

Prevalensi stunting balita mengalami penurunan dari 30,8% tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% tahun 2019. Namun menurut WHO, masalah kesehatan masyarakat dapat dianggap kronis bila prevalensi stunting lebih dari 20%. Artinya, secara nasional masalah stunting di Indonesia tergolong kronis. .

“Setiap orang harus bebas dari kelaparan. Membangun bangsa ini dimulai dari gizi yang cukup, rasa aman dan nyaman.” .

Salah satu Misi AWR Foundation adalah Mempermudah akses keterbukaan dan kesetaraan kesehatan masyarakat ——

The prevalence of stunting for children under five has decreased from 30.8% in 2018 (Riskesdas 2018) to 27.67% in 2019. However, according to WHO, public health problems can be considered chronic if the prevalence of stunting is more than 20%. That is, nationally the problem of stunting in Indonesia is classified as chronic.

“Everyone must be free from hunger. Building this nation starts from adequate nutrition, a sense of security and comfort.”

One of the AWR Foundation’s missions is to facilitate access to openness and equality in public health

@awrfoundation

The Controller @queenfitri

The Counselor @nukila_evanty

Partnership @kemenkes_ri

The Mentor @shamsuliskandar

#AWR #AWRfoundation #ReThinkbyAWR #AkselerasiWartaResoulusi #Lobbyist #HUMBLE #Honesty #Unique #Modest #Brave #Loyalty #Educated #ShiningforYouAlways #SDGs #opengovernmentpartnership #communitybased #brandstrategist #socialjustice #genderequality #humanrights #socialentrepreneur #regionalpolicy #syatemanalyst #scriptwriter #WomenWithVoices #MakingOthersBetter #EveryoneToBeInvolved #AyuningtyasWidariRamdhaniar #tyastar #stunting

https://www.kamangkaranews.com/2020/01/kendati-angka-stunting-menurun.html?spref=fb&m=1

Refleksi Banjir di Tahun Baru 2020

Tahun baruan saat harusnya refleksi diri, namun banyak dari kita yang menganggap hak yang harus dirayakan dengan pesta dan gemerlap kemewahan dan suka cita. Ya memang benar, kita harus optimis menyambut Tahun Baru dengan semangat bahagia, tapi bukan juga dengan melakukan hal yang menurut saya mubazir. Memang disisi lain sah saja siapapun mau melakukan apapun, namun yang menjadi soal saat ada bencana alam yang menimpa lalu tidak pernah bisa berkaca diri justru melemparkan ke orang kain.
Apa kalian lupa bahwa kalian bakar uang ke langit demi gemerlapnya langit malam dengar pijar cahaya warna warni, lalu Tuhan berikan sambutan kembali dg air hujan tak kunjung henti dr langit yg kalian beri lemparan cahaya sekejap tak henti sampai banjir lalu kalian caci maki pemerintahan. Mawas diri, apakah kita sdh cukup berkontribusi untuk alam ini dan tempat kita tinggal?
Hal itu tentu saja menjadi cerminan siapa diri kita sesungguhnya, bencana alam dan apapun itu merupakan campur tangan Tuhan yang tak bisa kita lupakan hal tersebut. 1 perbuatan berdampak baju seluruh umat, itu yg harusnya kita tanamkan pada diri sendiri agar;
1. Saat dikendaraan atau dimanapun biasakan mengumpulkan sampah terlebih dahulu jika belum ada tenpat yg layak untuk membuang sampah, yang layak loh ya di tempat sampah bukan di pojokan pohon atau kebun kosong atau kali.
2. Saat dimanapun berada dan kita memegang sampah untuk dibuang langsung mawas diri, ingat bahwa apa yg kita lakukan itu berdampak bagi seluruh umat muka bumi ini. Jangan pernah berpikir “ah kan cuma saya sendiri gak mungkin banjir” bayangkan kalo kalimat tersebut terlontar dari mininal setengah jiwa penghuni bumi?!?! Apa gak tenggelam negeri kita atau ditimpa bencana alam lainnya?
3. Jgn pernah menyepelekan kebijakan sekecil apapun. Pemerintah telah menetapkan beberapa aturan jarak membangun rumah atau bangunan yang dekat sungai, seperti Pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 63/PRT/1993 tentang garis sempadan sungai, disebutkan pada pasal 10 dijelaskan bahwa penetapan garis sempadan danau, waduk, mata air dan sungai yang terpengaruh pasang surut air laut mengikuti kriteria yang telah ditetapkan dalam keputusan Presiden R.I. Nomor : 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung. 
Pada pasal 12 juga disebutkan bahwa pada daerah sempadan dilarang ; membuang sampah, limbah padat dan atau cair, medirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha. 
Namun pada kenyataannya masih terdapat bangunan permanen. Dengan sudah banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan sempadan yang merupakan areal terdampak, bahkan beberapa sudah memiliki serifikat tanah dan juga IMB, demikian di daerah hulu bangunan-bangunan permanen permukiman perumahan, sarana pendidikan serta bangunan-bangunan milik swasta masih berdiri di area sempadan, tentunya akan sangat tidak mudah untuk menata kembali kawasan tersebut.

Sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu.

untuk mengurai persoalan banjir di Negeri kita tercinta ini diharapkan mampu melakukan Pendekatan   teknis   yang   diperlukan   sehubungan dengan   kondisi   kawasan   sungai dan  sekitarnya  yakni :
1). Menormalisasikan  sungai,  sehingga  sempadan  sungai  akan  jelas  keberadaannya dan fungsinya.
2). Daerah  aliran  sungai  perlu  ditata,  sehingga hutan  lindung  tetap  terjaga,  guna mengurangi  masalah  sedimentasi  dan  sebagai  daerah resapan.
3). Untuk   daerah-daerah   limitasi   (terbatas),   perlu   ditanggulangi   agar   penggu-naannya  lebih  terarah.
Yuk saling menjaga lingkungan kita, jgn menyalahkan org lain krn ini sudah dari sananya dr awalnya yg salah membenarkan yg salah dan panjang kali lebar lah skrg persoalannya.

Semoga korban Banjir yang menimpa bisa lebih sabar, dan menjadikan moment ini refleksi awal tahun 2020 untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Negeri ini dipilih oleh rakyat oleh karena itu jadilah rakyat yang bijaksana untuk menjaga diri sendiri dari prilaku yang menyimpang aturan ataupun norma, semua demi diri sensiri dan anak cucu cicit kita kelak.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,M.Kesos

EQUALITY- Hello 2020

“Kalau perbedaan adalah rahmat, kenapa Anda ingin disamakan dengan laki-laki?”

Kalimat tersebut adalah salah satu komentar yang banyak kita temui saat menggugat konsep kesetaraan gender.

Betapa menyedihkan saat menyadari betapa banyak orang tak memahami arti kata setara, apalagi konsep kesetaraan gender.

Setara itu bukan berarti sama. Berikut definisi kedua kata tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

setara/se·ta·ra/ n 1 sejajar (sama tingginya dan sebagainya): kedua kakak beradik itu duduk ~; 2 sama tingkatnya (kedudukannya dan sebagainya); sebanding: pilihlah istri yang ~ denganmu; 3 sepadan; seimbang: tenaga yang dipergunakan harus ~ dengan hasilnya;

sama 1/sa·ma /a 1 serupa (halnya, keadaannya, dan sebagainya), tidak berbeda; tidak berlainan: pada umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu ~ saja; kedua soal itu ~sulitnya;

Memperjuangkan kesetaraan gender bukan berarti menuntut perempuan untuk menjadi sama dengan lelaki, tetapi mendukung perempuan dan lelaki agar mendapat kesempatan untuk ada dalam posisi yang sejajar. Karena banyak jg ketidak adilan judgement soal lelaki, misal Lelaki ga boleh ngurus anak dirumah atau masak. Selama itu kesepakatan bersama why not? Kecuali tu lelaki malah main cewe lagi. Itubgak beres malah nyuruh istrinya yg cari nafkah.

Mendobrak konstruksi sosial bahwa lelaki “dari sananya diberi kelebihan sehingga hanya dia yang layak jadi pemimpin”. Ini memberi laki-laki stigma dan beban juga. Harus selalu memimpin, enggak boleh nangis, harus maskulin, harus melindungi perempuan.

Ini abad ke-21. Perempuan dan lelaki bisa sama-sama jadi pemimpin, bisa berbagi pendapat dan beban, bisa berada dalam spektrum femininitas-maskulinitas, harus pula bisa saling melindungi.

Feminisme adalah upaya untuk mengubah ketidaksetaraan gender menjadi kesetaraan gender. Bukan usaha agar perempuan jadi sama dengan lelaki, bukan taktik supaya perempuan tercerabut dari agama, bukan menuntut laki-laki jadi bawahan perempuan. Bukan pula ajaran “Barat” karena spiritnya selaras dengan banyak ajaran dan agama yang mengedepankan keadilan, termasuk Islam.

Yang sering dijadikan dasar menggugat feminisme adalah pemahaman keliru tentang kodrat — bahwa feminisme membuat perempuan lupa akan kodratnya.

Kalau soal bekerja, mengurus anak, menyetir, memimpin, dan dipimpin, semua hal tersebut bukanlah kodrat karena dapat dilakukan oleh perempuan dan laki-laki.

“Saya bingung sama wanita yang minta kesetaraan. Bukannya kalian itu selalu mendapatkan keistimewaan lebih, kalo ada dua beban juga pasti laki-laki yang lebih berat wanita yang lebih ringan”

Nah, kalau soal berbagi beban, saya rasa ini masalah kemanusiaan, bukan mengistimewakan salah satu gender. Kalau Anda punya fisik yang kuat dan melihat orang lain yang badannya lebih lemah, apa salahnya membantu? Kalau Anda dikaruniai otak yang cemerlang, apa salahnya membantu mereka yang kemampuan kognitifnya lemah (kecuali pas ujian ya)?

Perlu dicatat bahwa tidak semua lelaki lebih kuat fisik maupun otaknya daripada perempuan, sangat mungkin terjadi hal sebaliknya. Bisa saja Anda, perempuan muda yang berbadan sehat dan kuat, memutuskan memberi tempat duduk di KRL Commuter Line kepada lelaki paruh baya yang tampak sakit dan memerlukan istirahat.

Jadi, jgn masuk keranah yang terlalu privacy selama antar perempuan dan lelaki saling mendukung satu sama lain tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Perempuan memiliki masalah yg lebih complicated di Indonesia karena terbentur dengan sistem yang mempersulit perempuan. Saya mewakili AWR Foundation akan terus memperjuangkan itu. Start from 2020 fokus terhadap perempuan.