Teh tyas, cicit Bupati Kuningan Saleh Alibasyah, berjuang memberikan motor sampah untuk tanah kelahirannya

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar Ajak Masyarakat jadikan Kuningan ‘Green and Clean’

https://www.seputarkuningan.com/2019/10/wakil-ketua-pusat-yello-sista-serahkan.html

http://www.kamangkaranews.com/2019/10/teh-tyas-serahkan-bantuan-dua-unit.html?m=1

https://www.citrust.id/cucu-mantan-bupati-kuningan-beri-bantuan-kendaraan-roda-tiga.html

Walaupun tidak lolos sebagai anggota DPR RI terpilih namun lulusan Magister Kesejahteraan Sosial & Otonomi daerah Universitas Indonesia ini tetap membatu Kab Kuningan tanah kelahiranya.

Teh Tyas serahkan 4 unit motor sampah

Hari ini (22/10) saya sudah menyerahkan secara simbolis motor sampah di Lapangan Pendopo Pemda Kab. Kuningan ke Desa Darma dan Desa Cipasung, karena 2 desa yang sebelumnya sudah langsung diantar ke Desa Cibingbin dan Desa Ciwaru karena lokasi 2 desa tersebut medannya agak jauh jadi duluan langsung diantar kesana oleh team.Hari ini bertepatan dengan hari santri nasional juga, saya harapkan semakin banyak masyawarakat Kuningan yg berjuang untuk daerah asalnya, Kuningan. Karena, Hari santri adalah hari dimana untuk memperingati peran besar para Kaum Kiyai dan Santri dalam memperjuang kemaslahan bangsa indonesia, melawan para kolonial dan para bangsa asing bertepatan dengan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari tepat pada tanggal 22 Oktober.Perjuangan saya meminta motor sampah ini untuk Kabupaten Kuningan terbilang panjang hampir setahun tepatnya Desember 2018 dan awalnya hanya dikasih 3 motor sampah namun last minute 2 minggu kemudian sy diminta lengkapi dokumen 1 lagi maka saya serahkan ke daerah asal saya yaitu Desa Darma. Jd Darma terbilang hoki krn 3 desa sebelumnya sudah menunggu panjang Darma last minute 2 minggu sebelumnya. Bantuan ini jatah dari Anggota DPR RI komisi VII dengan Mitra Kerja KLHK yang seharusnya dikirim ke Kalimantan namun diberikan kepada saya untuk terserah mau saya berikan kemana. Maka tentu saja saya berikan k Kuningan.Semoga bermanfaat dan semakin asri yaaa Kuningan bebas sampah alias bersih. Millennials pun ikut terlibat dalam kebersihan di setiap desa dan sementara masih terbatar mungkin desa tetangga bisa pinjem desa tetangganya dulu kali yah.Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesosđź“šAlumni S2 Kesejahteraan Sosial & Otonomi Daerah Univ. Indonesia
đź“šSekretaris Pusat Yayasan Lentera Anak Pertiwi (Forum Indonesia Anti Narkoba)
đź“šWakil ketua Pusat Young Leader Sisterhood (Yello Sista)
đź“šPerempuan Tani HKTI Prov DKI Jakarta

Revitalisasi Tamkot Kab Kuningan

Menanggapi berita yg dikirim oleh salah seorang netizen melalui account instagram saya @tehtyastar mengenai revitalisasi Taman Kota Kab Kuningan https://kuninganmass.com/government/kebijakan-tak-waras-revitalisasi-tamkot-tak-masuk-logika/ bagi saya itu perlu sosialisasi dr pemerintah daerahnya agar tidak salah ditanggapi oleh masyarakat. Karena saya konfirmasi ke Pak Sekda, sosok yg sudah 5 tahun saya kenal sejak menjabat kepala Bappeda dan sering diskusi maka sudah sepantasnya saya melakukan tabayun dalam agama islam itu diharuskan.

Tidak mungkin Pak Gubernur dan tim ahli dari pemprov, pemkab, bupati serta SKPD Kab Kuningan tidak waras seperti judul beritanya.
Jadi awalnya, ada program revitalisasi mesjid agung untuk Kab/ kota oleh pak gubernur.. termasuk Kuningan, rencananya juga dapat. Maka gayung bersambutlah dari pemkab kuningan yang kebetulan ingin menata mesjid syiarul islam termasuk untuk lahan parkirnya.

Jadi, waktu Gubernur Jawa Barat datang pada acara Tour de Linggarjati beliau ingin meninjau langsung untuk menawarkan konsepnya sekaligus penataan yang terintegrasi antara masjid, taman kota, lahan parkir, dan pedagang kaki lima. Kalau melihat konsep serta design semuanya sangat tertata loh. Ada parkir, taman pun ada, bahkan tempat PKL pun ada sehingga lingkungan Masjid jadi lebih tertata begitupula sekitarnya.

Mengingat hal tersebut tentu saja ada konsekuensi karena kawasan sekitar akan ada revitalisasi. Kemenag pun akan pindah dan kebijakan diambil oleh pemprov dan pemkab dengan berbagai pertimbangan menyeluruh.

Mengenai kepemudaan, gedung KNPI ditawarkan oleh Pak Bupati untuk direlokasi di beberapa tenpat dan ini sebetulnya sudah mulai disampaikan dalam beberapa pertemuan yang bersifat informal termasuk dengan para ketua / pengurus periode sebelumnya. Pada intinya mereka sih mendukung asal untuk kepentingan yang lebih luas dan tentunya tempat yang baru untuk KNPI yang pemda Kuningan tawarkan pasti di lokasi yang strategis.

Jadi kepada sdr. Sadam yang saya baca sangat keras sekali bahasanya cobalah tabayun dulu dengan pemda Kab Kuningan karena pasti semua untuk kebaikan dan kemajuan Kab Kuningan ke depannya.

Ayuningtyas Widari Ramdhaniar,S.I.A.,M.Kesos

đź“šAlumni S2 Kesejahteraan Sosial & Otonomi Daerah Universitas Indonesia