Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Kali ini saya teringat kembali mata kuliah S2 saya tentang teori kebutuhan Maslow. kenapa inget? karena ternyata penting banget buat dimengerti biar inget seinget2nya. dan setelah saya baca-baca lagi sambil melihat kedalam diri saya sendiri serta melihat kedalam diri anak saya, Tuan Putri Arsyila, kemudian saya terbengong dan merasa punya PR lagi nih karena harus make sure Tuan Putri mendapatkan semua yang dasar-dasar itu, agar bisa segera mencapai puncaknya. ya maklum aja, Saya bukan hanya menjadi seorang ibu buat Tuan Putri tapi juga seorang Bapak, seorang guru, seorang sahabat, seorang teman, seseorang yang paling ia andalkan dalam hidupnya. Jika saya tidak memahami benar-benar teori ini maka saya bisa menyesal seumur hidup.

yuk kita liat gambarnya,

maslow

7

Teori hierarki kebutuhan Maslow adalah teori yang diungkapkan oleh Abraham Maslow. Ia beranggapan bahwa kebutuhan-kebutuhan di tingkat rendah harus terpenuhi atau paling tidak cukup terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan-kebutuhan di tingkat lebih tinggi menjadi hal yang memotivasi.[1]

Konsep Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Konsep hierarki kebutuhan dasar ini bermula ketika Maslow melakukan observasi terhadap perilaku monyet.[2] Berdasarkan pengamatannya, didapatkan kesimpulan bahwa beberapa kebutuhan lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan yang lain.[2] Contohnya jika individu merasa haus, maka individu akan cenderung untuk mencoba memuaskan dahaga.[2] Individu dapat hidup tanpa makanan selama berminggu-minggu.[2] Tetapi tanpa air, individu hanya dapat hidup selama beberapa hari saja karena kebutuhan akan air lebih kuat daripada kebutuhan akan makan.[2]

Kebutuhan-kebutuhan ini sering disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan.[1] Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu : kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri[2] Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya.[3] Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya.[3] Menurut Maslow, pemuasan berbagai kebutuhan tersebut didorong oleh dua kekuatan yakni motivasi kekurangan (deficiency motivation) dan motivasi perkembangan (growth motivation).[4] Motivasi kekurangan bertujuan untuk mengatasi masalah ketegangan manusia karena berbagai kekurangan yang ada.[4] Sedangkan motivasi pertumbuhan didasarkan atas kapasitas setiap manusia untuk tumbuh dan berkembang.[4] Kapasitas tersebut merupakan pembawaan dari setiap manusia.[4]

Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Kebutuhan paling dasar pada setiap orang adalah kebutuhan fisiologis yakni kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.[1][5] Kebutuhan-kebutuhan itu seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, tidur dan oksigen (sandang, pangan, papan).[5] Kebutuhan-kebutuhan fisiologis adalah potensi paling dasar dan besar bagi semua pemenuhan kebutuhan di atasnya.[1]Manusia yang lapar akan selalu termotivasi untuk makan, bukan untuk mencari teman atau dihargai.[1] Manusia akan mengabaikan atau menekan dulu semua kebutuhan lain sampai kebutuhan fisiologisnya itu terpuaskan.[1] Di masyarakat yang sudah mapan, kebutuhan untuk memuaskan rasa lapar adalah sebuah gaya hidup.[1] Mereka biasanya sudah memiliki cukup makanan, tetapi ketika mereka berkata lapar maka yang sebenarnya mereka pikirkan adalah citarasa makanan yang hendak dipilih, bukan rasa lapar yang dirasakannya.[1] Seseorang yang sungguh-sungguh lapar tidak akan terlalu peduli dengan rasa, bau, temperatur ataupun teksturmakanan.

Kebutuhan fisiologis berbeda dari kebutuhan-kebutuhan lain dalam dua hal.[1] Pertama, kebutuhan fisiologis adalah satu-satunya kebutuhan yang bisa terpuaskan sepenuhnya atau minimal bisa diatasi.[1] Manusia dapat merasakan cukup dalam aktivitas makan sehingga pada titik ini, daya penggerak untuk makan akan hilang.[1] Bagi seseorang yang baru saja menyelesaikan sebuah santapan besar, dan kemudian membayangkan sebuah makanan lagi sudah cukup untuk membuatnya mual.[1] Kedua, yang khas dalam kebutuhan fisiologis adalah hakikat pengulangannya.[1] Setelah manusia makan, mereka akhirnya akan menjadi lapar lagi dan akan terus menerus mencari makanan dan air lagi.[1] Sementara kebutuhan di tingkatan yang lebih tinggi tidak terus menerus muncul.[1] Sebagai contoh, seseorang yang minimal terpenuhi sebagian kebutuhan mereka untuk dicintai dan dihargai akan tetap merasa yakin bahwa mereka dapat mempertahankan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut tanpa harus mencari-carinya lagi.[1]

Kebutuhan Akan Rasa Aman (Safety/Security Needs)

Setelah kebutuhan-kebutuhan fisiologis terpuaskan secukupnya, muncullah apa yang disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman.[5] Kebutuhan-kebutuhan akan rasa aman ini diantaranya adalah rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari daya-daya mengancam seperti kriminalitas, perang, terorisme, penyakit, takut, cemas, bahaya, kerusuhan dan bencana alam.[1] Serta kebutuhan secara psikis yang mengancam kondisi kejiwaan seperti tidak diejek, tidak direndahkan, tidak stres, dan lain sebagainya. Kebutuhan akan rasa aman berbeda dari kebutuhan fisiologis karena kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi secara total.[1] Manusia tidak pernah dapat dilindungi sepenuhnya dari ancaman-ancaman meteor, kebakaran, banjir atau perilaku berbahaya orang lain.

Menurut Maslow, orang-orang yang tidak aman akan bertingkah laku sama seperti anak-anak yang tidak aman.[5] Mereka akan bertingkah laku seakan-akan selalu dalam keadaan terancam besar.[5] Seseorang yang tidak aman memiliki kebutuhan akan keteraturan dan stabilitas secara berelebihan serta akan berusaha keras menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak diharapkannya.[5]

Kebutuhan Akan Rasa Memiliki Dan Kasih Sayang (Social Needs)

Jika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan akan rasa aman telah terpenuhi, maka muncullah kebutuhan akan cinta, kasih sayang dan rasa memiliki-dimiliki.[5] Kebutuhan-kebutuhan ini meliputi dorongan untuk dibutuhkan oleh orang lain agar ia dianggap sebagai warga komunitas sosialnya. Bentuk akan pemenuhan kebutuhan ini seperti bersahabat, keinginan memiliki pasangan dan keturunan, kebutuhan untuk dekat pada keluarga dan kebutuhan antarpribadi seperti kebutuhan untuk memberi dan menerima cinta.[5][1] Seseorang yang kebutuhan cintanya sudah relatif terpenuhi sejak kanak-kanak tidak akan merasa panik saat menolak cinta.[1] Ia akan memiliki keyakinan besar bahwa dirinya akan diterima orang-orang yang memang penting bagi dirinya.[1] Ketika ada orang lain menolak dirinya, ia tidak akan merasa hancur.[1] Bagi Maslow, cinta menyangkut suatu hubungan sehat dan penuh kasih mesra antara dua orang, termasuk sikap saling percaya.[5] Sering kali cinta menjadi rusak jika salah satu pihak merasa takut jika kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahannya.[5] Maslow juga mengatakan bahwa kebutuhan akan cinta meliputi cinta yang memberi dan cinta yang menerima.[5] Kita harus memahami cinta, harus mampu mengajarkannya, menciptakannya dan meramalkannya.[5] Jika tidak, dunia akan hanyut ke dalam gelombang permusuhan dan kebencian.[5]

Kebutuhan Akan Penghargaan (Esteem Needs)

Setelah kebutuhan dicintai dan dimiliki tercukupi, selanjutnya manusia akan bebas untuk mengejar kebutuhan egonya atas keinginan untuk berprestasi dan memiliki prestise.[1] Maslow menemukan bahwa setiap orang yang memiliki dua kategori mengenai kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan lebih tinggi.[2] Kebutuhan yang rendah adalah kebutuhan untuk menghormati orang lain, kebutuhan akan status, ketenaran, kemuliaan, pengakuan, perhatian, reputasi, apresiasi, martabat, bahkan dominasi.[2] Kebutuhan yang tinggi adalah kebutuhan akan harga diri termasuk perasaan, keyakinan, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian dan kebebasan.[2] Sekali manusia dapat memenuhi kebutuhan untuk dihargai, mereka sudah siap untuk memasuki gerbang aktualisasi diri, kebutuhan tertinggi yang ditemukan Maslow.[1]

Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (Self-actualization Needs)

Tingkatan terakhir dari kebutuhan dasar Maslow adalah aktualisasi diri, yaitu kebutuhan untuk membuktikan dan menunjukan dirinya kepada orang lain.[2] Pada tahap ini, seseorang mengembangkan semaksimal mungkin segala potensi yang dimilikinya. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan, tetapi melibatkan keinginan yang terus menerus untuk memenuhi potensi.[2] Maslow melukiskan kebutuhan ini sebagai hasrat untuk semakin menjadi diri sepenuh kemampuannya sendiri, menjadi apa saja menurut kemampuannya.[5] Awalnya Maslow berasumsi bahwa kebutuhan untuk aktualisasi diri langsung muncul setelah kebutuhan untuk dihargai terpenuhi.[1] Akan tetapi selama tahun 1960-an, ia menyadari bahwa banyak anak muda di [Brandeis]] memiliki pemenuhan yang cukup terhadap kebutuhan-kebutuhan lebih rendah seperti reputasi dan harga diri, tetapi mereka belum juga bisa mencapai aktualisasi diri.[1]

Nah, dari tulisan diatas temen-temen bisa kebayang kan bagaimana kalau kita tidak memahami konsep ini dalam hidup. Memang ada yang bilang bahwa hidup bukan hanya sebatas teori, tapi tanpa teori kita gak bisa bersikap cerdas dalam hidup loh. Kita jadi sulit memahami orang lain bahkan sulit memahami diri sendiri. Banyak disekitar kita yang usianya sudah tua tapi gak ada habisnya cari kasih sayang orang-orang disekitarnya atau perhatian orang lain. Yahhh hal tersebut terjadi karena kebutuhan dasar orang tersebut tidak atau belum terpenuhi, sehingga Jika ada orang yang sudah mencapai pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya untuk memuaskan berbagai kebutuhan tersebut. Ia didorong oleh kekuatan yaitu motivasi kekurangan (deficiency motivation) yang bertujuan untuk mengatasi masalah ketegangan pada diri orang tersebut karena berbagai kekurangan yang ada.

Nah, kalau sudah seperti ini, kita jadi bisa memahami orang-orang disekitar kita dan tahu bagaimana harus menghadapi mereka kannn… seru sih belajar tentang psikologis manusia itu.

Tyastar shining you always

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z (Indonesia)Feist, Jess; Gregory J. Feist (2010). Teori Kepribadian : Theories of Personality. Salemba Humanika. hlm. 331. ISBN 978-602-8555-18-0.
  2. ^ a b c d e f g h i j k Rahmat Hidayat, Deden (2011). Zaenudin A. Naufal, editor. Teori dan Aplikasi Psikologi Kepribadian dalam Konseling. Ghalia Indonesia. hlmn. 165–166. ISBN 978-979-450-654-7.
  3. ^ a b (Inggris)Plotnik, Rod; Haig Kouyoumdjian (2014). Introduction to Psychology, 10th Edition. Wadsworth. hlm. 332. ISBN 978-1-133-94349-5.
  4. ^ a b c d Hartiah Haroen, editor (2008). Teknik Prosedural Keperwatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Salemba Humanika. hlm. 2. ISBN 978-979-3027-53-1.
  5. ^ a b c d e f g h i j k l m n G. Goble, Frank (1987). A. Supratiknya, editor. Mazhab Ketiga, Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Kanisius. hlm. 71.

Lakukan semua hal dengan CINTA

PicsArt_01-21-11.36.15

Kalau Anda mempunyai mimpi besar menjadi ini dan itu sungguh itu sangat baik, tapi tahukah Anda bahwa semua mimpi Anda membutuhkan proses? dan proses tersebut membutuhkan pengorbanan bahkan mungkin beberapa hal yang kita lakukan awalnya tidak kita minati atau pikirkan akan melakukan hal tersebut.

namun jika Anda sudah memiliki CINTA yang besar dari dalam diri Anda yang selalu tumbuh dari kecil untuk MENCINTAI apapun disekitar kita bahkan siapapun tanpa pandang kelas maka Anda akan lebih cepat dan mudah mencapai apa yang Anda inginkan.

memiliki rasa CINTA yang besar itu tidak dibangun dalam waktu 1 malam atau 1 tahun, tapi proses bertahun tahun, dan keluarga adalah sumber utamanya. Menanamkan rassa cinta kepada anak dari kecil untuk mau berbagi dan merasakan apa yang orang lain rasakan itu akan membentuk anak mudah menerima dan mencintai apapun pekerjaan yang akan dilakukan, mereka akan lebih  mudah berpikiran positive dan meyakini bahwa Allah lah Maha Mengetahui dan Mengatur segalanya sehingga meyakini bahwa itu hal terbaik baginya.

sehingga pada saat benar-benar kita mendapatkan amanah untuk melakukan hal yang besar kita akan  melakukannya pakai HATI bukan hanya logika atau hitung-hitungan.

percayalah bahwa kebaikan, kemurnian hati kita pada sekitar kita akan membawa kita kejalan yang akan kita tuju (the end of beginning). Allah Maha Adil dan Mengetahui, jadi jika kita bisa melakukan banyak hal dengan tulus menggunakan RASA CINTA dan KASIH untuk hal-hal kecil disekitar kita itulah yang akan membawa kita pada kesuksesan yang lebih besar. Dan hal ini jarang diperhatikan oleh kebanyakan orang loh.

Padahal jika kita dengan tulus membersihkan minimal ruangan kerja kita sendiri, mempercantik ruangan kerja, membantu atasan atau teman-teman menata ruangan kerjanya, mengucapkan selamat pada setiap prestasi, selalu berkata maaf dengan mudah jika melakukan kesalahan, mudah mengucapkan kata tolong, dan kita selalu berterima kasih pada apapun yang orang lain lakukan meskipun itu kewajibannya. Semua hal tersebut adalah added value bagi diri kita.

jadi, jika sekarang temen-temen masih merasa tidak dianggap didunia kerja atau organisasi coba pikirkan kembali apa yang sudah Anda berikan pada sekitar anda, pada pekerjaan / perusahaan / organisasi Anda, bahkan pada diri Anda sendiri. karena memberikan cinta pada diri sendiri itu wajib. Karena jika tidak mampu mencintai diri sendiri bagaimana bisa bertanggung jawab mencintai orang lain, mencintai pekerjaannya, mencintai perusahannya, organisasinya.

So, mulailah melakukan hal-hal kecil untuk diri Anda kepada apapun yang bisa Anda lakukan karena sesungguhnya apa yang Anda lakukan kepada orang lain bukanlah untuk orang itu tapi untuk diri Anda sendiri loh. Berikan CINTA TERBAIK pada setiap apapun yang Anda lakukan.

See you on the top 😉

Tyastar Shining you always

21 Januari 2018 – 1:13 PM

Find ur own passion

Dalam proses perkembangan hidup kita dari sejak sekolah sampai bekerja, kita akan selalu dihadapkan dengan hal-hal yang harus dilakukan, mulai dari ekstra kurikuler (ekskul), mata pelajaran, mata kuliah, hingga akhirnya masuklah ke dunia kerja. dimana dunia kerja ini bisa dikatakan kehidupan yang sesungguhnya, proses learning by doing untuk menuntun kita menjadi expert dalam bidang tertentu.

seringkali banyak orang yang bekerja tidak sesuai dengan passion mereka, terpaksa melakukan sesuatu yang penting kerja. tapi tahukan Anda bahwa sebesar apapun gaji Anda ditempat itu jika itu bukan passion Anda, maka Anda pasti akan merasa cepat jenuh, sakit, bahkan stress.

lalu bagaimana caranya kita menemukan dan mengetahui bahkan yakin bahwa inilah passion kita. Menurut www.youthmanual.com ada 7 cara menemukan passion kita:

1. Tanya ke diri sendiri: apa hal yang paling kamu sukai banget? Pake banget, lho, ya!

Apakah kamu punya hobi atau sesuatu yang sangat suka kamu lakukan dari kecil, tapi belum kepikiran untuk “diseriusin”? Entah itu baca komik, mengoleksi barang tertentu, atau apa pun. Asal tau aja, hari gini, apapun bisa dijadikan mata penghasilan, lho. Kalau kamu suka komik, kamu bisa buka online shop atau workshop komik profesional, misalnya.

kalau saya dari kecil paling suka pake banget adalah dunia yang berhubungan dengan manusia, walau sebenarnya saya pemalu tapi saya dari kecil sering hampir setiap hari bicara di depan kaca loh sejak SD dan sampai benar-benar mengantuk nguap-nguap baru tidur hehehe, unik kann selain itu saya juga sering menyanyi depan kaca pakai pegang mic nya bedak atau apapun bahkan remote tv hhehehe, jadi intinya dari kecil saya suka dunia entertain dan sosial. karena kalau di depan kaca saya acting menjadi apapun peran di dunia ini hahaha… jadi ngakak sendiri nulisnya sambil inget zaman SD lohhhh, tapi terbukti sekarang selama berproses saya mendapatkan semua itu yang saya pikirkan sejak kecil. saya selalu diminta jadi artis aja atau penyanyi tapi saya gak mau, karena saya mau terkenal dengan cara lain tapi kemampuan entertain tetep harus melekat pada saya, memang selain darah keturunan seni juga dan politik yaaa.

2. Tanya lagi ke diri sendiri: saat baca-baca berita atau artikel, topik-topik apa yang paling kamu suka?

Biasanya, kalau kita punya minat terhadap sesuatu, kita pasti akan semangat ngulik tentang hal tersebut, misalnya dengan mencari berita, buku atau majalah yang berkaitan dengan hal tersebut, atau bahkan meng-Google-nya berjam-jam. Kalau kamu memang selalu tertarik ngulik sebuah topik tertentu, mungkin topik itulah passionkamu, dan kamu bisa menggali kemungkinan-kemungkinan karir dari situ.

seperti saya misalnya, saya selalu mau belajar tentang semua hal, tapi kebanyakan yang saya google adalah tentang negara sih misal ketika saya staff ahli anggota DPR RI saya harus tahu semua hal secara acak dan saya susun sndiri dikepala saya. saya juga mencari tahu semua hal yang berkaitan dengan ilmu kuliah saya yah gak jauh dari dunia sosial dan politik. tapi disisi lain yang saya sering google juga tentang pariwisata dunia perhotelan, service dan lain-lain. Salah satu mimpi saya pengen banget punya hotel bintang 5 di Indonesia. hehehe… boleh kali mimpi kan gratis…

3. Corat-coret dan brainstorm

Masih nggak kepikiran juga, apa passion kamu untuk dijadikan profesi? Coba ambil kertas dan alat tulis, trus tulis apapun ide yang terlintas di pikiran. Lihat juga sekeliling kamu, kumpulkan ide, lalu tuangkan di kertas. Pokoknya tulis dulu aja semuanya. Nanti baru kamu nilai kembali hasil coret-coretan tersebut.

4. Bertanya dan berbagi dengan orang lain

Kamu juga bisa tanya-tanya kepada orang-orang terdekat—keluarga ataupun teman—apa passion mereka dan bagaimana mereka dulu menemukannya.

Kalau ini saya tidak punya tempat untuk bertanya secara spesifik, karena keadaan tapi saya mempelajarinya dan bertanya pada orang-orang siapapun yang saya anggap amazing bisa mencapai jabatan tertentu atau pekerjaan mereka apapun itu. saya belajar secara emosional mereka jadi saya mengerti psikologis mereka dan bisa saya koreksi pada diri saya apa yang benar-benar saya inginkan.

5. Coba dulu

Kalau merasa sudah tahu passion kamu apa dan ingin menjadikannya karir full-time, coba di-tes dulu. Misalnya kamu ingin jadi fotografer, maka lakukanlah secara iseng-iseng sebagai pekerjaan sampingan. Jangan langsung heboh, apalagi sampai meninggalkan semua aktivitas lain dan berinvestasi membeli semua perlengkapannya. Kalau sudah dijalani berbulan-bulan dan kamu masih betah, berarti minat kamu memang fotografi dan sanggup menjadikannya sebagai profesi.

kalau saya ini bener-bener udah uji coba dari sejak kuliah. banyak orang yang langsung bekerja dan sampe puluhan tahun, kalau saya benar-benar berproses ganti-ganti profesi sampai menemukan yang bener-bener passion saya. dan semua itu saya rangkum harus ada dunia yang berhubungan dengan orang (baik secara psikologis maupun bisnis), tidak selalu dibalik meja, tidak harus menunggu perintah, ada kesempatan untuk berinovasi dan keterlibatan dalam menjalankannya, ada kesempatan untuk bisa sharing ilmu (ngajar) dan gak harus secara formal bisa informal, berhubungan dengan pleasure, event, tapi juga terstruktur, ada jalur-jalur politik, dampak dari yang saya lakukan akan berhubungan dengan orang banyak manfaatnya, dan lain-lain pokonya.

6. Riset, riset, riset

Riset dan kumpulkan info tentang bidang yang kamu minati seeebanyak mungkin. Jangan cepat puas, dan jangan menjadikan para amatir sebagai tolak ukur diri kamu! #galak.  Ingat, you’re going professional, lho…

7. Terus coba dan jangan menyerah

Jangan berhenti latihan dan mempertajam skill kamu, serta jangan cepat menyerah meski ada banyak tantangan. Misalnya, kalau kamu iseng-iseng buka online shop dan ternyata harus menghadapi berbagai problem—mulai dari kerepotan mengatur keuangan sampai menghadapi pelanggan galak—jangan nyerah! Lagian, kalau passionkamu memang di berjualan, kamu emang nggak akan nyerah juga, sih…

Itulah beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengubah hobi sederhana kamu menjadi pekerjaan yang profesional. Sudah siap?

PicsArt_01-21-11.30.36

see you on the top guys…

Tyastar Shining you Always

21 Januari 2018 – 12.44 PM

Hal menarik yg aku sadari dalam DIAM ku ini adalah trnyt aku mulai kembali menulis lagi seperti aku remaja dulu dan itu bagus sih.

Jadi gak semua hal yg d pendam dlm hati itu jadi sia2 loh, bisa aja kita kemas dlm bentuk lagu, puisi, cerita, dan lain2.

Ini sih ada sesuatu yg beda yaaa entah dr mana mulainya sy ga pernah tau kapan mulainya. Atau entah bgmn pula sy mampu menahan rasa ini.

Kata org rindu itu indah, tapi bagiku ini menyiksa… krn blm tentu org yg d rindukan itu tahu… 😣😏

Bahagia dengan sederhana

Jam digambar tsb adalah tepat disaat saya sampai rumah setelah pulang kerja. Kenapa saya foto? Krn ini adlh pertama kalinya saya tdk merasa mengantuk saat menyetir pulang ke rumah.

Hati ini bahagia, ringan, ceria, dan pikiran tak henti mengingat apa yg membuatku seperti ini.

Ya… itulah pendongkrak semangat dan kebahagiaan saya. Setiap org pasti punya apa itu katalisator mereka.

Dukungan org2 sekitar itu sangat penting loh untuk menjaga rytme semangat kerja kita…

Terima kasih seberkas matahari pada hari ini dengan izin NYA aku merasakan sangat bersemangat dan bahagia….

Semoga temen2 jg segera bs cepat merasakan hal2 yg membuat semangat ditempat kalian tempati.

“Seberkas matahari kan pergi

Hanya tinggal senja dan pelangi

Walau malam sudah menanti

Tahukah bahwa kau selalu dihati”

@tehtyastar

Good night,

Saya lbh nyaman org lain tidak terlalu mengenal saya, biarlah semua berjarak krn saat mereka sangat mengenal saya jika yg baik mrk akan lebih dekat pdku tp jika ada yg pny niat terselubung pasti mencari kesalahan dan kekurangan saya.

Saya ga peduli saat org lain menilai semua hal yg tidak baik krn disaat itulah kesempatan saya untuk belajar dan berkembang.

Tapi saya peduli saat org lain melihat kebaikan yg ada pada diri saya, krn disaat itulah amanah yg harus saya emban dan saya jaga… disitulah saya bersujud pada NYA pada pemilik diri ini bahwa sy memohon pertolongan atas semua titipan Allah ini agar saya amanah dan mampu menjadi sinar bagi mereka dan semakin besar lagi sinarnya, menjadi manfaat bagi sebanyak umatNYA.

Tidak ada yg abadi, oleh karena itu diwaktu terbatas ini saya berharap agar saya bisa menginspirasi org lain. Dan hidup adalah proses belajar. Belajar yang tdk pernah berakhir sampai akhir hayat.

Semakin saya belajar semakin saya merasa bodoh… karena itu saya adalah bagian kecil dr kehidupan ini yang terus belajar sampai Allah memanggilku.

-Jakarta, 11 Januari 2018-

Putri Duyung Ancol

Rasa

Saat senja hampir datang tak ada kata yang mampu menggambarkan rasa itu. Rasa yang membuat hati bergetar, tapi sekuat hati ku melawan agar menjadi datar.

Rasa yang membuat wajah ini tersenyum bahagia, entah karena grogi, bahagia, bingung, nyaman.

Rasanya saat itu ingin kuhentikan waktu. Agar rasa itu lebih lama lagi aku rasakan. Tapi waktu memang bukan teman setia….

Senja berlalu dan ceritapun berakhir…

Semoga rasa ini juga akan hilang dengan sendirinya, tanpa perlu mengingat bahwa senja itu membahagiakanku.

Banyak orang merasa pintar, tp sedikit orang yang mampu MERASA.

-Jakarta, 11 Januari 2018-

09.14 AM