Filosofi Bebek 💏

image

Tau gak filosofi yang dapat diambil dari seekor bebek? Selain semua orang tau ya kalau bebek itu apa…  Unggas yang sangat lezat bila digoreng, dipanggang, maupun di buat masakan lainnya.  Nah bebek adalah binatang jenis unggas dalam keluarga Animalia. Anatomi bebek adalah berciri yakni berparuh lonjong melebar dan pipih. Bentuk kakinya menyerupai ayam tetapi terdapat selaput diantara jari-jari kakinya yang digunakan untuk mengayuh / berenang cepat dalam air. Bulu pada bebek di rancang khusus agar tidak mudah basah oleh air karena terdapat satu lapisan seperti minyak yang melapisi seluruh permukaan bulu bebek. Minyak yang melapisi bulu bebek tersebut di hasilkan oleh suatu kelenjar minyak yang terdapat pada ekor di sekitar kloaka bebek.

Bebek adalah binatang penyabar, hewan yang sangat mampu bersosialisasi tidak memandang umur, jabatan, atau asal usul mereka dalam satu kelompok yang bagaikan peleton pasukan yakni saya menyebutnya pasukan bebek. Meskipun bebek adalah hewan dengan tingkat kecerdasan tidak melebihi seekor anjing yang mudah dilatih, bebek ternyata masih mempunyai naluri untuk tanggap dengan lingkungannya dan untuk bertahan hidup serta saling menyayangi.

Seringkali kita terbiasa mendengar istilah “cuek bebek” yang terkadang kita artikan dengan suatu sikap tidak peduli pada lingkungan. Tetapi jika ditelaah lagi, sikap cuek pada bebek memiliki suatu persamaan karena bebek memang hewan penyabar, dan oleh karena kesabarannya saya menyebutnya cuek bebek. Terkadang dengan kecuekannya si bebek dengan santainya menyeberang jalan yang padat kendaraannya, seringkali manusia menjadi sebal dan marah karena jalannya dihadang oleh sekelompok bebek cuek dan seringkali ada yang tidak peduli dengan seenaknya mengelakson bahkan menerobos, menginjak gerombolan bebek tersebut. Maklumlah… namanya saja hewan, dimana Manusia pasti lebih mengerti situasi dan kondisi dari pada bebek-bebek itu.

Dalam refleksi ini saya ingin menyampaikan bahwa kita sebagai Manusia yang paling teristimewa di bumi semestinya kita belajar bersabar, tidak mengeluarkan amarah terhadap situasi dan kondisi yang sepeleh, serta kita tidak boleh secuek bebek itu, semestinya harus tanggap terhadap lingkungan dengan sikap sabar dan pikiran positif.

Berusahalah selalu belajar berpikir positif untuk kebaikan jiwa dan raga kita sendiri maupun orang-orang di sekitar kita.

Ini adalah sebuah refleksi agar kita dapat terus belajar dan memperbaiki diri menjadi orang yang lebih baik di lingkungan kita. Mulailah dari diri kita sendiri.

image

image

image

image

Pertama kali tau filosofi bahwa bebek itu setia lwt TV nonton barengan sm bebek satunya hihihi…. langsung aksi toast dan berkata, “yey…bebek…” and u know what the next lah ya…

image

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s