Proses recruitment partai punya andil besar untuk menentukan kualitas pemimpin Bangsa !!!πŸ˜‡

Prihatin liat partai2 yg kurang menyeleksi kadernya… kalo artisnya macam Dessy Ratnasari, Adjie Masaid, Tantowi Yahya, Wanda Hamidah, ya mrk kualitas lah ya… Agnes Monica aja yg ga nyaleg masih masuk akal kl nyaleg pinter loh dia… namanya jg bagus… karyanya ada…

Lah kl modelnya yg kurang mengajarkan performance yg baik pd masy kok ya maju sih… Demokrasi udh keblinger… mau diajarin apa masyarakat? Jd model sexy semua? Salah satu calon presiden aja ada tuh yg pas d tny soal Nasionalisme gelagapan… itu kelasnya dia namanya baik, dan notabene pinter… tp ttp Nasionalismenya kurang krn isi kepalanya bisnis… apalg org tsb…. organisasi aja gak pernah…

Gw aja di paksa nyaleg tahun ini di 2 tempat Jakarta 8 dan/atau Kuningan 2 gak mauuu karena malu belum punya karya dan memberikan apa2 thdp Negara ini walau udh jungkir balik sm organisasi smp skrg.
Bukan apa2 kasian org yg tsb itu dan nama partainya juga kali…. 😏😎 emang sih orang beda2 tp kan Tuhan sama2 kasih pikiran dan hati biar bs mikir dan merasakan…. pertanyaannya mau dipakai apa enggak??

View on Path

Surat dari Vita Sinaga Hutagalung untuk Ibu Negara Republik Indonesia Ani Yudhoyono

OkeJoss.com – Ibu Negara Republik Indonesia Ani Yudhoyono kembali menjadi sorotan di media online setelah seorang korban Gunung Sinabung menulis surat terbuka melalui situs Kompasiana. Tulisan yang awalnya ada di http://politik.kompasiana.com/2014/01/19/instagram-untuk-ani-yudhoyono-dari-vita-sinaga-hutagalung-korban-sinabung-628903.html saat ini sudah tidak bisa diakses lagi karena postingan tersebut sudah dihapus oleh pihak Kompasiana.

Redaksi OkeJoss masih memiliki salinan copy tulisan tersebut dan bagi anda yang ingin membaca, silahkan membaca surat terbuka Vita Sinaga untuk Ibu Ani Yudhoyono yang memang sedikit ketus di sosial media berikut ini

Instagram untuk Ani Yudhoyono dari Vita Sinaga-Hutagalung Korban Sinabung

Yth. Ibu Ani Yudhoyono, nama sahaya Vita Sinaga-Hutagalung, satu dari puluhan ribu korban letusan Gunung Sinabung yang letaknya di Sumatera, bukan di Jogjakarta atau Magelang. Sahaya ingin sekali menuliskan dan melukiskan Sinabung lewat jepreten tustel seperti Ibu Ani lewat telegram, eh, Instagram. Atau melukiskan keindahan derita Sinabung dengan mengabadikan jepretan kamera dan menampilkan di Instagram. Namun, apa daya. Kami para pengungsi tak memiliki apa-apa lagi.

Ibu Ani yang cantik jelita bulat mukanya, surat ini sahaya tuliskan menjelang kedatangan Bapak Susilo Bambang Yudhonono – suami dan presiden Ibu Ani ke Tanah Karo. Sahaya dengar dan yakin Ibu Ani sangat berperan menentukan kebijakan negara Indonesia, sama halnya para koruptor yang selalu disetujui dan didukung oleh para isteri mereka. Sahaya dengar dari wartawan yang selalu datang ke mari selama enam bulan ini, bahwa Ibu Ani aktif sekali di dunia maya ya Ibu Ani. Kata para wartawan Ibu Ani hobby sekali main Instagram, Twitter dan Facebook.
Ibu Ani yang cantik bulat menarik hati, katanya Ibu bahkan senang sekali mengabadikan apapun. Bahkan bisa juga Ibu Ani ribet mengurus Instagram dan main tustel. Itu adalah aktivitas sangat positif sebagai Ibu Negara. Aktivitas Ibu Ani bermanfaat untuk bangsa dan negara Indonesia. Di situlah kedekatan rakyat sampah jelata dengan para pejabat dan istri pejabat tinggi yang menjulang ke langit ketujuh dapat terjembatani.

Ibu Ani, dengan aktivitas Ibu Ani di Istagram, maka kami sebagai korban Gunung Berapi Sinabung telah tertolong. Dengan melihat kebahagiaan Ibu Ani, Anissa Pohan – yang menjuluki Ibu Ani sebagai mertua terbaik di dunia dan akhirat, cucu-cucu yang cantik dan gagah menarik, Ibas yang berenang dengan baju mau menyelam padahal di kolam renang dangkal, lalu ke pantai dengan memakai batik resmi, itu pertunjukan yang mampu memberikan kebahagiaan buat kami.

Ibu Ani, kami para pengungsi tak membutuhkan apapun selain gambar-gambar di Instagram. Kami tak butuh tanah pertanian yang telah rusak untuk direhabilitasi. Kami tak butuh makanan. Kami tak butuh obat-obatan. Kami tak butuh selimut. Kami tak butuh pembalut wanita. Kami tak butuh pakaian. Kami tak butuh tempat tinggal karena tempat tinggal kami ya di 59 tempat pengungsian selama enam bulan ini. Kami pun tak butuh apa-apa selain melihat dan menonton foto-foto kebahagiaan Ibu Ani sekeluarga melalui Instagram. Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan kami.

Ibu Ani yang cantik jelita dengan muka bulat sempurna. Dari muka Ibu kami tahu Ibu adalah orang paling baik di Bumi, Langit dan Surga nanti. Untuk itu, kami sebagai warga negara merasa puas dan senang berbagi melihat kebahagiaan keluarga Ibu Ani. Sementara di pengungsian ini, kami selama enam bulan, merasakan kurang makan, kurang tidur, kurang nyaman dan kurang kebahagiaan – namun sekali lagi, melihat kebahagiaan keluarga Presiden RI, kami sudah kenyang dan berbahagia. Sudah selayaknya sahaya dan rakyat melayani pejabat dan orang besar serta penguasa. Maka, biarkanlah kami di Tanah Karo dan Sinabung menikmati pengorbanan sebagai hamba kepada penguasa.

Ibu Ani yang terhormat, bolehlah sahaya pesankan kepada Ibu agar memberi tahu Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono, suami Ibu yang besar badannya itu, untuk (1) jangan menetapkan bencana Sinabung sebagai bencana nasional, agar kami tak mendapatkan bantuan berskala nasional, (2) jangan kami diberi bantuan apapun karena kami bangsa Indonesia dan Batak akan pergi ke saudara-saudara kami untuk mencari kehidupan – itu yang banyak diperhatikan bahwa bangsa Batak memiliki kekuatan sendiri, (3) biarkan kami tetap di pengungsiaan selama-lamanya, (4) jangan Ibu Ani hentikan kegiatan main tustel, kamera standard professional seharga Rp 250 juta, untuk menampilkan foto-foto Ibu Ani, Annisa Pohan – anak koruptor bernama Aulia Pohan – dan juga cucu-cucu dan anak-anak tercinta, karena foto-foto Instagram Ibu Ani adalah kebahagiaan bagi kami semua: warga pengungsi yang tak memiliki apa-apa selain air mata.

Ibu Ani yang terhormat, demikian surat Instagram kami. Karena kami tak tahu Istagram itu apa maka mohon maaf yang sahaya tahu adalah telegram di kampung kami dulu. Sahaya pikir dengan menulis Instagram ini, yakni istagram tanpa foto karena tak memiliki tustel, maka pesan yang sahaya sampaikan rasanya sampai. Kami warga korban gunung berapi hanya membutuhkan gambar-gambar yang indah hasil jepretan Ibu Ani di Instagram. Kami di pengungisan sudah puas dan bahagia meskipun kami sakit, kurang makan, kurang pakain, tak memiliki tempat bekerja karena pertanian kami hancur, anak-anak mahasiswa kami sebanyak 25,000 terancam tak bisa bayar uang kuliah dan makan, namun itu semua tak penting. Yang penting kami menonton foto-foto Instagram Ibu Ani sekeluarga yang berbahagia. Itulah rentetan nestapa duka derita sengsara kami selama enam bulan letusan Gunung Sinabung paling dalam yang Ibu tak pernah pikirkan – sama dengan suamimu dan para menteri yang sibuk nyaleg lagi.

Salam bahagia ala saya Ibu Ani Yudhoyono yang cantik jelita bulat sempurna.

Revisi penyaluran bantuan banjir DKI Jakarta
————
Selamat malam,,, teman-teman saya yang selalu diberkahi Allah SWT, Tuhan YME…
Diberitahukan perubahan jadwal dari AMPI DKI yang tadinya akan dilaksanakan Besok pukul 11 siang, ada perubahan menjadi : Sabtu, 25 January 2013 dari pukul 08.00 wib.
Kami akan berangkat dari Cikini.

Bantuan akan disalurka ke daerah Petamburan, Tanjung Priok, dan Kedoya Selatan.

Maka bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan apapun bentuknya masih dapat kami tunggu.

Dapat menghubungi saya secara langsung yah… 081399348145
Terima kasih…
God bless you….

Ayuningtyas Widari R., Amd., SIA
Wk. Ketua Bidang Perempuan & Anak
Kartini AMPI DKI Jakarta

tehtyastar.com ||
@tehtyastar ||
Insta: tehtyastar ||
Shining you always β˜† – with Citra

View on Path

Siang teman-teman saya yang selalu diberkahi Tuhan… Besok pukul 11 siang kami akan menyalurkan bantuan ke daerah Petamburan dan Kedoya Selatan.
Bagi teman-teman yang ingin menyumbangkan dapat contact saya secara langsung yah… 081399348145
Terima kasih…
God bless you….

View on Path

Watching Men of Honor

Film ini zaman sy pertama kali menginjakan kaki di dunia kerja tahun 2006 usia sy 19 tahun saat itu. Berayukur ada ayah angkat saya di Elnusa yg selalu mengajarkan sy ttg Ilmu Sumber Daya Manusia. Bagaimana seharusnya Manusia berpikir ttg dirinya dan dunia sekalipun masalah dihadapinya.

Saya diajak masuk kelas para MT (Management Trainee) angkatannya kak Wisnu, Mba Evie, dll… usia 19 tahun biasanya masih senang bermain dan nongkrong2. Tapi saya melakukan hal lain, yaitu mencari ilmu dan tak berpikir soal uang. Aku hanya ingin ilmu.. belajar dan belajar…

Saya bukan org yg kacang lupa kulit. Jika saya lewat Elnusa, hati ini selalu terenyuh dan tersenyum. Karena darisanalah saya banyak belajar dan menemukan keluarga. Sampai saat ini kalau saya kesana gak mungkin bisa hanya sebentar.

Sampai kapanpun saya berterima kasih kepada; Papi Odang, Papi Heru Samodra, Papi Susetiadi, Om Budi Pabgaribuan, Bu Poety, dan seluruhnya yang ga bisa saya sebutkan. Tapi wajah mereka terbayang dikepala ini.

Dan Papi Odang memberi tahu saya “tonton film Men of Honor”…

Watching Men of Honor

View on Path

Anda tidak perlu menjadi pahlawan bagi dunia, karena jika Anda sdh mampu melindungi orang2 yg Anda kasihi Anda adalah pahlawan terhebat.
Yang harus dilakukan adlh lebih dari sekedar kata-kata, lakukan hal-hal yg menjadi lbh nyata… maka Anda akan merasakan bahwa surga itu tidak jauh…

Lakukan peran masing-masing bgm menjadi seorg ibu, anak, ayah, adik, kakak, pegawai, suami, istri, atau apapun itu… dan dengan siapapun Anda berhadapan… itulah peran yg hrs Anda jalani…

Lakukan apapun dengan cinta, maka Anda akan rasakan bahwa Surga itu dekat…
Good night universe πŸŒŸπŸŒ πŸŒ™πŸŒ›β›ΊπŸŒƒπŸŒŒπŸŒŸ

View on Path

Kadang partai tuh suka aneh… ketika ada masukan demi kebaikan dan kemajuan organisasi malah dibilang bertentangan dan sbg penghalang. Padahal masukannya bener kl mau parpol tsb maju, coba denger deh pelan2 pendapat org yg agak berbeda dr yg lain selama org itu bukan provokator.

Manusia kan diciptakan Tuhan ada magnetnya berasa kok harusnya kl org tsb niat jahat sm niat baik….
Bisa jg sih krn lingkungan parpol itu banyak jg yg pny kepentingan masing2 sehingga negative dan rasa trauma juga waspada jadi lbh besar sehingga saat ada yg tulus ingin memajukan parpol jadi gak keliatan.
Krn org yg pny niat baik gak akan banyak bicara bahkan dia mampu mengakui kesalahannya.
Tp coba liat org yg hatinya gak bersih, ngakuin kesalahan thdp diri sendiri aja gak mau apalg sm org lain… naudzubilah mindzalik deh…

View on Path

Pemimpin negara ini lucu… opss sorry sy sebut penguasa aja deh… boss sm Pemimpin kan beda… yaaah, penguasa negara ini suka sekali curhat ttg mslhnya, pdhal jd bigboss dinegara ini kan pasti banyak masalahnya. Udh mnjd konsekuensi jika banyak yg menyudutkannya, mengkritiknya, tinggal semua kembali k diri masing2 aja… mau koreksi diri atau mau membela diri terus krn merasa benar? πŸ˜ŠπŸ‘Έ

View on Path