Selamat datang di Ketidakpastian

Jika ada orang yang bertanya pada Anda “ apakah hal yang pasti terjadi pada setiap manusia di dunia?” kira-kira jawaban apa yang akan Anda jawab? Tentu saja jawabannya adalah MATI (Kematian), ya iyalah semua manusia yang hidup itu pasti mati donk kembali kepada Sang Pencipta. Lalu kira-kira apa kah masih ada lagi? Kira-kira apakah setiap bayi yang lahir bisa langsung jalan? Bisa langsung bicara? Jadi menurut Anda apakah kalau tidak diajarkan akan bisa begitu saja karena berkeyakinan semua nasib sudah ditentukan Tuhan didalam kandungan? Hellow, yang bener aja, kalau bayi digeletakin gitu aja boro-boro bisa bicara sama jalan, besoknya juga mungkin meninggal dunia kali. Jadi hal pasti apa lagi yang pasti terjadi? Tentu saja jawabannya adalah KETIDAKPASTIAN.

 

Itulah yang akan saya tulis disini, jika semua serba pasti terjadi maka semua orang tua tidak perlu mengajarkan bayinya untuk bicara, berjalan, makan dan lain sebagainya, karena merasa sudah pasti bisa bicara sendiri, sudah pasti bisa jalan dengan sendirinya, dan semua otomatis bisa dengan sendirinya? Oh tidak, serem banget yah kalau sampai itu terjadi.

 

Lantas bagaimana cara menyikapi perubahan tersebut? Adalah dengan cara selalu siap dengan ide-ide baru, mempunyai ciri khas / identitas agar berbeda dari yang lain, konsisten dengan menjadi baik dan benar, dan me-maintanance network kita.

 

SIAP DENGAN IDE BARU

Orang yang selalu mempunyai ide akan selalu dicari oleh orang. Karena orang yang selalu punya ide akan memberikan angin segar pada setiap kondisi yang dibutuhkan. Ide baru identik dengan perubahan, identik dengan sesuatu yang unik, identik dengan sesuatu yang lebih menarik, identik dengan hal-hal yang menyenangkan. Namun, karena sifatnya baru resiko hanya 2: akan menjadi berhasil atau tidak. Namun jika tidak dicoba mana kita akan tahu berhasil atau tidaknya, ya kan? Kalaupun gagal maka gak usah menyesal, segera improvisasi jika sempat saat itu atau pasti kedepan menjadi lebih baik karena pengalaman sendiri.

 

Mempunyai ciri khas / identitas

Orang yang mempunyai ciri khas atau identitas yang khas akan mudah diingat orang dan tentu karena ia berbeda dari yang lain. Hal ini akan membuat orang tersebut menjadi icon, sehingga walaupun perubahan itu terjadi ia akan tetap menjadi icon.

 

Konsisten dengan menjadi baik dan benar

Orang yang menjaga kebaikan dan kebenaran dalam dirinya akan selalu dicari oleh banyak orang karena berteman dengan orang semacam ini terasa nyaman, sehingga jika ada bisnis atau pekerjaan apapun orang lain akan mudah mempercayakannya kepada orang semacam ini. Karena dalam hal apapun saya selalu meyakini bahwa kenyamanan itu penting dan dari situlah timbul kepercayaan yang membuat semua pintu rezeki akan terbuka dengan sendirinya.

 

Maintenance network kita

Hal ini sangat wajib hukumnya, karena jika kita me-maintenance hubungan kita dengan orang-orang disekeliling kita pasti akan muncul teman-teman baru sehingga jaringan pertemanan kita akan semakin kuat dari kelas paling bawah sampai paling atas. Karena bagi saya, saya wajib mempunyai  teman disegala profesi dan keahlian. Bagaimana me-maintance network? Hal ini tidak mudah dilakukan karena basic pertama adalah KETULUSAN… berteman bukan karena ada maunya, tapi memang TULUS berteman, prisip pertama adalah kita bisa membantu jika dibutuhkan bukan sebaliknya kita butuh bantuannya maka kita berteman. Itu salah besar!!!!! Itulah kenapa sampai sekarang saya mempunyai banyak teman, karena KETULUSAN saya untuk membantu bukan malah merepotkan orang tersebut. Hal ini akan menimbulkan komunikasi, sehingga jika ada perubahan kita bahkan bisa prepare dari sebelumnya…

Jadi, pada intinya kehidupan adalah suatu perjalanan yang didalamnya adalah sesuatu yang harus kita gali segala sumber daya yang ada, terutama sumber daya diri sendiri. Karena hidup itu penuh dengan ketidakpastian, dan hal itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna dan bermakna. Karena proses perjalanan yang tidak pasti itu membawa kita mencari jati diri, mencari hal yang pas bagi pribadi kita.

 

Ketidakpastian adalah sesuatu yang PASTI harus kita hadapi karena dengan begitu setiap manusia menjadi lebih bijaksana menyikapi berbagai kesulitan yang dihadapi dan menjadi pribadi yang lebih kuat dan sabar serta teliti karena pernah melakukan kesalahan. Saya tidak menyesal telah melakukan berbagai hal dimasa lalu saya, karena hidup itu seperti foto yang tercetak disetiap part kehidupan. Kadang kita perlu hal-hal negative untuk menjadi berkembang, justru saya menyesali hal-hal yang tidak saya lakukan ketika saya mempunyai KESEMPATAN… Kesempatan untuk melakukan suatu perbaikan, suatu perubahan dalam berbagai sisi.. hal sepele adalah mengakui kepada diri sendiri bahwa kita mencintai orang tersebut dan menyatakannya bukan malah pergi.

Infrastruktur sama pentingnya dengan Sumber Daya Manusia

“Sesuatu yang amat pribadi (biasanya) juga sangat umum” kutipan ini saya ambil dari buku The 8th Habbit karya Stephen R. Covey halaman 4. Saya sangat setuju dengan kalimat tersebut, karena setiap permasalahan pribadi tiap-tiap orang akan menjadi masalah yang sama juga bagi orang lain. Yang mengalami hal tersebut pasti tidak dapat dihitung dengan 10 jari saja.

Saya sangat prihatin dengan keadaan yang membuat lingkungan tertentu “dipaksa untuk tidak maju” oleh sistem tentunya, oleh kebiasaan-kebiasaan yang membuat pola pikir masyarakat menjadi melakukan segala sesuatu tanpa bertanya “mengapa saya harus melakukan hal ini/hal itu?”. Hal tersebut sungguh sangat menghawatirkan saya sebagai generasi muda penerus bangsa.

Mengapa jargon-jargon terhadap perubahan di setiap daerah bahkan negara ini terus menerus diteriakan tapi action terhadap perubahan itu sendiri tidak dilakukan sama sekali??? Saya tidak akan berbicara mengenai kebijakan-kebijakan yang sifatnya spesifik dan terlalu sensitif. Saya hanya ingin bicara tentang POLA PIKIR. Karena menurut saya Pola pikir adalah basic dari segalanya. Ia adalah akar yang akan membuat fondasi-fondasi ada sehingga dapat menjadi sebuah bangunan yang kokoh bahkan indah juga bermanfaat.

Bayangkan saja jika ada bangunan yang indah tapi tidah bermanfaat bahkan hanya dalam waktu beberapa tahun bangunan tersebut hancur karena dasar bangunannya tidak sanggup menopang fondasi-fondasinya. Oleh karena ini jika ingin merubah apapun itu bentuknya dimulailah dari mengubah pola pikir dahulu. Ubah cara pandang menjadi lebih maju dan global, siapkan kepala untuk selalu menerima hal baru, karena hal baru adalah hal yang bersifat kreatif, jika tidak mempersiapkan untuk menerima hal baru maka bersiaplah untuk dijadikan ketinggalan zaman oleh waktu dan menjadi barang bekas yang tak terpakai, apakah Anda mau? Percuma donk sekolah tinggi-tinggi lalu hanya karena takut oleh perubahan lalu menjadi barang bekas gak berguna.

Saya sedang mempunyai kampung halaman yang sangat saya cintai tempat saya dilahirkan dan disitu pula ari-ari saya ditanam (walaupun rumahnya sudah dijual). Oktober 2012 seketika tiba-tiba saja saya ada keinginan kesana membawa mobil sendiri dan sejak saat itu seolah ada yang menarik saya untuk kembali lagi dan kembali lagi, lalu saya berkeinginan memajukan kampung saya, saya ingin mempunyai peranan di kampung halaman saya. Jika bukan saya siapa lagi? (dimulai dari diri sendiri)

Jika kita ingin mengubah sesuatu dan ingin berperan maka kita harus masuk dalam sistem tersebut. Lalu saya membuka perusahaan (CV) artinya saya mulai masuk dalam sistem bisnis disana, mau tau juga bagaimana sih cari duit disana. Lalu karena saya juga kader salah satu parpol saya juga sesekali main ke DPD di kampung saya untuk sekedar berkenalan dan setor muka, lalu saya juga senang berorganisasi dan kembali ke niat awal saya ingin memajukan kampung halaman lalu saya mulai dari Karang Taruna, sebuah organisasi yang mungkin orang sering menganggap sepele. Tapi bukan itu persoalannya, saya ingin menghidupkan anak muda bahkan masyarakat, lalu saya curahkan ide, tenaga, bahkan uang pribadi untuk membuat kegiatan besar pertama, walaupun harus menggunakan organisasi dan tanpa nama saya, tapi saya rasa boleh lah untuk permulaan.

Dari beberapa hal yang saya sebutkan diatas, otomatis saya mulai mengenal watak manusia-manusia penghuni kampung halaman saya tersebut, dan woooow saya banyak terkejut karena, well…. saya prihatin, sangat prihatin, karena mereka tidak ada yang membantu untuk merubah pola pikirnya menjadi maju. 15 tahun reformasi tapi belum ada perubahan dari pola berfikir masyarakat di kampung halaman saya tercinta. Bagaimana mungkin suatu daerah bisa maju jika pola pikir masyarakatnya tidak dibantu untuk berpikir kritis, berani, berkembang, terbuka menerima hal-hal baru, terbiasa dengan perubahan????? Menurut saya perubahan itu bukan hanya dari infrastruktur, bangun gedung-gedung, jalan sana sini, pembangunan ini-itu, dan lain sebagainya yang bersifat infrastruktur. Infrastruktur sangat penting tapi SAMA SANGAT PENTINGNYA dengan MINDSET atau pola pikir yang akan berpengaruh pada SDM (Sumber Daya Manusia) nya.

Kita perlu kaderisasi untuk memajukan suatu daerah, kita tidak bisa bekerja atau berkarya hanya dengan orang yang itu-itu saja jika di dalamnya tidak ada orang yang bisa influence lingkungannya untuk menjadi kreatif dan produktif. Orang-orang dipemerintahan saya rasa juga sudah harus merekrut orang yang punya jiwa perubahan, kreatif, dan sense of belonging yang besar terhadap daerah tersebut. Kenapa butuh sense of belongin juga??? Karena tanpa sense of belonging, orang-orang itu hanya akan bicara ANGKA alias UUD (ujung-ujungnya duit). Mereka tidak harus sesama PNS kok, bisa saja orang lain yang dikontrak per tahun untuk menjalankan program-program (itu untuk PNS). Untuk stakeholders lain adalah masyarakat itu sendiri, yaitu organisasi. Jika organisasi juga masih belum bertemu match nya untuk bisa berpikiran maju ya sudah jalan aja sendiri, kenapa musti setengah-setengah kalo mau action? Hehehehe…

Intinya, apapun yang ingin kita lakukan selama itu dampaknya positive tetap lakukan, skalipun dari 10 orang hanya 2 orang yang support, tapi selama kita maju terus dengan pemikiran kita benar maka Tuhan akan terus meng-Guide kita ke titik tersebut.

Jangan bicara “sudah budaya disini begini” hellooow guys, inget siapa pelaksana budaya-budaya itu? Ya manusia kan… kita-kita ini makhluk hidupnya yang bernama manusia yang membuat apa-apa bisa jadi, ya jadi budaya, ya jadi aturan, ya jadi apapun lah… Trus, kalo hal-hal jelek masih dipertahankan kapan mau majunya? Menurut saya, jika penggerak pertamanya sudah mau bergerak saya yakin yang lain akan mengikuti.

Cinta terhadap suatu daerah harus cinta juga donk terhadap masyarakat itu sendiri. Apa mau semua penduduknya kalau selesai lulus sekolah cita-citanya pindah ke kota besar dan gak akan kembali ke kampungnya karena di kampungnya gak maju-maju? Lalu dimana letak persamaan pembangunannya? Ingat yang tadi saya bilang, bahwa pembangunan yang lebih baik bukan hanya sekedar infrastruktur tapi sumber daya manusianya yang sama pentingnya. Jadi saya tidak bicara mana yang lebih penting, tapi sekedar  mengingatkan bahwa sumber daya manusia SAMA PENTINGNYA dengan infrastruktur.

 

Shining you always,

Ayuningtyas Widari R.

Dare to dream and try my best to make them all come true !!!